Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
Materi iman

 

 

PENGANTAR KITAB 1 TAWARIKH

Bagi mereka yang ingin mengenal sejarah Israel, Kitab Tawarikh (Chronicles) tidak mengajarkan hal-hal baru; apa yang ditulis di sini sudah diceritakan dalam Kitab Samuel dan Raja-Raja. Perbedaannya terletak pada seleksi peristiwa dan cara penyampaiannya.

Penulis Kitab Tawarikh (Chronicles) ingin menunjukkan bahwa masa depan bangsa Yahudi tergantung pada kesetiaan mereka pada hukum Musa dan pada ketentuan pemujaan.

Pada masanya, bangsa Yahudi tidak lagi menjadi satu negara berdaulat, tetapi setidak-tidaknya menjadi satu propinsi yang berdaulat dari kekaisaran Persia. Tumbuh di antara mereka keiginan untuk menjadikannya suatu negara "teokrasi", yaitu suatu Kerajaan Allah, yang diperintah dalam nama-Nya oleh para imam. Mereka mencoba melupakan para penguasa Persia yang membiarkan mereka agak bebas dan mereka mengorganisasikan kehidupan nasional di kenisah dan hukuni Musa. Mereka menantikan kedatangan "Putra Daud". Dan mereka bisanya mengatakan, "Bila hukum ditaati sepenuhnya di seluruh negara untuk sehari penuh, Messias akan datang".

Inilah alasannya sehingga penulis hampir secara khusus tertarik pada sejarah raja-raja Yehuda keturunan Daud. Sementara penulis memberikan kita sebuah daftar nenek moyang Daud sampai pada Adam, ia tidak mengatakan satu kata pun tentang kerajaan Israel di mana kebanyakan orang pilihan hidup, karena kerajaan Israel telah berpisah dari kerajaan Daud. Penulis memberikan kepada kita rincian yang menarik yang tidak ditemukan dalam Kitab Samuel dan Raja-Raja, tetapi secara umum, kisah ini tampaknya tidak nyata dan membosankan kita. Lebih jauh, terbawa oleh imannya yang penuh gairah, ia sangat menyenangi jumlah yang sangat besar dan kadang-kadang ia mengubah kenyataan untuk memperkuat argumennya (bdk. 1Raj 22:30 dan 2Taw 20:35; 2Sam 12:31 dan 1Taw 20:3) .

Bagaimana kita dapat mengambil manfaat dengan membaca kitab ini? Pada setiap halaman kita akan menemukan keyakinan orang yang percaya tidak mempunyai ambisi yang lain kecuali memenuhi kehendak Allah; kemenangan-kemenangan lainnya akan datang sebagai hadiah. Lebih dari itu, kitab ini merupakan sebuah peringatan bahwa orang-orangnya yang percaya kepada Kristus (Christ's people) walaupun sekarang mereka tidak menipunyai batas-batas jelas yang kelihatan dan tidak hidup terisolir atau menjauhi orang. banyak, tidak harus kehilangan keunikan mereka dalam upaya pembaruan dengan orang banyak. Orang-orang percaya tak akan menyerupai mereka yang tidak percaya, tidak juga mereka berpikir dengan cara yang sama. Mereka mempunyai misi sendiri dan mereka peduli akan persatuan yang kelihatan dari Gereja, di sekeliling orang yang ditempatkan Allah di tengah-tengah mereka sebagai wakil-Nya

Sumber : Kitab Suci Komunitas Kristiani (Edisi Pastoral Katolik)

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id