Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No KGK: contoh masukkan no. KGK : 67, 834 atau 883-901, 1125-1140
Materi iman
Dokumen Gereja
Dok.: No. : Pilih Dokumen yg di tuju & masukkan no. dok. yg dicari - 0 (nol) daftar isi- (cat. kaki lihat versi Cetak)

 

 

KONSTITUSI APOSTOLIK
“MISSALE ROMANUM”

Constitutio Apostolica “Missale Romanum

lanjutan.....

BAB VII

PEMILIHAN RUMUS MISA DAN
BAGIAN-BAGIANNYA

 

         352. Secara pastoral perayaan liturgi akan lebih mengena, bila bacaan, doa, dan nyanyian dipilih sesuai dengan keperluan, taraf pendidikan, dan kemampuan rohani umat yang hadir. Oleh karena itu, hendaknya dimanfaatkan semua kemungkinan yang diberikan dalam memilih, sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

         Dalam merancang Misa, imam hendaknya lebih mengutamakan kepentingan rohani umat Allah daripada keinginannya sendiri. Rumus-rumus Misa hendaknya dipilih sesuai dengan pendapat dan persetujuan para pembantu dan petugas dalam liturgi, termasuk saran umat beriman mengenai bagian-bagian yang langsung menyangkut mereka.

         Oleh karena ada banyak kemungkinan untuk memilih bagian-bagian Misa, maka diakon, lektor, pemazmur, komentator, dan paduan suara, sebelum perayan masing-masing harus tahu rumus manakah yang akan mereka bawakan, jangan sampai terjadi sesuatu tanpa persiapan. Sebab koordinasi yang baik dan penyelenggaraan yang serasi akan sangat menolong umat untuk terlibat dalam perayaan Ekaristi dan memetik manfaat yang lebih besar.

I. Pemilihan Rumus Misa

         353. Pada hari raya imam wajib mengikuti penanggalan liturgi Gereja tempat ia merayakan Misa.

         354. Pada hari-hari Minggu, hari-hari biasa dalam Masa Adven, Natal, Prapaskah, dan Paskah, hari-hari pesta dan peringatan wajib, hendaknya diindahkan petunjuk-petunjuk berikut:

         a. Kalau Misa dirayakan bersama dengan jemaat, hendaknya imam mengikuti penanggalan liturgi Gereja.

         b. Kalau Misa dirayakan tanpa jemaat, imam dapat mengikuti penanggalan liturgi Gereja atau penanggalannya sendiri.

         355. Pada hari-hari peringatan fakultatif, aturannya sebagai berikut:

         a. Pada hari-hari biasa dalam Masa Adven yang jatuh pada 17-24 Desember, hari-hari selama oktaf  Natal dan Masa Prapaskah (kecuali pada hari Rabu Abu dan hari-hari biasa selama Pekan Suci), imam memakai rumus Misa hari biasa yang bersangkutan. Tetapi, kalau pada hari-hari tersebut dalam penanggalan liturgi tercantum suatu peringatan, imam boleh menggunakan doa pembukanya; hal ini tidak berlaku pada hari Rabu Abu atau hari-hari biasa selama Pekan Suci. Pada hari-hari biasa selama Masa Paskah, dan pada peringatan orang kudus dapat digunakan semua teks yang ditentukan untuk peringatan yang bersangkutan.

         b. Pada hari-hari biasa dalam Misa Adven sebelum 17 Desember, dalam Masa Natal mulai 2 Januari, dan pada hari-hari biasa dalam Masa Paskah, imam boleh memilih rumus Misa hari biasa yang bersangkutan, rumus Misa orang kudus atau salah satu orang kudus yang diperingati pada hari yang bersangkutan atau yang namanya tercantum dalam martirologium pada tanggal itu.

         c. Pada hari-hari biasa dalam Masa Biasa, rumus Misa boleh diambil dari hari biasa yang bersangkutan, dari peringatan fakultatif, dari seorang kudus yang namanya tercantum dalam martirologium pada tanggal itu, dari rumus Misa untuk pelbagai keperluan, atau Misa votif.

         Kalau merayakan Misa umat, imam hendaknya mengutamakan kepentingan rohani umat. Janganlah ia memaksakan kesukaannya sendiri kepada mereka. Terutama harap diusahakan agar bacaan bersambung pada hari biasa tidak terlalu sering diputus-putus tanpa alasan yang kuat. Sebab Gereja ingin menghidangkan kepada umat beriman makanan sabda Allah dengan lebih berlimpah.160

         Dengan dalih yang sama janganlah imam terlalu sering memakai rumus Misa arwah. Sebab setiap Misa dirayakan demi keselamtan manusia baik yang hidup maupun yang sudah meninggal. Lagipula dalam tiap Doa Syukur Agung sudah tercantum juga doa untuk arwah.

