Berikut adalah referensi Kitab Suci yang terdapat dalam artikel yang sedang anda baca.

  © imankatolik.or.id

Sir 6:5Tenggorokan yang manis mendapat banyak sahabat, dan keramahan diperbanyak oleh lidah yang manis lembut.

Sir 6:6Mudah-mudahan orang yang damai denganmu banyak adanya, tetapi hanya satu dari seribu hendakriya menjadi penasehatmu.

Sir 6:7Jika engkau mau mendapat sahabat, kajilah dia dahulu, dan jangan segera percaya padanya.

Sir 6:8Sebab ada orang yang bersahabat hanya menurut ketikanya sendiri, tetapi pada hari kesukaranmu tidak bertahan.

Sir 6:9Ada juga sahabat yang berubah menjadi musuh, lalu menceritakan persengketaan untuk menistakan dikau.

Sir 6:10Ada lagi sahabat yang ikut serta dalam perjamuan makan, tapi tidak bertahan pada hari kesukaranmu.

Sir 6:11Pada waktu engkau sejahtera ia adalah seperti engkau sendiri dan lancang berbicara dengan seisi rumahmu.

Sir 6:12Tetapi bila engkau mundur maka ia berbalik melawan dikau serta menyembunyikan diri terhadapmu.

Sir 6:13Jauhkanlah diri dari para musuhmu, tetapi berhati-hatilah terhadap para sahabatmu.

Sir 6:14Sahabat setiawari merupakan perlindungan yang kokoh, barangsiapa menemukan orang serupa itu sungguh mendapat harta.

Sir 6:15Sahabat setiawan tiada ternilai, dan harganya tidak ada tertimbang.

Sir 6:16Sahabat setiawan adalah obat kehidupan, orang yang takut akan Tuhan memperolehnya.

Sir 6:17Orang yang takut akan Tuhan memelihara persahabatan dengan lurus hati, sebab seperti ia sendiri demikianpun temannya.

Sir 6:18Anakku, sejak rnasa mudamu hendaklah memilih pelajaran, maka kebijaksanaanlah yang akan kaudapat hingga masa tuamu.

Sir 6:19Hendaklah mendekatinya baik sebagai pembajak maupun sebagai penuai, dan nantikanlah buahnya yang baik. Sebab dalam mengolah engkau mesti berjerih payah sejurus saja, lalu segera dapat menikmati hasilnya.

Sir 6:20Amat kasar sekalilah kebijaksanaan bagi yang tak berpendidikan, dan orang bebal tak dapat bertahan padanya.

Sir 6:21Bagi dia kebijaksanaan beratlah rasanya seperti batu uji, dan ia tak segan-segan membuangkannya.

Sir 6:22Sebab kebijaksanaan sepadan dengan namanya, dan tidak terbuka bagi banyak orang.

Sir 6:23Dengarkanlah, hai anakku dan terimalah pengertianku, dan nasehatku jangan kauabaikan.

Sir 6:24Masukkanlah kakimu ke dalam sengkela kebijaksanaan, dan lehermu ke dalam pasungnya.

Sir 6:25Tundukkanlah bahumu dan hendaklah ia kaupikul, dan janganlah marah karena ikatan-ikatannya.

Sir 6:27Selidiki dan carilah, niscaya ia akan menampakkan diri kepadamu, dan setelah kaupegang jangan kaulepaskan lagi.

Sir 6:28Engkau akan mendapat istirahat padanya akhirnya, dan ia akan berubah menjadi sukacita bagimu.

Sir 6:29Maka sengkelanya akan menjadi suatu benteng kokoh kuat bagimu, dan pasungannya suatu baju kebesaran.

Sir 6:30Kuknya merupakan perhiasan emas, dan pengikat-pengikatnya adalah pita ungu tua.

Sir 6:31Laksana baju kebesaran akan kaukenakan, dan kaupasang bagaikan karangan kegembiraan.

Sir 6:32Jika engkau mau, hai anakku, niscaya engkau akan diajar, dan kalau menaruh perhatian, maka engkau menjadi arif.

Sir 6:33Jika engkau rela mendengarkan, maka engkau akan belajar, dan kalau kaucondongkan telinga pasti menjadi bjjaksana.

Sir 6:34Hendaklah berada di kalangan kaum tua-tua. Bijakkah seseorang? Hendaklah melekat kepadanya.

Sir 6:35Hendaklah suka mendengarkan tiap-tiap ajaran yang dari Allah asalnya, dan jangan terluput dari padamu satupun amsal yang arif.

Sir 6:36Jika engkau melihat seseorang yang bijak, hendaklah pagi-pagi mendapatkannya, dan biar kakimu mengauskan ambang pintunya.

Sir 6:37Renungkanlah segala perintah Tuhan, dan hendaklah selalu memikirkan hukum-Nya. Maka la akan memperkuat hatimu, dan menganugerahkan kebijaksanaan yang kauinginkan.