Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
Materi iman

 

 

 

CATATAN KRITIS ATAS PESAN ‘MARIA'

Dalam Nubuat Agnes Sawarno 1
Oleh:
F.X. Didik Bagiyowinadi,Pr
2

BAGIAN I - PENGANTAR

Sewaktu masih bertugas di paroki (2002­2006), sama seperti para romo paroki lainnya di Indonesia , beberapa kali saya menerima kiriman edaran berisi Pesan Tuhan Yesus dan Bunda Maria melalui Kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Berbahagia. Terus­terang saya hanya mengabaikannya karena tidak mempercayai isinya dan saya kira persoalan itu sudah selesai. Ternyata sampai hari ini di milis­milis Katolik, pesan yang senada “bertobatlah dan persiapkan diri” untuk menghadapi “pemurnian dunia dalam kegelapan tiga hari” masih bermunculan. Terakhir, Jumat, 6 Maret 2009 lalu dalam milis Dempo 94, seorang teman sekelas saya meminta tanggapan saya terhadap fenomena ini dengan harapan bisa sedikit memberikan pencerahan. Maka saya pun menyempatkan diri untuk mempelajari lebih serius pesan­pesan ‘Maria'3 ini. Dan syukur pada Allah bahwa pesan­pesan ‘Maria' ini sudah terarsip rapi dalam website kelompok ini4 sehingga memudahkan penelusuran dan proses mempelajarinya. Tulisan ini merupakan catatan dari “hasil studi dan refleksi pribadi” saya atas pesan­pesan tersebut, yang barangkali bisa menjadi titik tolak bagi mereka yang berminat mengkritisinya lebih lanjut.

Secara pribadi saya tidak kenal dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Ibu Agnes Sawarno yang mengklaim telah mendapatkan pewahyuan dari Tuhan Yesus dan Bunda Maria ataupun dengan kelompok pelayanan ini. Saya hanyalah salah satu dari putra­putri Bunda Maria yang telah mengalami kasih keibuannya. Maka dengan tulisan singkat ini saya berharap bisa menyajikan sedikit pencerahan kepada pembaca dan syukur bila kemudian kita bisa mengungkapkan hormat­kasih (devosi) kita secara sehat dan benar

kepada Bunda kita tercinta. Apa yang saya tulis ini, sungguh merupakan refleksi pribadi, jadi tetap terbuka untuk Anda terima, kritisi, ataupun abaikan. Maka nanti kesimpulan akhirnya tetap saya serahkan kepada Anda sendiri, saya sekedar membagikan hasil penelusuran dan refleksi pribadi ini. Dan saya berharap, kita semua semakin dilimpahi rahmat untuk semakin bertumbuh dalam kedewasaan iman dan kasih kepada Allah Tritunggal Mahakudus (bdk. Ef 4:13), tidak mudah terombang­ambingkan oleh pelbagai angin pengajaran (bdk. Ef 4:14), dan terlebih berkembang dalam kasih­hormat kepada Bunda Maria tercinta. Dan dengan demikian semoga kita juga diteguhkan untuk terus mewartakan dan membangun Kerajaan Allah di bumi Indonesia tercinta.

 

1. UNDANGAN UNTUK MENGUJI NUBUAT

Sewaktu pertama kali mengunjungi website kelompok pelayanan ini, saya tersentuh dengan kutipan 1 Tes 5:19­21 dalam home website mereka: maupun sumber website. Bunyinya begini: “Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat­nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” Maka saya berharap bahwa upaya penelusuran dan refleksi ini sungguh dimotivasi maksud tulus untuk “tidak merendahkan nubuat­nubuat” dan “menguji segala sesuatu” sehingga nantinya bisa memberikan pencerahan kepada pembaca. Dalam hal ini saya .akan membatasi diri hanya pada penelusuran ‘pesan­pesan “Maria' untuk menyelidiki siapakah ‘Maria' yang berbicara di sini. Apakah dia sungguh Bunda Maria seperti dinyatakan dalam Kitab Suci? Dan karenanya layakkah kita mempercayai pesan­pesannya? “Pengujian pesan­pesan ‘Maria'” ini patut dilakukan, terlebih bagi publikasi di kalangan umat Katolik yang tidak mencantumkan “Nihil Obstat” dan “Imprimatur”. Di website tersebut memang dikutip Pernyataan dari Konggregasi Suci untuk Ajaran Iman, AAS 58 1186 (disetujui Paus Paulus VI tanggal 14 Oktober 1966) yang menyatakan, “bahwa Nihil Obstat dan Imprimatur TIDAK DIPERLUKAN lagi bagi penerbitan­penerbitan yang berurusan dengan wahyu­wahyu perorangan, penampakan­penampakan, ramalan­ramalan atau mujisat­mujisat baru, ASAL TIDAK BERLAWANAN DENGAN IMAN5 dan moral”.

