Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA V/B/2015

Ayb 7:1-4.6-7  1Kor 9:16-19.22-23  Mrk 1:29-39


PENGANTAR
       Dalam Injil Markus hari ini diceriterikan tentang Yesus di Kaparnaum yang menyembuhkan Ibu mertua Simon dan Andreas yang berbaring sakit demam, dan juga menyembuhkan banyak orang sakit lainnya. Tetapi sesudah bermalam di sana, pagi-pagi benar Ia pergi ke tempat sunyi dan berdoa di sana, sebagai persiapan untuk bertugas di tempat lain, meskipun banyak orang mencari Dia. Marilah dalam perayaan Ekaristi ini kita membuka hati untuk mendengarkan sabda Tuhan yang disampaikan kepada kita tentang apa yang dilakukan Yesus dalam Injil tersebut.

HOMILI
       Orang pertama yang disembuhkan Yesus adalah seorang perempuan, yaitu ibu mertua Simon (Petrus) yang berbaring karena demam tubuhnya. Tangannya dipegang oleh Yesus dan dibangunkan dan perempuan itu pun sembuh. Di zaman itu apa yang dilakukan Yesus tidak akan dilakukan orang, sebab itu dianggap bertentangan dengan adat atau kebudayaan zamannya. Yesus bukan hanya menyembuhkan seorang perempuan dengan memegang tangannya. Bahkan Yesus juga menginjinkan perempuan itu melayaninya di meja. Yesus berkali-kali berbuat demikian melawan pandangan atau adat istiadat yang berlaku di zaman-Nya. Apa makna perbuatan yang dilaksanakan Yesus itu bagi kita?

       Tanggapan atau balasan yang dilakukan ibu mertua Simon (Petrus) yang disembuhkan itu terhadap Yesus dapat kita lihat sebagai penghayatan hidup dan perbuatan seorang murid atau pengikut Yesus, yang sederhana namun mutlak perlu dilaksanakan: menghormati, mengasihi dan menolong sesama. Ibu mertua itu meniru apa yang dilakukan Yesus! Itulah suatu model atau contoh yang dilakukan Yesus sepanjang hidup-Nya, seperti dapat kita dalam ceritera-ceritera di dalam segenap Injil. Perempuan itu peka dan langsung berbuat. Apa yang dilakukan ibu mertua itu lain sekali, bahkan bertentangan dengan apa yang justru dilakukan oleh Petrus dan rasul-rasul lainnya sendiri. Perempuan itu berbuat sesuai dengan apa yang dilakukan Yesus,yaitu melayani. Tetapi Simon (Petrus) dan rekan-rekannya hanya minta Yesus, supaya memperhatikan orang banyak yang minta bantuan (lih. Mrk 1:37), tetapi sementara itu ia sendiri dan mereka tidak berbuat apa-apa bagi orang lain. Injil Markus mengajak kita melihat dan menghargai kaum perempuan sebagai manusia sederajad dengan laki-laki.

       Patut kita perhatikan, bahwa dalam Injil Markus banyak diceriterakan tentang orang-orang perempuan. Misalnya tentgang  seorang janda yang meskipun miskin, tetapi ia memberi sebagai sumbangan “semua yang ada padanya” (Mrk 12:41-44). Atau ada seorang perempuan yang mengurapi kepala Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya (14:3-9). Ada juga beberapa perempuan yang melayani Yesus ketika berkarya di Galilea, dan kemudian tetap mengikuti Yesus ke Yerusalem, meskipun dari jauh karena takut akan pandangan orang, yaitu di dalam perjalanan-Nya sebagai tahanan menuju ke kayu salib, dan akhirnya juga sampai ke pemakaman-Nya (15:40-41. 16:1). 

       Dari ceritera-ceritera itu terbuktilah bagaimana perempuan-perempuan itu melaksanakan panggilan mereka sebagai pengikut-pengikut Yesus, dan menjadi murid-murid-Nya yang sejati. Contohnya, begitu dibebaskan dari demamnya, ibu mertua itu langsung melayani Yesus. Mengalami itu betapa besar penghargaan Yesus atas martabat kaum perempuan! Karena itu setiap kebudayaan yang benar harus tahu menghargai martabat perempuan seperti dilakukan oleh Yesus! Kita diingatkan bahwa Tuhan menghargai martabat setiap orang, baik laki-laki ataupun perempuan, namun menurut sikap dasar pribadinya dan kesediaannya untuk melaksanakan kehendak-Nya. Karena itu sikap dan anggapan kita sebagai manusia terhadap orang perempuan harus sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus sendiri.

       Ada ajaran lain yang diberikan Injil hari ini kepada kita. Penyembuhan demam si ibu mertua Petrus merupakan suatu simbol kekuatan Yesus untuk menyembuhkansegala bentuk demam manusia, baik jasmani maupun rohani. Sekitar tahun 400 St. Hironimus di Betlehem memberi homili tentang Injil hari ini sebagai berikut:“Oh, semoga Ia sudi datang di rumah kita, masuk dan menyembuhkan demam dosa-dosa kita dengan perintah-perintah-Nya. Sebab setiap orang dari kita siapapun menderita demam. Bila aku marah, kuderita demam. Begitu banyak dosa, begitu banyak demam. Marilah kita mohon para rasul agar mereka mohon yesus datang kepada kita untuk menyentuh tangan kita. Sebab bila Ia meraba tangan kita, demam kita segera lenyap”.

       Yesus datang menyembuhkan jiwa dan raga, - itulah kedatangan Kerajaan Allah. Sabda Yesus berdaya meraih dan menggerakkan segenap pribadi kita. Ia menyembuhkan tubuh kita, tetapi terutama Ia menyembuhkan setiap orang,  yang menderita sakit dalam hubungan dengan Allah dan sesama. Itulah demam kita!

       Akhirnya pesan Injil Markus hari ini kepada kita ialah apa yang dilakukan Yesus sesudah Ia menyembuhkan ibu mertua Petrus. Yaitu ternyata Ia kemudian mengambil waktu untuk memperkuat diri dengan berdoa. Apakah kita juga berbuat yang sama, yaitu berdoa sesudah kita membanting tulang bekerja giat, sibuk dalam kegiatan sehari-hari, di tengah demam panas di dalam hidup kita?

       Semoga Injil Markus, yang sederhana namun begitu kaya pesannya hari ini, mengingatkan kita akan kerahiman dan kebaikan Allah kepada kita. Tetapi jangan sampai kebaikan Allah kepada kita itu hanya kita simpan bagi diri sendiri dan tidak diteruskan juga kepada sesama kita. Semoga daya atau kekuatan Yesus untuk menyembuhkan segala penyakit rohani maupun jasmani manusia, sekarang inipun tetap berdaya efektif atau berhasil. Semoga kita semua tetap sehat dan segar dalam menghayati hidup kristiani kita sebagai murid-murid Yesus sejati.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/