Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

2.Konsili Trente sudah menandaskan secara sungguh-sungguh, bahwa sedari hakikatnya Misa adalah kurban;[*] hal ini memang sesuai dengan tradisi Gereja universal. Ajaran ini ditegaskan kembali oleh Konsili Vatikan II yang mengutarakan kata-kata mutiara tentang Misa sebagai berikut:"Dalam perjamuan malam terakhir, ketika akan diserahkan, Juruselamat kita mengadakan kurban Ekaristi Tubuh dan Darah-Nya. Dalam kurban ini Ia mengabadikan kurban
salib untuk selama-lamanya sampai Ia datang kembali. Di sini kepada Gereja, mempelai-Nya yang terkasih, Ia mempercayakan kenangan akan wafat dan kebangkitan-Nya."[*]

Ajaran Konsili ini senantiasa diungkapkan pula dalam rumus-rumus Misa. Misalnya saja ajaran yang secara singkat padat tertera dalam buku Sacramentarium Leoniaum: "Setiap kali kenangan akan kurban ini dirayakan, karya penebusan kita terlaksana."[*] Keyakinan ini dijabarkan secara cermat dan tepat dalam Doa-Doa Syukur Agung. Sebab bila dalam Doa Syukur Agung imam melakukan pengenangan ( anamnesis ), ia menghadap Allah, juga atas nama seluruh umat, bersyukur kepada-Nya dan mempersembahkan kurban yang hidup dan suci, yang merupakan persembahan Gereja sebagai kurban sejati, yakni Putra-Nya sendiri, yang berkat kematian-Nya telah mendamaikan kita dengan Allah.[*] Imam pun berdoa agar Tubuh dan Darah Kristus menjadi kurban yang berkenan pada Allah dan membawa keselamatan bagi seluruh dunia.[*]

Dengan demikian, dalam Misale baru, tata doa ( lex orandi ) Gereja sesuai dengan tata iman ( lex crecendi ) yang abadi. Sebab menurut iman Gereja kita diajar, bahwa antara kurban salib dan pengulangannya secara sakramental dalam Misa tidak ada perbedaan. Perbedaannya terletak hanya dalam cara pengurbanannya. Jadi kurban salib dan kurban Misa itu satu dan sama, yakni kurban yang dipersembahkan dan diwariskan oleh Kristus Tuhan pada perjamuan malam terakhir. Ini diperintahkan kepada para rasul, supaya dilakukan sebagai kenangan akan Dia.
Maka Misa itu sekaligus merupakan kurban pujian dan syukur, kurban pendamai dan pelunas.

<<   >>