Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH VI/A/2017

Kis 8:5-8.14-17; 1 Ptr 3:15-18; Yoh 14:15-21;

PENGANTAR
    Menurut Injil Yohanes pada hari ini, Yesus pada perjamuan terakhir sebagai pesan terakhir berkata kepada murid-murid Nya, bahwa Ia akan minta Bapa-Nya untuk memberikan seorang Penolong, yaitu Roh, yang akan menyertai murid-murid Nya selama-lamanya. Maka dalam perayaan Ekaristi ini marilah kita merenungkan siapakah sebenarnya Roh penolong yang akan menyertai hidup kita sebagai murid-murid Yesus sekarang ini.

HOMILI
    Yesus sesudah bangkit dari kematian-Nya naik ke surga. Ia tidak akan meninggalkan dunia, dan Ia akan tetap hadir. Tetap Ia tidak akan hadir lagi di dunia ini seperti sebelumnya. Tetapi Ia mengirimkan Roh Kudus, yang disebut-Nya sebagai "Roh kebenaran". Dua minggu lagi kita akan merayakan Hari Pentakosta, hari kedatangan Roh Kudus, yang dijanjikan Yesus Kristus. Kata "Roh Kudus" itu dalam bahasa asli Yunani disebut "Parakletos", artinya "orang yang diundang" untuk melaksanakan tugas tertentu. Misalnya bertugas sebagai seorang pembela, penengah, pelindung. Tetapi dalam Injil Yohanes "parakletos" itu lebih berarti sebagai guru atau penunjuk, dan sebagai saksi Yesus. Roh itu bertugas sebagai saksi dalam diri murid-murid Kristus, yang harus berbicara kepada dunia tentang diri-Nya, sejak Kristus telah kembali kepada Bapa-Nya.

    Dalam Bacaan kedua hari ini Petrus berkata: "Saudara-saudara terkasih, kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Bersiap sedialah setiap saat untuk memberi pertanggung jawaban kepada setiap orang yang meminta dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu". Sekarang ini, 20 abad kemudian, ucapan Petrus itu juga berlaku bagi kita!

    Petrus berbicara tentang harapan yang kita harus miliki. Apakah harapan kita itu? Harapan yang kita miliki berlandasan pada iman. Dan iman atau kepercayaan yang kita miliki, bukanlah sekadar suatu pengetahuan. Dan pengetahuan kita tentang apapun yang kita miliki adalah sangat terbatas, apalagi mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan Allah. Iman yang kita miliki hanya berasal dari Yesus Kristus. Ajaran Yesus Kristus yang kita terima itulah iman kita. Dan iman itulah yang menolong dan melengkapi kemampuan kita untuk berpikir. Berkat iman kita itulah kita memiliki harapan. Kita memiliki kepastian, bahwa apa yang kita imani tentang ajaran dan janji Kristus dapat sungguh kita harapkan.

    Di samping itu lewat Roh-Nya Tuhan menganugerahi kita dengan kebajikan Ilahi yang disebut kasih. Dan kasih ini dapat mengatasi keter-batasan iman dan harapan yang kita miliki. Demikianlah iman, harapan dan kasih, itulah yang dicurahkan Roh Kristis sebagai Penolong kepada kita.

    Demikianlah iman, harapan dan kasih itu dapat mengatasi pemikiran otak kita melulu sebagai manusia. Ketiganya tidak bertentangan dengan pikiran, melainkan mendampingi kita untuk memahami apa yang dikehendaki dan direncanakan Allah bagi kita. Untuk itu kita membutuhkan seorang Penolong, yang menunjukkan jalan yang harus kita tempuh, dan untuk menghibur dalam kesulitan.

    Yesus adalah Penolong kita yang pertama, seperti dikatakan oleh Menurut Yohanes: "Kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil" (1Yoh 2:1). Demikianlah Yesus dahulu adalah Penolong umat yang pertama orang-orang sezaman-Nya, selama hidup di Palestina. Tetapi untuk selanjutnya Roh Kuduslah yang merupakan Penolong baru yang menghadirkan Yesus sendiri, sampai nanti akan datang kembali.

    Yesus berkata: "Penghibur (Penolong), yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu" (Yoh 14:26). Seperti dahulu, sekarang pun Yesus melalui Roh-Nya memberikan kepastian akan jaminan kesetiaan-Nya untuk menyelamatkan kita. Situasi hidup yang dihadapi segenap murid Yesus dahulu dan sekarang tidak sama, tetapi kesetiaan Yesus lewat Roh-Nya sebagai Penolong akan tetap sama. Roh-Nya sebagai Penolong akan memberikan kemampuan kepada kita untuk menghadapi keadaan apapun dengan kebijakan, kelenturan hati, penyesuaian diri, pembaharuan yang kita butuhkan, namun selalu dengan tetap setia akan ajaran dan teladan hidup Yesus, yang adalah Penolong kita pertama. Yesus tidak akan pernah meninggalkan Gereja-Nya dalam situasi apapun.

    Kedatangan Roh Kudus sebagai Penolong merupakan awal penugasan atau perutusan Gereja Perdana, yang didirikan Kristus untuk melangkah keluar dari Palestina, melewati batas-batas daerah, suku dan bangsa, ke seluruh dunia untuk menjadi Gereja universal. Bagi setiap orang kristiani Yesus Kristus harus selalu merupakan titik tolak dan tujuan segenap hidup kita. Yesus adalah Sang Penolong umat-Nya selama Ia masih hidup di dunia bersama murid-murid Nya. Dan sekarang Roh Kudus adalah Sang Penolong Baru. Bukan sebagai Penolong asing, melainkan sungguh sebagai pembawa jaminan atau garansi kesetiaan Yesus sebagai Penyelamat kepada kita.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/