Saya menerima pernyataan tersebut, bahwa tak diperlukan nihil obstat dan imprimatur, ASAL TIDAK BERLAWANAN DENGAN IMAN DAN MORAL. Berkaitan dengan poin moral dalam pesan­pesan ‘Maria' di sini, saya tidak merasa perlu untuk menelusuri lebih lanjut karena isinya niscaya anjuran berbuat kebaikan (berdoa, bertobat, melayani, dan mengamalkan kasih). Sebaliknya, pada poin tidak berlawanan dengan iman Katolik, inilah yang akan dijadikan titik tolak penelusuran pesan­pesan ‘Maria' dalam tulisan ini. Apalagi pada bagian prakata web “Maria Ibu yang berbahagia”, setelah mengirimkan banyak pesan kepada para uskup dan pastor paroki (termasuk kepada saya dulu) mereka tidak menerima adanya reaksi negatif, maka mereka berpendapat: “Hingga kini BELUM ADA REAKSI NEGATIF

terhadap isi pesan­pesan itu. INI BERARTI bahwa isi pesan­pesan itu SESUAI DENGAN AJARAN IMAN kita. Maka UMAT TIDAK USAH TAKUT MENERIMA DAN MELAKSANAKANNYA. Malahan dengan melaksanakan pesan­pesan itu orang justru MENGHAYATI IMANNYA DENGAN LEBIH BAIK LAGI.”6 Padahal, belum adanya reaksi negatif bukanlah tanda bahwa hal ini otomatis sesuai dengan ajaran iman kita. Seperti dinyatakan oleh penulis kitab Pengkotbah, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” (Pkh 3:1).

Maka saat membaca home website tersebut saya semakin dibuat penasaran akan klaim di atas, terlebih lagi saya ingin memberikan jawaban yang fair dan mendasar kepada teman yang bertanya dan syukur bila bisa memberikan pencerahan kepada pembaca. Namun, harus saya akui bahwa dalam penelusuran ini saya tidak membaca semua pesan­pesan ‘Maria' ini, melainkan hanya menelusuri dan menguji sejauhmana hal itu selaras dengan IMAN KATOLIK7. Gereja Katolik mengajarkan bahwa wahyu umum sudah selesai sampai meninggalnya Rasul terakhir (St. Yohanes Rasul). Maka kalaupun ada wahyu­wahyu perorangan, hal itu tidak akan mempengaruhi keselamatan kita, dan bila hal itu sungguh berasal dari Allah yang benar, niscaya isinya akan selaras dengan wahyu umum yang tertuang dalam Alkitab. Maka pesan­pesan ‘Maria' ini perlu dikonfrontasikan dengan Alkitab sebagai sumber iman Katolik, sejauhmana sesuai dan selaras dengan sumber iman kita. Seandainya kenyatannya kemudian justru sebaliknya, jelas bagi saya secara pribadi bahwa ini bukanlah nubuat yang berasal dari Tuhan dan tidak perlu dipercaya. Apalagi Gereja mengajarkan kita TIDAK WAJIB MEMPERCAYAI WAHYU­WAHYU PRIBADI, apalagi bila hal itu tidak benar.

 

2. PERINGATAN UNTUK WASPADA AKAN PARA NABI PALSU DAN NUBUATANNYA

Mengapa kita perlu senantiasa menguji nubuat­nubuat? Karena Alkitab dan Tuhan Yesus sendiri mengingatkan kita untuk senantiasa waspada karena akan senantiasa ada nabi­nabi palsu dan nubuat­nubuat palsu. Berikut teks­teks kitab Suci yang senantiasa memberi peringatan kepada kita agar senantiasa waspada akan pelbagai penyesatan.

