Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKA II/B/2015

Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18   Rm 8:31b-34   Mrk 9:2-10


PENGANTAR
          Dalam masa Puasa dan Pantang ini, Injil Markus Hari Minggu Prapaskah II  ini berceritera tentang Yesus yang mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke gunung, di mana Yesus berubah dan tampil dalam keagungan-Nya, dengan pakaian yang berkilat-kilat sebagai tanda kemuliaan-Nya. Bahkan mereka mendengar suara: “Inilah Anak-Ku terkasih, dengarkanlah Dia”. Tetapi ketika turun dari gunung itu untuk bertemu dengan murid-murid lainnya, Yesus melarang menceriterakan pengalaman mereka itu kepada orang lain. Hanya boleh diberitahukan sesudah “Anak Manusia akan  bangkit dari antara orang mati”. Marilah kita berusaha memahami pesan Injil hari ini dengan hati terbuka.

HOMILI
          Patut kita perhatikan bahwa Petrus, Yakobus dan Yohanes, yang sama inilah kelak diajak Yesus memasuki kebun zaitun di Getsemani, untuk menyaksikan penderitaan batin-Nya yang dahsyat. Pengalaman ketiga rasul ini, bila kita renungkan dan pahami secara mendalam, sungguh meru-pakan santapan rohani, yang sangat berbobot bagi hidup kita sebagai orang beriman. Perjalanan batin ketiga rasul itu adalah contoh perjalanan batin kita sebagai orang yang sungguh percaya kepada Yesus sebagai Penebus.

          Dalam suratnya kedua, yang ditulisnya 30 tahun kemudian, Petrus menulis: “Kami menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa…yang mengatakan:’Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan’” (lih. 2 Ptr 1:16-18). Dan Yohanes dalam Injil, yang ditulisnya sekitar 65-70 tahun kemudian, menegaskan: “Kami menyaksikan kemuliaan-Nya”. Meskipun Yakobus tidak meninggalkan catatan tentang kebahagiaan yang dialaminya, namun kitapun sekarang dapat dan harus ikut bahagia dan bergembira bersama ketiga rasul itu. Kebahagiaan mereka itu memang baru utuh sesudah Yesus bangkit.

          Di mana letak kebahagiaan mereka itu? Penampakan kemuliaan Yesus di gunung itu adalah salah satu tanda atau bukti, bahwa Yesus Kristus adalah Putera Allah. Memang, meskipun tiga tahun lamanya para murid Yesus dapat melihat, mendengar, mengalami sendiri tanda-tanda ilahi Yesus sebagai Almasih, namun baru sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, mereka sungguh percaya dan bahagia! Tiga tahun mereka bukan hanya melihat tanda-tanda yang positif, melainkan juga yang negatif: Yesus dikritik, dicurigai, ditolak, dihina, menderita, bahkan mati disalib! Namun akhirnya Ia memang Penebus: Ia ternyata bangkit!

          Bukankah pengalaman para rasul itu juga pengalaman kita? Bukan hanya kita  perorangan saja, tetapi juga sebagai umat kristen, sebagai Gereja, kita tidak selalu merasa pasti, merasa aman, tenang, tergantung dari kondisi dan situasi di mana kita hidup dan berada. Di banyak tempat, sekarangpun Gereja tidak selalu berada dalam keadaan yang menggembirakan. Di negara maju keadaan dan peranan Gereja sering tidak diperhatikan ataupun dihar-gai. Umatnyapun  di mana-mana acuh tak acuh dalam menghayati hidup imannya. Di beberapa negara umat kristiani dibunuh oleh kelompok kekutan NIIS (Negara Islam di Irak dan Suriah). Namun Gereja Kristus selama masih tetap ada selama 20 abad. Seandainya Yesus bukan Putera Allah, Gereja pasti sudah lama roboh, karena  diserang oleh “kekuatan yang jahat”, baik dari luar maupun dari dalam tubuh Gereja sendiri. Tetapi Kristus adalah Allah, karena itu Gereja-Nya akan tetap teguh melaksanakan perutusannya sampai akhir zaman.

          Apa pesan Injil hari ini kepada kita? Kita diajak bergembira dan bersyukur kepada Tuhan atas penampakan kemuliaan-Nya. Sebab meskipun dalam perjalanan hidup kita menjumpai begitu banyak tantangan dan godaan, namun kita tetap memiliki jaminan dan kepastian untuk mengatasi-nya, dan akan menerima hidup bahagia yang abadi. Yesus akan selalu menyertai kita, asal kita tetap bertekun mengatasi segala rintangan, baik dari luar maupun dan terutama dari dalam, yaitu dari diri kita sendiri. Karena itu sangat berguna kita ingat akan penampakan kemuliaan Yesus di gunung itu, yang kemudian diabadikan dalam kebangkitan-Nya. Bila teguh dalam iman, kita pun kelak akan ikut bangkit bersama Dia.

 

________
Catatan:
Dalam Bac. I terlukiskan sikap dasar Abraham sebagai seorang pribadi yang sungguh beriman (bukan sekadar resmi beragama) kepada Allah. Kerelaan melaksanakan kehendak Allah, yang sepintas lalu sungguh tidak masuk akal, itulah bukti kesungguhan kepercayaan akan kebaikan dan kasih Allah.

Bac. II membuktikan kesungguhan kasih Allah kepada manusia, yang juga tidak masuk akal, namun merupakan suatu kenyataan.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/