Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
Materi iman

 

 

PENGANTAR KITAB YOSUA

Musa memimpin bangasa Israel ke dataran-dataran rendah daerah Moab di seberang Yordan, tetapi mereka masih harus masuk ke tanah yang telah dijanjikan kepada leluhur mereka.

Meskipun kepemimpinan musa kuat, kaum Israel adalah suatu bangsa yang tidak terorganisisr; tetap suatu suku bangasa yang hanya merupakan kumpulan-kumpulan suku-suku, keluarga-keluarga, dan kota-kota, yang disatukan karena merasa senasib dalam petualangan. Apabila membaca kitab suci secara teliti, tampaknya banyak kaum Israel yang tidak menetap bersama musa di daerah oase Kades yang subur, melainkan mereka telah masuk ke Palestina dari bagian selatan sebelum Yosua melakukannya. Kaum Israel yang lain telah mendiami dataran tinggi Moab (Bil 32).

Meraka yang menyeberang sungai Yordan pada masa Yosua hamper semua masuk dengan sikap damai. Dengan tenda-tenda dan domba-domba mereka menghuni bukit-bukit yang mengelilingi kota-kota orang Kanaan yang sudah terbentangi. Mereka membiarkan daratan-daratan rendah untuk orang Kanaan yang sudah terorganisir. Mereka hidup berdampingan dan berinteraksi dengan orang Kanaan. Karena orang Kanaan lebih kaya dan lebih tinggi budayanya, banyak dari kaum Israel ikut melaksanakan kebudayaan-kebudayaan orang Kanaan dan mengabdi dewa-dewi mereka, yang pada gilirannya mebawa resiko musnahnya kaum Israel sebagai suatu bangsa.

Meraka yang menyelamatakan Israel adalah mereka yang berani, yang bersama Yosua memutuskan untuk menaklukan negeri itu. Kita melihat kekejian dari apa yang mereka perbuat. Namun demikian, mereka telah melaksanakan rencana Allah dengan cara yang dianggap tepat pada masa itu. Kota-kota dan raja-raja (yang adalah kepala-kepala suku) pada masa itu tercerai berai (tidak bersatu). Karena itu Yosua melakukan serangkaian serangan dan pukulan yang akhirnya melahirkan kesadaran kebangsaan kaum Israel. Selanjutnya penaklukan negeri tersebut baru mencapai akhir yang baik hanya setelah dua abad kemudian masa kepemimpinan Daud.

Ada kenyataan bahwa yang selalu membuat sejarah adalah kaum minoritas. Ketika kita berbicara tentang gereja dan karya yang dahsyat di tengah dunia, kita secara khusus berbicara tentang kelompok minoritas, mereka yang meiliki iman; sedangkan yang lain tidak sadar akan misi hidupnya. Mirip dengan hal tersebut; kita berbicara tentang gerakan-gerakan emansipasi padahal kita melihat bahwa hanya segelintir orang saja yang memiliki kepedulian hidup sesuai jiwa gerakan tersebut. Walaupun demikian, kaum minoritas militant dapat menggerakan massa untuk apa yang diperjuangkan. Hal yang sama juga dialami kaum Israel. Lima abad kemudian, ketika para Nabi mengumpulkan dokumen yang dimiliki tentang penaklukan dan penulis ini, mereka tidak bermaksud menceriterakan sejarah yang tepat dan lengkap. Mereka membatasi diri pada mengetengahkan perbuatan-perbuatan yang berani yang memungkinkan terbentuknya Negara masa depan Israel. Karena itu janganlah diperdaya ketika buku ini mengatakan bahwa”seluruh orang Israel” berjuang bersama Yosua atau ketika dikatakan bahwa Yosua menaklukan Palestina dengan membunuh semua penduduknya. Buku Yosua berkisah tentang hal-hal kecul yang ikut membuat sebuah sejarah besar.

Sumber : Kitab Suci Komunitas Kristiani (Edisi Pastoral Katolik)

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id