Ulangan 18:10­11 Di antaramu JANGANLAH didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki­laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, 11 seorang pemantera, ataupun seorang yang BERTANYA KEPADA ARWAH ATAU KEPADA ROH PERAMAL ATAU YANG MEMINTA PETUNJUK KEPADA ORANG­ORANG MATI.

Ulangan 18:21­22 21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? APABILA SEORANG NABI BERKATA DEMI NAMA TUHAN DAN PERKATAANNYA ITU TIDAK TERJADI DAN TIDAK SAMPAI, MAKA ITULAH PERKATAAN YANG TIDAK DIFIRMANKAN TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya."

Yeremiah 23:25­27 Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama­Ku dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi! Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi YANG BERNUBUAT PALSU DAN YANG MENUBUATKAN TIPU REKAAN HATINYA SENDIRI, yang merancang membuat umat­Ku melupakan nama­Ku dengan mimpi­mimpinya yang mereka ceritakan seorang kepada seorang, sama seperti nenek moyang mereka melupakan nama­Ku oleh karena Baal?

Matius 24:23­24 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana , jangan kamu percaya. Sebab MESIAS­MESIAS PALSU DAN NABI­NABI PALSU akan muncul dan mereka akan mengadakan TANDA­TANDA YANG DAHSYAT DAN MUJIZAT­MUJIZAT, sehingga sekiranya mungkin, mereka MENYESATKAN ORANG­ORANG PILIHAN juga.

Lukas 17:1­2 Yesus berkata kepada murid­murid­Nya: "TIDAK MUNGKIN TIDAK AKAN ADA PENYESATAN, TETAPI CELAKALAH ORANG YANG MENGADAKANNYA. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang­orang yang lemah ini.

2Korintus 11:13­15 Sebab orang­orang itu adalah rasul­rasul palsu, pekerja­pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul­rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab IBLISPUN MENYAMAR SEBAGAI MALAIKAT TERANG. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan­pelayannya menyamar sebagai pelayan­pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

Galatia 1:6­8 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

1Yohanes 4:1 Saudara­saudaraku yang kekasih, JANGANLAH PERCAYA AKAN SETIAP ROH, TETAPI UJILAH ROH­ROH ITU, APAKAH MEREKA BERASAL DARI ALLAH; sebab banyak nabi­nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.

Selanjutnya pada bagian berikut kita akan menelusuri beberapa pesan ‘Maria' seperti diklaim telah dinubuatkan melalui Ibu Agnes Sawarno. Fokus perhatian kita hanya pada pesan­pesan itu sendiri, dengan menguji: apakah hal itu sesuai dengan Alkitab? Apakah ‘Maria' di sini sama dengan Bunda Maria yang dinyatakan dalam Alkitab? Dan dengan demikian apakah aneka pesan dan nubuat ini sungguh berasal dari Allah Tritunggal yang maha benar?

 

BAGIAN II

MENGUJI ISI ANEKA PESAN ‘MARIA'

Pada bagian ini kita akan mengangkat beberapa poin pesan ‘Maria' sebagaimana diklaim telah dinubuatkan melalui Ibu Agnes Sawarno sejak tahun 1995. Inti pesan awal adalah akan datangnya Kegelapan tiga hari (KTH) di seluruh bumi, yang merupakan titik awal Pemurnian Dunia. Maka, dipesankan agar kita mempersiapkan diri menyambut Pemurnian Dunia tersebut. Untuk bisa menerima pernyataan ini, tidak cukup kita bertanya apakah hal demikian sungguh akan terjadi karena toh tidak seorang pun tahu datangnya saat itu, hanya Allah Bapa yang tahu; tetapi kita juga perlu bertanya secara kritis siapakah ‘Maria' yang berpesan melalui nubuat Ibu Agnes Sawarno ini? Dan karenanya, perlukah kita mempercayai pesan­pesannya? Maka di sini akan dipaparkan bagaimana ‘Maria' menyatakan dirinya seperti terungkap dalam pesan­pesannya melalui Ibu Agnes Sawarno 8. Setiap bagian akan diberikan catatan dan refleksi kritis atas fenomena dan pernyataan tersebut.