         Kalau suatu Peringatan Fakultatif Santa Perawan Maria atau seorang kudus tertentu sangat digemari oleh umat, hendaknya sekurang-kurangnya satu Misa dirayakan dengan memakai rumus itu, agar harapan wajar umat beriman terpenuhi.

         Kalau boleh memilih antara peringatan yang ada dalam penangalan umum dan yang ada dalam penanggalan khusus keuskupan atau tarekat, maka, menurut tradisi Gereja, peringatan khusus itu mendapat prioritas.

II. Pemilihan Bagian-bagian Misa

         356. Dalam memilih bagian-bagian Misa, baik yang berkaitan dengan masa liturgi maupun dengan rumus para kudus, hendaknya diikuti pedoman berikut :

Pemilihan Bacaan     

         357. Untuk hari Minggu dan hari raya ditentukan tiga bacaan, yaitu satu bacaan dari “Kitab para nabi” satu dari “Kitab para rasul” dan satu Injil. Maksudnya ialah untuk membimbing umat agar memahami kesinambungan karya keselamatan, seturut rencana Allah yang mengagumkan . Ketiga bacaan itu harus diikuti dengan saksama.

         Untuk hari-hari pesta ditentukan dua bacaan. Tetapi, kalau, seturut kaidah, suatu pesta ditingkatkan menjadi hari raya, maka ditambahkan satu bacaan lagi, yang diambil dari rumus umum orang kudus yang bersangkutan.

         Untuk peringatan orang  kudus, biasanya digunakan bacaan-bacaan yang ditentukan untuk hari biasa yang bersangkutan, kecuali kalau untuk peringatan orang kudus itu tersedia bacaan-bacaan khusus. Biasanya, bacaan-bacaan khusus itu disediakan untuk menyoroti segi tertentu dari kehidupan rohani atau kegiatan orang yang kudus yang bersangkutan. Penggunaan bacaan-bacaan seperti itu tidak diwajibkan, kecuali kalau ada alasan pastoral yang mendesak.

         358. Dalam Buku Bacaan Misa Harian disediakan bacaan-bacaan untuk setiap hari sepanjang tahun. Maka, hendaknya bacaan-bacaan itu digunakan pada hari yang bersangkutan, kecuali kalau pada hari itu ada hari raya atau pesta, atau ada peringatan-peringatan yang memiliki bacaan khusus dari Perjanjian Baru, dimana disebut nama orang kudus yang dirayakan.

         Kadang-kadang bacaan bersambung sepanjang pekan terputus oleh suatu hari raya, pesta atau perayaan khusus lain. Kalau demikian, imam hendaknya memperhatikan semua bacaan dalam pekan itu, lalu menentukan bacaan manakah yang dapat dilewati, mana yang sebaiknya digabungkan dengan bacaan lain, supaya bacaan bersambung berjalan terus dan umat tidak dirugikan.

         Dalam Misa dengan kelompok khusus imam dapat memilih bacaan-bacaan yang lebih sesuai dengan kelompok itu, asal bacaan-bacaan itu diambil dari Buku Bacaan Misa yang telah disahkan.

         359. Dalam Buku Bacaan Misa disediakan khazanah bacaan yang lebih kaya untuk  Misa Ritual dan Misa untuk Pelbagai keperluan.

         Daftar bacaan tersebut disusun dengan maksud, supaya pewartaan sabda Allah lebih terarah. Dengan demikian umat dididik untuk lebih memahami misteri yang mereka rayakan dan mencintai sabda Allah dengan lebih nyata.

         Oleh karena itu, bacaan-bacaan yang akan dimaklumkan dalam perayaan liturgi hendaknya dipilih atas dasar pertimbangan pastoral.

         360. Kadang-kadang untuk bacaan yang sama disediakan kutipan panjang dan kutipan singkat; pemilihannya harus didasarkan pada pertimbangan pastoral. Dalam keadaan seperti itu, hendaknya sungguh dipertimbangkan kemampuan umat untuk mendengarkan dengan baik entah kutipan panjang entah kutipan singkat, juga hendaknya diperrtimbangkan hak mereka untuk mendengarkan kutipan yang lebih lengkap yang akan dijelaskan lewat homili.

