Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN/C/2019

Yes 60:1-6; Ef 3:2-3a.5-6; Mt 2:1-12;

PENGANTAR
    Dalam Injil Matius pada hari ini kita mendengar kisah tentang orang-orang majus, atau orang-orang bijak yang datang dari jauh untuk menyampaikan rasa hormat kepada seorang raja, yang baru dilahirkan, meskipun bukan di negara mereka sendiri. Mereka datang "dari timur", artinya daerah Babilonia dan Persia Utara, kini adalah Irak dan Iran Utara. Marilah kita berusaha memahami apa yang dikisahkan Matius dalam Injilnya, sambil membandingkannya dengan kisah menurut Injil karangan Lukas, yang menceriterakan kedatangan para gembala untuk menyaksikan kelahiran Yesus di Betlehem.

HOMILI
    Injil Lukas dan Injil Matius itu mengisahkan penampakan diri Allah (epiphania, epifani) dengan menggunakan "bahasa pewartaan", atau bentuk "komunikasi iman" yang memang berbeda, namun mempunyai tujuan yang sama. Warta gembira yang ingin disampaikan baik oleh Matius maupun Lukas adalah fakta kelahiran Yesus sebagai Juru Selamat umat manusia. Matius menyampaikan Injilnya itu kepada orang-orang Yahudi. Sedangkan Lukas mewartakan peristiwa kelahiran Yesus kepada segala bangsa, bukan hanya kepada oranga yahudi. Kelahiran Yesus itu merupakan suatu penampakan diri Allah, yang istilahnya disampaikan "dari atas" oleh Allah sendiri, namun dengan perantaraan manusia-manusia, yakni orang-orang majus (Mt) dan para gembala (Lk). Allah menggunakan "bahasa" yang sesuai dengan cara berpikir masing-masing.

    Menurut bahasa modern kini dapat dikatakan, bahwa Allah berkomunikasi dengan manusia secara kontemporer dan adaptif untuk dipahami, seperti diungkapkan oleh Matius dan Lukas. Kepada para gembala, Tuhan berbicara lewat penampakkan malaekat dan bala tentara surgawi. Tetapi kepada kepada orang-orang majus, yang mahir dalam ilmu perbintangan sekaligus ulama, Tuhan berbicara lewat isyarat bintang.

    Yang ingin disampaikan oleh Matius maupun Lukas ialah, bahwa baik orang-orang majus maupun gembala-gembala itu mencari Dia yang baru lahir. Dan setelah melihat-Nya, menurut Lukas (2:18) masyarakat keheranan ketika mendengar para gembala berceritera tentang kata-kata malaikat mengenai Anak yang baru lahir itu. Sedangkan menurut Mt (2:3) Herodes dan seluruh isi Yerusalem terkejut, ketika mendengar pemberitaan orang-orang majus. Yang aneh bahkan ironis ialah kenyataan, bahwa mereka yang heran dan terkejut itu adalah orang-orang yang sebenarnya sudah berada di dekat sekali dengan Dia yang baru lahir itu! Dalam Injil Lk mereka itu sudah ada di tempat Maria melahirkan Yesus itu. Menurut Mt ahli-ahli Taurat Yahudi dan Herodes sendiri melalui Kitab-Kitab mereka sudah tahu tentang akan datangnya Almasih. Namun mereka itu tidak menginsafi apa yang sedang terjadi di dekat mereka! Para ulama di Yerusalem sebenarnya dapat mengetahui peristiwa di Betlehem itu, tetapi tidak memahami maknanya. Dan di antara orang-orang yang mendengar kata-kata para gembala hanya Marialah yang berusaha memahaminya, seperti tertulis : "Maria menyimpan semua perkataan itu dalam hatinya dan merenungkannya". Artinya, Maria bersikap mau menerima misteri atau hal-hal yang tak selalu dapat dipahami dalam hidupnya, sedangkan orang-orang lain pada umumnya hanya sekadar terheran-heran saja!

    Apa pesan Injil Matius dan Lukas itu bagi kita sekarang ini?

    Orang-orang majus itu temasuk orang-orang penting, orang-orang "gede", orang-orang VIP bahkan VVIP dsb, sedangkan gembala-gembala itu orang-orang sederhana, orang pinggiran, tak berkedudukan penting dsb. Pendek kata, kita semua tanpa perbedaan diajak periksa diri: Aku ini termasuk "orang gede" atau "orang biasa". Apakah aku termasuk golongan orang-orang majus atau gembala, yang peka menerima bimbingan dari Tuhan untuk menemukan Yesus sebagai Penyelamatku yang sebenarnya?

    Yesus yang menampakkan Allah sebagai Penyelamat dilahirkan dalam situasi dan kondisi begitu sederhana di Betlehem. Tetapi sekarang pun Yesus tiada hentinya menampakkan diri dalam kelahiran-Nya di Betlehem-Betlehem baru di dalam masyarakat. Khususnya di daerah-daerah di mana ada bencana, pertentangan, permusuhan, kemiskinan. Komunikasi diri Allah untuk menampakkan diri kepada kita di Betlehem-Betlehem baru sekarang ini harus dapat kita terima dan pahami seperti dilakukan oleh orang-orang majus maupun gembala-gembala itu. Kita harus merenungkan dan memahaminya seperti Maria!

    Yesus memang tidak menampakkan diri sebagai Penyelamat di dalam istana Herodes! Mengapa? Karena kalau Yesus sebagai Sang Penyelamat mau datang kepada Raja Herodes, Ia harus tampil dengan segala kemegahan, sebagai "Orang Besar", "Orang Gede" yang berkedudukan tinggi. Bukan se-bagai orang biasa, apalagi sebagai orang yang tampak sederhana! Memang, Yesus hanya datang kepada orang sederhana dan tulus, yang tahu serta sadar akan dirinya sebagai manusia terhadap Allah Penciptanya. Orang yang ingin dipandang sebagai orang "gede" akan sulit dapat mengenal Penebus-Nya! Lebih sulit lagi, bukan hanya mengenal Yesus sebagai Penebus, akan tetapi terutama untuk menghayati hidup kita menurut sikap dasar dan teladan-Nya.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/