 

1. Nubuat KEGELAPAN TIGA HARI DI AWAL TAHUN (1996?)....

A. Dalam Kumpulan Isi hati Tuhan Yesus&Bunda Maria

Berikut sumber dan pesan awal berkaitan dengan ramalan Kegelapan Tiga Hari: (sumber)

KEHADIRAN KE­I IBU MARIA

Cimahi, 3 April 1995 (pagi)

(Ibu hadir membawa mujizat melalui matahari dengan segala pesona dan keindahan surgawi, red)

PESAN IBU MARIA

Setiap Senin IBU hadir, supaya umat diajak doa ROSARIO, dan rumahmu supaya dibersihkan untuk tempat berdoa.

Anak – anakKu banyak yang pintar berdoa tetapi tidak berbuat apa­apa, mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Maka Aku datang ke sini untuk mengajak anak­anakKu, untuk berdoa dan berbuat kasih kepada saudara­saudaramuyang menderita.

Aku datang ke sini untuk membawa anakKu kepada ALLAH. Karena akan terjadi 3 (tiga) hari kegelapan di seluruh bumi, tidak ada Matahari, Bulan, Bintang, YANG AKAN TERJADI PADA AWAL TAHUN.

Ini semua merupakan suatu tanda, agar manusia sadar untuk kembali kepada ALLAH.

 

B. Kisah Penampakan di rumah … Disaksikan oleh Ibu Agnes Sendiri (sumber)

3 April 1995, kurang lebih pada waktu yang sama, pagi hari, ia mendapat penglihatan yang sama : PESONA SURGAWI. Anaknya, Tony, yang juga ikut ke Sendangsono ada di rumah saat itu dan juga melihat pesona itu. Tony kemudian bertanya apakah mungkin Bunda Maria juga akan datang menampakkan diri ? Ia kemudian minta agar Tony memanggil Ibu Fransisca yang rumahnya dekat, masih satu kompleks perumahan, untuk mengkonfirmasikan kejadian itu. Saat Ibu Fransisca tiba, pemandangan itu masih tetap ada. Suami Ibu Fransisca, BAPAK NURBIYANTORO­PUN MELIHATNYA. Ia kemudian BERANGKAT KE KANTOR, TETAPI BAHKAN DI SANA IA TETAP MASIH DAPAT MELIHAT PESONA ITU. Ibu Agnes dan Ibu Fransisca sepakat untuk berdoa rosario bersama. PADA SAAT BERDOA ITULAH IBU MARIA MENAMPAKKAN DIRI KEMBALI PADA IBU AGNES; IBU FRANSISCA TIDAK MELIHAT IBU MARIA.

Pesan yang pertama di Cimahi ini isinya minta agar Ibu Agnes mengumpulkan orang­orang untuk berdoa rosario bersama dan agar rumah Ibu Agnes dibersihkan untuk tempat berdoa.Ibu Maria mengungkapkan keprihatinannya atas anak­anaknya :

“Anak­anakku banyak yang pintar berdoa tetapi tidak berbuat apa­apa, mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Maka aku datang ke sini untuk mengajak anak­anakku untuk berdoa dan berbuat kasih kepada saudara­saudaramu yang menderita”.

“Aku datang ke sini untuk membawa anakku kepada Allah. Karena akan terjadi TIGA HARI KEGELAPAN DI SELURUH BUMI, tidak ada matahari, bulan, bintang ; INI AKAN TERJADI PADA AWAL TAHUN. Ini semua merupakan tanda, agar manusia sadar untuk kembali kepada Allah”.

Hari yang dipilih Ibu Maria adalah hari Senin yang akan datang (10 April 1995), dan Ibu Maria akan hadir. Ibu Maria bahkan mengatakan akan datang setiap hari Senin.

 

C. Penampakan Kedua 'Maria' – Cimahi, 10 April 1995 (sumber)

PESAN IBU MARIA

Supaya memberitahukan kepada PASTOR PAROKI, agar tempat untuk berdoa diberkati. Agar MEMBAWA AIR DARI RUMAH MASING­MASING, UNTUK PENYEMBUHAN. Ajaklah saudara­saudaramu, untuk berdoa bersamaKu di tempat ini, karena akan Kujadikan saksi tentang kehadiranKu di sini.

Berdoalah ROSARIO kamu, tengah malam karena di saat kamu berdoa Aku akan melawati kamu satu persatu dan doamu akan Kubawa kehadirat ALLAH YANG MAHA TINGGI.

