Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

121.Pada waktu perarakan menuju altar, dilagukan nyanyian pembuka (bdk. no. 47-48)

122.Setibanya di depan altar, imam dan para pelayan membungkuk khidmat.
Kalau dalam perarakan ini dibawa salib, maka salib itu dipajang di dekat altar sehingga berfungsi sebagai salib altar, dan hanya salib itulah yang harus digunakan; kalau ada salib lain, lebih baik salib perarakan ini dipajang di tempat lain ( diluar panti imam ). Lilin-lilin yang dibawa oleh para pelayan, ditempatkan di dekat altar.

123.Imam menuju altar dan menciumnya sebagai tanda penghormatan. Kalau dianggap perlu, imam lalu mendupai salib dan berkeliling mendupai altar.

124.Kemudian, imam pergi ke tempat duduk. Semua tetap berdiri, dan bila nyanyian pembuka selesai, imam bersama dengan seluruh umat membuat tanda salib sementara imam berkata: Dalam (Demi) nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus, dan umat menjawab: Amin
Lalu imam memberi salam kepada umat. Ia menghadap ke arah umat, membuka tangan dan mengucapkan salah satu rumus salam yang tersedia. Kemudian imam atau seorang pelayan lain dapat menyampaikan kata pengantar amat singkat tentang Misa yang dirayakannya.

125.Kemudian menyusul pernyataan tobat. Sesudah itu, dilagukan atau diucapkan Tuhan Kasihanilah sesuai dengan petunjuk rubrik (bdk.no.52).

126.Seturut ketentuan, kemudian dilagukan atau diucapkan kemuliaan (bdk.no. 53).

127.Lalu, sambil membuka tangan imam mengajak umat: Marilah kita berdoa, lalu langsung mengatupkan tangan. Semua hadirin bersama dengan imam berdoa sejenak dalam hati. Setelah itu imam merentangkan tangan dan membawakan doa pembuka (kolekta), yang ditutup oleh umat dengan seruan : Amin.

128.Sesudah doa pembuka (kolekta), semua duduk. Imam dapat menyampaikan pengantar amat singkat agar umat mendengarkan sabda Tuhan dengan baik. Kemudian, lektor pergi ke mimbar dan mewartakan bacaan pertama dari Buku Bacaan Misa yang sudah tersedia di sana sejak sebelum misa. Umat mendengarkannya. Sesudah bacaan, lektor berseru: Demikianlah sabda Tuhan, dan umat menjawab dengan seruan: Syukur kepada Allah.

Tepat sekali bila sesudah bacaan diadakan saat hening sejenak, supaya umat dapat merenungkan sebentar apa yang telah mereka dengar.

129.Sesudah bacaan, pemazmur atau lektor sendiri membawakan ayat-ayat mazmur tanggapan. Umat menanggapi dengan menyerukan / melagukan ulangan.

130.Kalau sebelum Injil masih ada bacaan kedua, lektor mewartakannya dari mimbar. Umat mendengarkannya dan, sesudah bacaan, memberi tanggapan dengan seruan seperti di atas (no.128). Tepat sekali bila sesudah bacaan diadakan saat hening sejenak.

<<   >>