Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Hari Minggu Biasa XIV A/2017

Zak 9:9-10; Rom 8:9.11-13; Mat 11:25-30;

PENGANTAR
    Ketiga bacaan Kitab Suci untuk Hari Minggu ini cukup singkat, dan semuanya sifatnya menggembirakan dan memberi hiburan dan kekuatan, khususnya kata-kata Yesus yang dicatat Injil Matius ini: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu". Marilah kita dalam perayaan Ekaristi ini membuka hati untuk mendengarkan pesan Yesus, yang juga ditujukan kepada kita semua ini.

HOMILI
    Injil Matius yang telah kita dengarkan tadi, walaupun singkat namun mengandung pesan Yesus,yang sangat penting bagi hidup kita. Pesan-Nya itu ditujukan kepada semua orang, siapapun,kapan pun dan di mana pun. Situasi dan kondisi hidup kita berbeda satu sama lain, namun kita semua di hadapan Tuhan adalah semartabat. Marilah kita memahami pesan Yesus sesuai dengan situasi dan kondisi kita masing-masing.

    Sangat penting ucapan Yesus, bahwa Allah menyembunyikan misteri Kerajaan Allah kepada "orang bijak dan pandai". Istilah kiasan "bijak dan pandai" yang dimaksudkan Yesus ialah orang-orang yang memang pandai dalam memikirkan dan mengatur sesuatu, namun hanya demi kepentingan diri sendiri. Ada orang yang ahli mengatur dan memiliki uang, namun hanya untuk keuntungan sendiri, kerap kali merugikan orang lain. Atau orang yang berusaha luar biasa dan berhasil mendapat tempat kedudukan atau peranan di negera atau masyarakat yang tinggi dan penting,namun hanya disebut demi kepuasan diri, bukan demi kepentingan masyarakat.

    Tetapi di samping orang-orang yang disebut "bijak dan pandai", yang dimaksudkan Yesus itu, masih ada pula orang-orang yang memiliki "kebijakan anak-anak", bukan kebijakan "kekanak-kanakan". Mereka ini adalah orang-orang yang sederhana, rendah hati, dan sungguh beriman. Mereka ini adalah orang-orang tahu dan sadar akan keterbatasan, keadaandan, kemampuan, mereka. Namun mereka ini percaya akan belas kasih Tuhan.

    Doa yang diucapkan Yesus kepada Bapa-Nya dalam Injil mengyakinkan kita, bahwa Allah Bapa-Nya sangat berbelas kasih. Yesus sendiri adalah cermin Allah yang mengutus-Nya. Apabila kita pergi kepada-Nya dan memanjatkan doa kita kepada-Nya, Yesus menyertai kita menghadap kepada Allah Bapa yang maha kasih. Seperti kita dapat mudah berdoa kepada Bunda Maria, demikian pula gambaran Allah Bapa, yang tampak dalam diri Yesus Kristus, akan juga mempermudah doa kita kepada Allah Bapa kita.

    Injil hari ini menunjukkan kepada kita, bagaimana kita dalam menghadapi keadaan dan tantangan hidup kita sehari-hari dapat berdoa mohon kekuatan serta pertolongan kepada Tuhan. Doa yang benar harus memenuhi syarat-syarat ini.

    Kita ini, sebagai manusia, sadar atau tidak sadar, condong bersikap sombong, bahkan tak jarang sikap arogansi. Tak jarang orang menganggap diri lebih baik dari pada orang lain. Dalam hidup rohani tiada seorang pun sebagai manusia dapat memiliki hal atau wewenang apapun untuk selalu berhasil dalam doanya. Sebagai makhluk kita tidak berhak untuk menuntut kepada Allah. Tetapi apabila kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Allah sebagai Bapa kita melalui Yesus, maka bukan kita sendirilah yang hidup dan berdoa dalam Kerajaan Allah yang telah didirikan oleh Kristus, melainkan Yesus lah yang sebenarnya berada, bertindak dan berbuat dalam diri kita demi kemuliaan Bapa.

    Karena itu syarat dasar yang harus kita penuhi ialah bahwa kita pertama-tama harus mengenal diri kita masing-masing lebih dahulu. Secara jujur kita harus berani mengakui, bahwa kita ini adalah orang berdosa. Hidup kita ini secara total tergantung dari rahmat dan kerahiman Allah. Dengan rela kita ini dihadapan Tuhan harus mengakui kekecilan atau kerendahan kita sebagai manusia, dan menghadapi serta mengakui kekebesaran dan kemuliaan Allah dalam diri Yesus Kristus.

 Dalam menghayati hidup rohani, hidup keagamaan, hidup batin, semuanya itu bagi kita ibaratnya seolah-olah kita sedang naik tangga. Makin tinggi kita naik tangga, makin besar resiko atau bahayanya kita akan jatuh! Hanya apabila kita mau dan rela untuk bersikap sederhana dan rendah hati, Yesus akan selalu mendampingi kita untuk tetap naik tangga menuju kesucian kristiani sejati, yakni kesanggupan kita untuk menerima kasih Allah Bapa sepenuhnya kepada kita.

 Keselamatan yang harus kita miliki bukanlah suatu hasil jerih payah kita sendiri, melainkan karya Allah Bapa dalam diri Yesus kepada kita. Jangan sampai kita terlalu percayaakan kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Marilah kita datang kepada Yesus dengan rendah hati dan penuh kepercayaan.

 "Ya, Yesus Tuhan kami, dampingilah kami selalu! Engkau lemah lembut dan rendah hati. Semoga kami makin sadar, bahwa bagi setiap orang yang percaya kepada-Mu, kuk yang Engkau pasang adalah enak, dan beban-Mu adalah ringan".

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/