Berpuasalah kamu setiap hari Jumat, berpantang, dan mati raga, agar kamu terhindar dari roh yang jahat.

 

D. ‘MARIA' BATAL BERPESAN …. KARENA PERSOALAN TEKNIS (sumber)

Novena I ­1998, hari ke 5. 11 Januari 1998

Hambatan dalam tugas

Hari yang ke­5 ini kami kelompok sedianya melayani saudara­saudara kami di Ambarawa, tapi KENDARAAN YANG KAMI PAKAI KOPLINGNYA HABIS di kota Batang Jawa­Tengah, sehingga kami tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Ambarawa. Dengan TERPAKSA KAMI TUNGGU PERBAIKAN MOBIL, dimana perkerjaan baru selesai pada pukul 22.30.

Selanjutnya kami teruskan perjalanan dan sampai di Ambarawa pada pukul 01.30, SEHINGGA PESAN BUNDA MARIA PADA HARI YANG KE­5 TIDAK ADA. Inilah UJIAN KESABARAN yang Tuhan berikan kepada kami kelompok  Pelayanan  Kasih  Dari Ibu Yang Bahagia ini, agar kami lebih sabar dan tahan uji.. Terima kasih ya Allah atas segala yang boleh kami alami bersama Mu.

 

Transcriptor

CATATAN DAN REFLEKSI KRITIS:

  • Pesan pertama disampaikan langsung kepada Ibu Agnes, hanya dia yang bisa melihat dan mendengar “Bunda Maria' dan selanjutnya pesan “Tuhan Yesus” dan “Bunda Maria” melalui mulut Ibu Agnes Sawarno.
  • Kegelapan tiga hari akan terjadi pada AWAL TAHUN. Konteks awalnya agaknya awal tahun 1996, dan bila demikian yang dimaksudkan, berarti Kegelapan tiga hati itu tidak terjadi. Atau, haruskah hal ini ditafsirkan dengan pada awal tahun …. (jadi awal dari setiap tahun?). Bukankah kita pun sering mendengar banyak ramalan tentang datangnya hari kiamat, yang akhirnya selalu mbleset, dan biasanya kemudian direvisi pada nubuat­nubuat berikutnya (nubuat pertama yang mbleset biasanya segera dilupakan orang karena perhatian sudah teralihkan pada ‘nubuat revisi').
  • ‘Maria' menepati janjinya menyatakan pesannya setiap kali kelompok ini berkumpul, bahkan juga dalam rangkaian doa novena selama sembilan hari berturut­turut. Fenomena demikian saya rasa kurang lazim, bagaimana mungkin Maria muncul dan berpesan setiap hari, dan ujung­ujungnya…. tidak jadi datang dengan pesannya gara­gara persoalan teknis yang dialami oleh ibu Agnes dan kelompok pelayanannya.
  • Dan tentunya frase yang biasanya muncul tiap kali ‘Maria berpesan': “INI AKU IBUMU MARIA BERSAMA AGNES. INI AKU, BUKAN AGNES SUPAYA KAMU PERCAYA”, tidak kita jumpai pada tanggal 11 Januari 1998.
  • Bagaimana mungkin ‘Maria' selalu muncul dan menyampaikan pesan tiap kali kelompok ini mengadakan pelayanan? Tiga kanak­kanak sederhana di Fatima (1917) ‘hanya' enam kali mengalami kunjungan Bunda Maria! Dan bila kita menyimak pesan­pesan itu, beberapa kali terjadi “pengulangan pesan”, terlebih bila tempat dan audiencenya berbeda.

 

2. TSUNAMI KELUPAAN DIINGATKAN SEBELUMNYA?

A. Pesan ‘Maria' tgl 18 Des 2004 – Tidak menyinggung soal Tsunami sama sekali (Tsunami terjadi pada 26 Des 2004) (sumber)

…… Anak­anakKu semuanya, mengapa Aku datang ke negaramu? Karena di negaramu ini banyak anak­anakKu, perlu Aku kunjungi, perlu Aku membawa mereka ke jalan yang benar adalah Allah sendiri. Banyak anak­anakKu yang tersesat karena mengimani..., percaya kepada Allah hanya sedikit. Dan Aku minta kepadamu, sepenuhnyalah engkau percaya kepada Allah supaya kamu tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini.

