Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXXIII/C/2019

Mal 4:1-2a; 2 Tes 3;7-12; Luk 21;5-19;

PENGANTAR
    Dalam perayaan Ekaristi ini kita ingin bersyukur kepada Tuhan akan segenap berkat yang telah kita terima sampai sekarang ini. Selama perjalanan hidup kita mengalami banyak tantangan, tuntutan dan pencobaan yang kerapkali terasa besar dan berat. Dalam Injil menurut Lukas hari ini Yesus bersabda kepada kita : "Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu".

HOMILI
    Sesudah mendengarkan sabda Yesus : "Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu", kita sekarang ini seperti orang-orang Yahudi di zaman Yesus pun bertanya, apa gerangan maksud Yesus dengan kata-kata itu? Kita semua ingin tahu kapan akhir zaman akan berlangsung, agar dapat berusaha mengatur masa depan kita. Keadaan dalam masyarakat yang sering tegang, masalah pribadi, keluarga dan pekerjaan, bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, letusan gunung berapi, bencana di samudera, dan berulang lagi terjadinya kebakaran besar-besaran, semua itu sering tak terpikirkan dan diketahui sebelumnya. Juga bagi bangsa Yahudi, akan dihancurkannya Bait Allah di Yerusalem oleh pasukan Romawi tidak dapat digambarkan dan diketahui sebelumnya oleh mereka. Maka timbullah pertanyaan: Apakah sebenarnya maksud Yesus yang berkata: "Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu"?

    Yesus tidak bermkaksud untuk menunjukkan kapan dan bagaimana akhir zaman itu akan berlangsung. Ia hanya mau minta agar kita selalu berdoa dan berjaga-jaga, sebab bencana yang dahsyat bagaimanapun bentuknya dapat terjadi di luar dugaan bahkan perhitungan kita! Kita juga tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita! Karena itu kita harus selalu berdoa dan berjaga, agar apabila ini kita ini dipanggil Tuhan kita telah siap sedia. Pada dasarnya kita harus mengetahui dan menyadari, bahwa kita tidak pasti akan diselamatkan, apabila hanya tahu dan sadar bahwa kita ini akan meninggal, melainkan hanya apabila kita tahu bertobat, rela untuk hidup dan berbuat baik dan sungguh berdoa. Kita hanya akan diselamatkan, jikalau kita bersedia mau mendengarkan firman Allah, serta sungguh percaya akan belaskasihan Allah dengan bertobat, yang artinya selalu rela mengasihi dan menolong sesama, yang juga selalu dikasihi oleh Yesus.

    Sejarah Gereja menunjukkan bahwa sepanjang perjalanan kehadirannya di dunia ini banyak anggotanya dan umat-umat agama lain mengalami kesulitan hidup : ditangkap dan dipenjara, dianiaya, bahkan dibunuh. Yesus sendiri mengatakan : "Karena nama-Ku kamu dibenci dan dianiaya". Kita selalu meng-hadapi tantangan dan pencobaan dalam hidup kita: "Beranikah aku selalu setia kepada Yesus dalam sikap, kata, dan perbuatan dalam hidupku sebagai murid-Nya yang setia?"

    Yesus datang di dunia karena diutus Bapa-Nya untuk menyelamatkan umat manusia. Jadi Ia datang untuk berbuat baik: mewartakan kabar gembira sambil menyembuhkan orang sakit, memberi makan kepada yang lapar, mengusir setan, mengampuni orang berdosa, bahkan membangkikan kembali orang mati. Ternyata Yesus sendiri pun mengalami banyak kesulitan dalam hidup dan dalam pelaksanaan tugas perutusan-Nya: dibantah dalam ajaran-Nya, dicurigai justru oleh kaum keagamaan seperti ahli Taurat dan golongan Farisi. Dengan mengalami sendiri aneka kesulitan dalam hidup dan karya-Nya, Yesus mengingatkan kita akan kesulitan yang dapat kita alami dalam hidup dan pekerjaan kita sebagai pengikut-Nya, yaitu untuk berani sungguh hidup dan berbuat dalam nama-Nya. Namun Ia sekaligus juga menegaskan, bahwa Ia akan mendampingi kita selalu sampai zaman.

    Sebagai kesimpulan kita dapat mengatakan, bahwa Injil Lukas yang kita dengarkan hari ini meningkatkan dan mengokohkan iman kepercayaan kita akan Tuhan dalam sabda-Nya : "Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu". Marilah kita senantiasa berjaga dan berdoa dengan teguh dalam hati. Dan penuh dengan keyakinan seperti terulis dalam Mz. 23 ini kita selalu dapat dan berani mengucapkan pula : "Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau bersertaku".

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/