Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU ADVEN I/C/2018

Dan 7:13-14; Why 1:5-8; Yoh 18:33b-37;

PENGANTAR
    Hari ini kita memasuki Masa Adven. Selama satu tahun kita telah menulis sejarah perjalanan hidup kita sebagai orang beriman kristiani. Minggu yang lalu kita telah merayakan Yesus Kristus sebagai Raja kita, bahkan Raja Semesta Alam. Dalam masa Adven ini kita diberi kesempatan yang sangat baik untuk menilai kembali penghayatan hidup kita sebagai warga Kerajaan Kristus. Kita bertanya kepada diri kita masing-masing : apakah sebenarnya tujuan terakhir hidup kita ini? Kita harus sadar, bahwa hidup kita di dunia ini haya satu kali, dan tidak dapat kita ulangi lagi. Injil Lukas hari ini sangat berguna dan menolong kita untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam hidup kita dalam Kerajaan Yesus Kristus.

HOMILI
    Pertanyaan-pertanyaan mendasar yang harus kita jawab ialah : "Aku ini siapa?". "Aku berasal dari mana?". "Aku ini menuju ke mana?". "Aku harus berbuat apa?". Yeremias dalam Bacaan Pertama dengan tegas mangatakan, bahwa Tuhan akan memenuhi janji-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya. Dan dalam Injilnya Lukas menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh Yeremias, yaitu kedatangan Almasih (Messias) dalam kedatangan Yesus Kristus. Tetapi juga dalam kedatangan-Nya pada akhir zaman.

    Memang kedatangan Kristus pada akhir zaman digambarkan-Nya dengan bahasa kiasan yang menakutkan. Tetapi sebenarnya yang ingin disampaikan kepada kita adalah kabar gembira, penuh harapan dan hiburan. Yesus mau menyakinkan kita, bahwa kita umat-Nya bukan diciptakan tanpa tujuan! Kita disadarkan, bahwa kita diciptakan untuk bertemu dengan Dia, yang telah menciptakan kita menurut citra-Nya sendiri! Dan Ia menciptakan kita karena kasih-Nya, dan Ia selalu mengasihi kita jauh-jauh lebih kuat dan hangat daripada kasih bapakk dan ibu kita sendiri!

    Kiranya patut kita perhatikan dan sadari, bahwa perjalanan hidup umat manusia menuntut masa penantian yang panjang dan lama. Sebelum akhirnya datang, kedatangan Kristus sebagai Almasih sangat lama dinanti-nantikan. Dan sesudah Ia datang duapuluh abad yang lalu, kita sekarang masih menantikan kedatangan-Nya kembali pada akhir zaman kita. Nah, dengan latar belakang inilah, makna masa Adven sangat perlu di perhatikan agar kita ini sungguh tahu apa sebenarnya pesan Kristis kepada kita, untuk dapat mencapai tujuan hidup kita sebagai orang beriman kristiani sejati.

    Hidup kita sekarang ini pada dasarnya merupakan masa penantian. Ibaratnya seorang perempuan yang sedang mengandung, menantikan kelahiran anaknya. Kita bisa tidak sabar harus menunggu lama, namun ketidaksabaran itu merugikan diri kita sendiri. Orang yang tidak menantikan dan mengharapkan apapun dalam hidupnya, ia itu ibaratnya seperti orang yang mati. Mengapa? Karena hidup adalah suatu penantian, suatu harapan, tetapi penantian adalah juga suatu kehidupan!

  Bagaimanakah sikap hidup kita sebagai umat beriman selama masa Adven ini? Kita ini menantikan dan mengharapkan kedatangan Seseorang, yang sudah datang. Dan Dia selalu menyertai dan mendampingi kita. Dalam Minggu-Minggu di masa Adven ini kita menantikan kedatangan kembali Kristus. Mengapa? Karena seperti dikatakan oleh Yohanes Pemandi, "Di tengah-tengahmu ada seseorang yang tidak kamu kenal!". Kita jangan lupa, bahwa Yesus hadir di antara kita bukan hanya dalam sabda, di dalam Ekaristi, di Gereja, di antara sesama kita, khususnya di antara kaum miskin. Tetapi terutama, kita harus sadar, bahwa Kristus juga tinggal dan hidup dalam hati kita. Sadarkah kita ini akan kehadiran-Nya di dalam diri kita sebagai orang kristiani sejati?

   Marilah kita berusaha, agar masa Adven sebagai masa penantian ini tidak akan lewat serba kosong tanpa arti! Yesus dalam Injil Lukas hari ini menunjukkan bagaimana kita harus mengisi masa penantian ini: "Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi. Berjaga-jagalah senantiasa!". Yesus telah datang 20 abad yang lalu. Kita menantikan kedatangan-Nya kedua, khusunya kedatangan-Nya bagi kita masing-masing.

   Dan Paulus dalam surat pertamanya kepada umat di Tesalonika, yang ditulisnya sekitar 20 tahun sesudah Yesus wafat dan bangkit. Kristus itu akan datang kembali, dan karena itu umat harus mempersiapkan diri dengan dua syarat ini :

1) Umat harus "bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain".

2) "Supaya tidak bercacat dan kudus, di hadapan Allah danBapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita".

    Kesimpulan kita ialah, bahwa kita harus sungguh kudus, agar sugguh patut menyambut kedatangan Yesus sebagai Penebus kita. Dan kekudusan itu dapat kita capai dan buktikan dengan saling memperhatikan dan saling mengasihi. Inilah dalam masa Adven yang dapat dan harus kita laksanakan, agar sungguh dapat menyambut kedatangan Yesus Kristus sebagai Penebus pembawa kasih baik dalam diri kita masing-masing, maupun dalam diri sesama kita.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/