         361. Kadang-kadang disediakan teks alternatif, entah satu entah lebih. Dalam menentukan pilihan hendaknya dipertimbangkan mana yang paling mengesan untuk umat yang hadir. Beberapa bahan pertimbangan misalnya karena suatu teks lebih mudah ditangkap, atau lebih sesuai dengan jemaat yang berhimpun, atau demi manfaat pastoral umat, perlu mengulang atau mengganti teks yang sudah ditentukan untuk suatu perayaan atau disarankan sebagai alternatif.

         Situasi seperti itu bisa muncul kalau teks yang sama harus dibacakan lagi selang beberapa hari, misalnya pada suatu hari Minggu dan pada hari biasa dalam pekan yang bersangkutan, atau kalau dikhawatirkan bahwa suatu kutipan akan menciptakan kesulitan di pihak umat beriman. Akan tetapi, hendaknya diperhatikan, jangan sampai dalam pemilihan teks bacaan ada kutipan-kutipan Alkitab yang selalu disingkirkan.

         362. Dalam nomor-nomor tersebut di atas diberikan banyak kemungkinan untuk memilih teks bacaan yang paling sesuai. Namun, dalam keadaan tertentu, Konferensi Uskup dapat memberikan keleluasaan lebih besar lagi untuk memilih bacaan, asal bacaan-bacaan itu diambil dari Buku Bacaan Misa atau Alkitab yang disahkan.

Pemilihan Doa

         363. Dalam setiap Misa digunakan doa-doa yang khusus disediakan untuk perayaan yang bersangkutan, kecuali kalau ada ketentuan-ketentuan lain.

         Pada peringatan orang kudus, digunakan doa pembuka (kolekta) khusus untuk hari yang bersangkutan atau, kalau tidak ada, di pilih teks yang cocok dari rumus umum yang bersangkutan. Doa persiapan persembahan dan doa komuni, kalau tidak ada yang khusus, diambil dari rumus umum atau dari hari biasa dalam pekan/masa liturgi yang bersangkutan.

         Pada hari-hari biasa sepanjang tahun doa-doa dapat diambil dari hari Minggu sebelumnya, dari salah satu hari Minggu lain dalam Masa Biasa, atau juga dari rumus Misa untuk pelbagai keperluan yang tersedia dalam Misale. Boleh Juga, dari rumus-rumus Misa tersebut hanya diambil doa pembukanya.

         Dengan demikian tersedia khazanah doa yang sangat kaya, sehingga kehidupan umat beriman dapat dipupuk dengan makanan rohani yang lebih berlimpah.

         Untuk masa-masa liturgi yang khusus, doa-doa yang tersedia dalam Misale, sudah disesuaikan dengan ciri khas masa liturgi dan kebutuhan umat yang bersangkutan.

Pemilihan Doa Syukur Agung

         364. Dalam Tata Perayan Ekaristi disediakan banyak sekali rumus prefasi. Maksudnya ialah supaya dalam Doa Syukur Agung  segi syukur lebih  ditekankan, dan masing-masing segi dalam misteri keselamatan lebih diuraikan.

         365. Dalam memilih Doa Syukur Agung yang tersedia dalam Tata Perayaan Ekaristi hendaknya diperhatikan petunjuk-petunjuk berikut :

         a. Doa Syukur Agung I, atau kanon Romawi, dapat digunakan kapan saja. Doa Syukur Agung I terutama dianjurkan pada hari-hari yang memiliki Communicantes 161  khusus, atau dalam Misa-misa yang memiliki Hanc igitur 162 khusus.

         Doa Syukur Agung I juga cocok pada pesta para rasul dan orang-orang kudus yang namanya disebut dalam Doa Syukur Agung ini; juga pada hari-hari Minggu kecuali kalau, karena pertimbangan pastoral, lebih disarankan Doa Syukur Agung II.

         b. Doa Syukur Agung II, karena sifatnya yang khusus, lebih cocok untuk hari-hari biasa dan untuk kesempatan-kesempatan tertentu.163 Memang Doa Syukur Agung ini memiliki prefasi sendiri; tetapi dapat juga digunakan prefasi lain, terutama prefasi-prefasi yang merangkum misteri keselamatan, seperti prefasi-prefasi hari Minggu biasa. Dalam Misa arwah, sebelum Ingatlah (pula) saudara-saudara kami…, dapat disisipkan doa khusus untuk orang yang sudah meninggal.

         c.  Doa Syukur Agung III dapat digunakan dengan prefasi manapun. Doa Syukur Agung ini sangat cocok untuk hari Minggu dan pesta-pesta. Kalau Doa Syukur Agung III ini digunakan dalam Misa Arwah, doa Sudilah pula…,dapat diganti dengan doa khusus untuk arwah.

         d.  Doa Syukur Agung IV mempunyai prefasi yang tetap. Dalam Doa Syukur Agung ini dipaparkan seluruh sejarah keselamatan. Doa Syukur Agung ini dapat digunakan dalam setiap Misa yang tidak mempunyai prefasi khusus dan pada hari Minggu dalam Masa Biasa. Karena susunannya yang istimewa, dalam Doa Syukur Agung IV ini tidak dapat disisipkan doa arwah khusus.