Anak­anakKu, INI AKU IBUMU MARIA BERSAMA AGNES. INI AKU, BUKAN AGNES SUPAYA KAMU PERCAYA. Jangan kamu pertanyakan dalam hatimu tetapi berdoa minta pengertian dari Allah yang sama yang Aku sembah seluruh bumi yang percaya kepadaNya dan juga mereka yang sudah pulang kembali dalam kebahagiaan.

Anak­anakKu yang Aku kasihi, waktunya sudah dekat. Kamu akan mengalami pemurnian. Sekarang banyak penderitaan, di seluruh bumi akan mengalami itu semuanya; dan juga kamu akan mengalami penderitaan, kepedihan di negaramu ini. Tetapi siapa yang percaya yang dekat dengan Allah, dia tidak masuk dalam pencobaan yang datang dari dunia ini. Persiapkan dirimu dengan baik anak­anakKu, SUPAYA PEMURNIAN ITU BUKAN MENAKUTKAN TETAPI ENGKAU BERSUKA­CITA KARENA KUASA ALLAH TURUN KE BUMI INI UNTUK MENYELESAIKAN DUNIA ini. Dan sekali lagi Aku minta kepadamu, melayani dengan benar, mengasihi dengan benar,  mencintai  dengan benar dalam kehidupanmu.

B. Muncul Pesan ‘Penghakiman' dari ‘Tuhan Yesus'-31 Des 2004(sumber)

Tuhan Yesus berkata antara lain: “Aku datang pada malam ini untuk menyatakan dan menyampaikan kepada kamu semua yang ada di sini, siapa yang percaya, dia selamat dalam namaKu. SIAPA YANG TIDAK PERCAYA ATAS KEHADIRANKU, DIA AKAN KUHUKUM BERSAMA DUNIA. Lihat, AKU TELAH MELAKUKANNYA. Bisakah mereka selamat bersama dunia? Tidak, anak­anakKu.”

Selanjutnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia masih akan menyediakan sedikit waktu bagi anak­anakNya supaya mereka siap dan berjaga­jaga dalam perjalanan hidupnya, karena Dia akan menurunkan KuasaNya untuk menyelesaikan dunia [….]

Baiklah, sekali lagi jaga dirimu baik­baik karena kuasa­KU akan turun menimpa bumi ini. Di seluruh bumi, AKU memurnikan manusia. Siapa yang setia, dia selamat dalam pemurnian dan bahagia bersama­KU. AKU Allah yang nyata, Allah yang hidup, Allah yang dekat. AKU MELAKUKAN APA SAJA, ITU ADALAH KUASA­KU; DENGAN CARA INIPUN, INI KUASA­KU. Tidak ada satu pun yang bisa mengambil bagian­bagian dalam perjalanan ini bersama anak ini. TIDAK SATUPUN DAYA DAN KUASA MANUSIA UNTUK MENGHAKIMI ANAK INI. Tidak ada! Karena AKU bersamanya. Saat ini juga dia bersama­KU dan AKU berbicara melalui anak ini, kamu mendengarkan, AKU ada di

Surga. Tidak dimengerti, ini kuasa­KU! Kuasa­KU tidak ada satu pun yang mengerti maupun di Surga, para malaikat semua ada bersama­KU, mereka tidak akan mengerti kuasa­KU.

 