Pemilihan Nyanyian

         366.  Nyanyian-nyanyian yang terdapat dalam Tata Perayaan Ekaristi, misalnya Anak domba Allah, tidak boleh diganti dengan nyanyian lain.

         367.   Dalam memilih nyanyian pembuka, mazmur tanggapan, persiapan persembahan, dan komuni hendaknya diperhatikan petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam kaitan dengan masing-masing nyanyian (bdk.no.40-41, 47-48, 61-64, 87-88).

 

BAB VIII

MISA DAN DOA
UNTUK PELBAGAI KESEMPATAN
DAN MISA ARWAH

 

I. Misa dan Doa untuk Pelbagai Kesempatan.

         368.  Bagi orang-orang beriman yang cukup matang, liturgi sakramen dan pemberkatan menyucikan hampir setiap peristiwa kehidupan dengan rahmat ilahi yang mengalir dari misteri Paskah. 164 Perayaan Ekaristi merupakan sakramen yang termulia diantara sakramen-sakramen lainnya. Maka dari itu dalam Misale disediakan banyak rumus Misa dan doa yang dapat digunakan untuk pelbagai kesempatan dalam kehidupan kristen, untuk keperluan umat manusia, Gereja Universal dan umat setempat.

         369.  Mengingat keleluasaan yang cukup besar dalam memilih bacaan dan doa, maka hendaknya rumus Misa untuk pelbagai kesempatan tidak terlalu sering dipakai, artinya hanya bila situasi sungguh menuntutnya.

         370.   Dalam semua perayaan Ekaristi pada kesempatan-kesempatan khusus boleh dipakai bacaan-bacaan dan mazmur tanggapan dari hari biasa, asal cocok dengan perayaan.

         371.   Ketentuan-ketentuan dalam bab ini berlaku untuk Misa ritual, Misa untuk pelbagai keperluan atau kesempatan, Misa untuk aneka situasi, dan Misa Votif.

         372.  Misa Ritual adalah Misa yang dirayakan dalam kaitan dengan sakramen dan sakramentali, Misa ritual dilarang pada hari-hari Minggu selama Masa Adven, Prapaskah, dan Paskah, pada hari-hari raya, pada hari-hari dalam oktaf Paskah, pada Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, pada Rabu Abu, dan selama Pekan Suci. Disamping itu hendaknya diindahkan kaidah-kaidah khusus yang diberikan dalam buku-buku rituale atau dalam rumus Misa yang bersangkutan.

         373.   Misa Untuk Pelbagai Keperluan dirayakan dalam keadaan atau saat-saat tertentu, entah secara insidental entah secara teratur, untuk suatu keperluan khusus. Dari rumus-rumus Misa untuk Pelbagai Keperluan inilah pihak yang berwenang dapat memilih rumus Misa yang sesuai dengan ujud-ujud khusus yang ditetapkan Konferensi Uskup pada saat-saat tertentu dalam kurun tahun Liturgi.

         374.   Kalau timbul suatu keperluan yang mendesak, atau kalau ada manfaat pastoral, dengan petunjuk uskup diosesan atau dengan izin beliau, dapat dirayakan Misa khusus yang sesuai dengan keperluan tersebut. Misa seperti ini dapat dirayakan pada hari manapun, kecuali pada hari-hari raya dan hari-hari Minggu dalam Masa Adven, Prapaskah, dan Paskah, pada hari-hari dalam oktaf Paskah, pada Peringatan Arwah Semua Orang  Beriman, pada hari Rabu Abu dan selama Pekan Suci.

         375.   Misa Votif  adalah Misa yang merayakan misteri-misteri Kristus atau Misa untuk menghormati Santa Perawan Maria, malaikat,salah satu orang kudus atau semua orang kudus. Demi devosi umat setempat, Misa seperti ini dapat dirayakan pada hari-hari biasa dalam Masa Biasa, juga kalau pada hari itu ada peringatan fakultif. Tetapi Misa yang merayakan misteri-misteri yang terkait dengan kejadian-kejadian dalam kurun hidup Tuhan Yesus dan Santa Perawan Maria, kecuali Misa Maria Dikandung Tanpa Dosa, tidak boleh dirayakan sebagai Misa Votif, karena perayaannya merupakan bagian utuh dari perayaan tahun liturgi.

         376.   Misa untuk pelbagai keperluan dan Misa Votif dengan sendirinya dilarang pada hari-hari peringatan wajib, pada hari biasa dalam Masa Adven sebelum 17 Desember, pada Masa Natal mulai 2 Januari, pada Masa Paskah sesudah oktaf Paskah. Akan tetapi, kalau ada suatu keperluan khusus atau demi manfaat pastoral, dalam Misa umat dapat digunakan rumus Misa yang sesuai dengan keperluan atau manfaat tersebut. Hal ini hendaknya diputuskan oleh pastor paroki atau oleh imam yang memimpin Misa.

         377. Imam selalu boleh memilih rumus Misa dan doa untuk berbagai kesempatan khusus pada hari-hari biasa sepanjang tahun, juga kalau pada hari itu ada peringatan fakultatif. Tetapi, rumus Misa Ritual tidak boleh digunakan.

         378. Peringatan Santa Perawan Maria pada hari Sabtu sangat dianjurkan, sebab dalam liturgi Gereja Bunda Sang Penebus dihormati di atas semua orang kudus.165

II. Misa Arwah

         379. Kurban ekaristi Paskah Kristus dipersembahkan oleh Gereja bagi para arwah. Sebab semua anggota dalam Tubuh Kristus merupakan persekutuan, sehingga dengan demikian yang sudah mati pun menerima pertolongan rohani, sedangkan yang masih hidup dihibur dengan harapan.

         380. Misa arwah yang terpenting ialah yang dirayakan pada hari pemakaman. Misa ini boleh dirayakan pada hari liturgi manapun, kecuali hari-hari raya wajib, hari Kamis dalam Pekan Suci, Trihari Paskah, dan hari-hari Minggu dalam masa Adven, Prapaskah dan Paskah. Dalam kaitan ini, harus diperhatikan juga tuntutan-tuntutan hukum lainnya.166

         381. Misa arwah dapat diselenggarakan pada saat berita kematian diterima, pada hari pemakaman, dan pada peringatan satu tahun kematian, biarpun hari itu jatuh dalam oktaf Natal atau bertepatan dengan suatu peringatan wajib, atau juga pada hari biasa, asal tidak bertepatan dengan hari Rabu Abu atau hari biasa dalam Pekan Suci.

         Misa arwah lainnya, atau Misa “harian”, dapat dirayakan pada hari biasa dalam Masa Biasa, kalau pada hari itu dirayakan peringatan fakultatif dan kalau Ibadat Harian diambil dari hari biasa yang bersangkutan, asal betul-betul dipersembahkan untuk orang yang telah meninggal.

         382. Dalam Misa pemakaman hendaknya diadakan homili singkat, yang sama sekali tidak boleh diganti dengan sambutan yang memaparkan kebaikan-kebaikan orang yang baru meninggal.

         383. Umat beriman, terutama keluarga orang yang baru meninggal, hendaknya diajak menyambut Tubuh ( dan Darah ) Kristus, sehingga mereka juga mengambil bagian sepenuh-penuhnya dalam kurban Misa yang dirayakan untuk orang yang baru meninggal.

         384. Jika Misa pemakaman langsung disusul ritus pemakaman, maka penutup Misa ditiadakan; sesudah doa komuni, langsung diadakan ritus pelepasan; tetapi ini hanya dilakukan kalau jenazahnya ada disitu.

         385. Dalam merancang dan memilih bagian-bagian Misa arwah, terutama Misa pemakaman, hendaknya bagiab-bagian tidak tetap, misalnya doa-doa, bacaan-bacaan, dan doa umat, dipilih dengan saksama, sehingga dari sudut pastoral sesuai dengan keadaan orang yang baru meninggal, keluarga yang berduka, dan semua yang hadir. Di samping itu, hendaknya para gembala umat beriman memperhatikan juga orang-orang yang hadir, entah katolik entah tidak, yang hanya pada kesempatan pemakaman seperti ini mengikuti perayaan liturgi dan mendengarkan Injil. Mereka ini biasanya tidak pernah atau jarang sekali menghadiri perayaan Ekaristi atau sudah kehilangan iman sama sekali. Orang-orang itu hendaknya juga mendapat perhatian dari iman, sebab imam harus wewartakan Injil kepada semua orang.

 

<<< Sebelumnya [Home] Selanjutnya >>>

[Home] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19] [20] [21] [22] [23] [24][25] [26] [Daftar Singkatan]

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id