CATATAN DAN REFLEKSI KRITIS

  • Mengapa ‘Maria' tidak mengingatkan lagi akan datangnya gempa­tsunami yang akan datang seminggu kemudian? Kelupaan? ‘Maria' sendiri tidak tahu? Atau? Dan setelah terjadi, “Tuhan Yesus' menyatakan bahwa itulah hukuman bagi mereka yang tidak percaya pada kehadirannya di Indonesia !
  • Sekarang mari kita bandingkan dengan dua pernyataan Tuhan Yesus dalam Injil: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Mrk 16:16) – Teks ini sering dikutip oleh Agnes Sawarno dalam aneka nubuatannya. Sekedar catatan, ayat ini termasuk bagian penutup Injil Markus (16:9­20) yang tidak terdapat pada manuskrip­manuskrip tertua 9.
  • “Barangsiapa percaya kepada­Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yoh 3:18).
  • Kedua teks ini menyebut soal PERCAYA PADA PRIBADI TUHAN YESUS, BUKAN PADA KEHADIRAN­NYA DI INDONESIA! Tuhan Yesus senantiasa hadir menyertai Gereja­Nya sepanjang masa dan dimana pun (bdk. Mat 18:20; 28:20).
  • Dalam peristiwa tsunawi tersebut, apakah berarti kita yang SELAMAT DARI TSUNAMI­GEMPA ini berarti LEBIH SEDIKIT BERDOSA dibanding mereka yang menderita dan meninggal dalam bencana tersebut?
  • Jauh­jauh hari Tuhan Yesus sudah memberikan tanggapan­Nya bagi mereka yang mengkaitkan musibah/bencana dengan dosa, yakni dalam Lukas 13:1­5. “Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang­orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus  dengan darah korban yang mereka persembahkan.Yesus menjawab mereka: "SANGKAMU orang­orang Galilea ini LEBIH BESAR DOSANYA dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? TIDAK! KATA­KU KEPADAMU. TETAPI JIKALAU KAMU TIDAK BERTOBAT, KAMU SEMUA AKAN BINASA ATAS CARA DEMIKIAN. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata­Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian”
  • Kesimpulan: Nasib mereka yang menderita sengsara akibat bencana itu semestinya menjadi TANDA PERINGATAN BAGI KITA UNTUK BERTOBAT, TANPA MENGHAKIMI bahwa itu merupakan hukuman “BAGI MEREKA YANG TIDAK PERCAYA AKAN KEHADIRAN­NYA”.
  • Ternyata bukan hanya ‘Maria”, tetapi juga “Tuhan Yesus” sering menegaskan bahwa “anak ini” (yang bernubuat) sungguh dipakai sebagai juru bicaranya secara langsung. Hal ini tidak mengherankan karena yang didengar oleh umat adalah suara ibu Agnes Sawarno sendiri. Sementara dalam peristiwa pembaptisan Tuhan Yesus menampakkan kemuliaannya, suara Allah Bapa didengar oleh ketiga rasul (Mat 17:5­6). Demikian pula Bunda Maria yang menampakkan diri kepada tiga kanak­kanak di Fatima, wajah dan suaranya dilihat dan didengar langsung oleh ketiga anak itu; tidak melalui perantara.

 

selanjutnya halaman 2 >>

catatan kaki :

1 Artikel ini dimaksudkan sebagai penunjang karya katekese­pastoral, maka boleh disebarkan dan digandakan, asal bukan untuk tujuan komersil.

2 Penulis adalah seorang imam praja untuk keuskupan Malang yang saat ini sedang menunaikan tugas belajar di Roma dan telah menulis buku Di Tengah Berbagai Angin Pengajaran – Menjawab Kontroversi Iman (Dioma, 2005). Buku katekesenya yang berkaitan dengan devosi kepada Bunda Maria adalah Berdoa Novena...Yuk! Novena Tiga Salam Maria dalam Terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja (Obor, 2009) dan Seri Novena­Refleksi (Obor, 2009).

3 Di sini sengaja tidak saya sebut Bunda Maria, karena akhirnya saya semakin yakin bahwa ‘Maria' ini bukanlah Bunda Maria yang dinyatakan dalam Kitab Suci dan yang kita hormat­kasihi bersama.

4 Ada dua website kelompok pelayanan ini yang saya jadikan rujukan studi singkat ini: sumber A dan sumber B

5 Mulai bagian ini dan selanjutnya, aneka kutipan dan refleksi yang tercetak dengan huruf besar berasal dari saya untuk menunjukkan poin analisa.

6sumber

7 Tentu hal ini tidak berarti bahwa pesan-pesan Yesus dan ‘Maria' yang tidak dibahas di sini berarti sudah otomatis selaras dengan iman dan moral Katolik; hal itu membutuhkan pernyataan nihil obstat dari pastor yang diberi wewenang untuk menilainya.

8 Link internetnya saya camtumkan untuk memudahkan bagi mereka yang berminat mengkonfirmasikannya.

9 Lih. Bruce M. Metzger, A Textual Commentary on the Greek New Testament, ( Stuttgart : German Bible Society, 2001), hlm. 102-107.

selanjutnya halaman 2 >>

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/