Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

204.Dengan alasan istimewa, pada kesempatan-kesempatan tertentu, bila suatu perayaan atau suatu pesta mempunyai arti penting, diperbolehkan merayakan Misa atau Misa konselebrasi lebih dari satu kali sehari, yaitu :
a. Pada hari Kamis dalam Pekan Suci, Imam yang sudah merayakan Misa atau berkonselebrasi dalam Misa Krisma pagi hari, boleh merayakan Ekaristi atau ikut berkonselebrasi dalm Misa sore mengenang Perjamuan Malam Tuhan.
b. Pada Hari Raya Paskah, imam yang telah merayakan Misa atau ikut berkonselebrasi dalam Misa Malam Paskah, boleh merayakan Misa atau ikut berkonselebrasi pada Misa hari Minggu Paskah.
c. Pada Hari Raya Natal semua imam boleh merayakan Misa atau ikut berkonselebrasi tiga kali, asal masing-masing Misa dirayakan pada waktunya.
d. Pada Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, semua imam boleh tiga kali merayakan Misa atau ikut berkonselebrasi asal Misa itu dirayakan pada waktu yang berbeda, dan kaidah-kaidah yang berkaitan dengan Misa kedua dan Misa ketiga dipatuhi.[*]
e. Imam yang ikut Misa konselebrasi dengan uskup atau wakilnya dalam sinode atau pada kunjungan pastoral, atau ikut konselebrasi pada pertemuan antar imam, boleh merayakan Misa lagi untuk kepentingan umat beriman. Kaidah yang sama berlaku juga untuk pertemuan tarekat-tarekat religius.

205.Misa konselebrasi, apapun bentuknya, diatur menurut kaidah yang sudah lazim (bdk. no.112-198). Tetapi harap diperhatikan beberapa hal yang dipertahankan atau diubah sebagaimana disebut di bawah ini.

206.Sama sekali tidak diperbolehkan, seorang imam menggabungkan diri dalam Misa konselebrasi yang sudah dimulai atau meninggalkan Misa konselebrasi sebelum selesai.

207.Untuk Misa konselebrasi, di panti imam hendaknya disiapkan tempat duduk dan teks / buku untuk para imam konselebran, sedangkan di meja-samping disiapkan satu piala dengan ukuran yang cukup memadai atau beberapa piala.

208.Jika dala Misa konselebrasi tak ada diakon, tugas-tugas khusus diakon diambil alih oleh beberapa imam konselebran.

Kalau para pelayan lain juga tidak hadir, tugas-tugas mereka dapat diserahkan kepada anggota jemaat yang layak; kalau tidak, tugas-tugas itu diambil alih oleh beberapa imam konselebran.

209.Imam-imam konselebran mengenakan busana liturgis di sakristi atau di suatu tempat lain. Pakaiannya sama dengan pakaian untuk Misa yang dirayakan oleh satu imam. Tetapi kalau ada alasan wajar, misalnya bila jumlah imam besar dan jumlah busana liturgis kurang, maka cukuplah selebran utama mengenakan kasula, sedangkan imam-imam lain hanya mengenakan alba dengan stola di atasnya.

210.Bila segala sesuatu sudah siap, maka seperti biasanya diadakan perarakan masuk menuju altar. Para imam konselebran berjalan di depan selebran utama.

211.Setibanya di depan altar, para konselebran dan selebran utama membungkuk khidmat, kemudian semua menghormati altar dengan menciumnya, lalul pergi ke tempat duduk masing-masing. Bila tata cara menyarankan dipakai dupa, selebran utama lebih dulu mendupai salib dan altar, baru kemudian pergi ke tempat duduk.

212.Selama liturgi sabda para konselebran tetap tinggal pada tempat masing-masing; mereka duduk atau berdiri mengikuti selebran utama.

Bila Misa konselebran dipimpin uskup dan tidak ada diakon, Injil dimaklumkan oleh salah seorang imam konselebran. Dalam hal ini, sebelum memaklumkan Injil, ia lebih dulu minta berkat dari uskup. Akan tetapi, hal ini tidak dilakukan kalau selebtran utama itu seorang imam.

213.Homili biasanya disampaikan oleh selebran utama atau oleh salah seorang konselebran.

214.Persiapan Persembahan (bdk.no.139-145) dilakukan oleh selebran utama. Para konselebran tetap duduk pada tempatnya.

215.Sesudah selebran utama memanjatkan doa persiapan persembahan, para konselebran mendekat ke altar dan berdiri di sekelilingnya. Tetapi harus diusahakan agar mereka tidak menghambat jalannya perayaan; juga tidak menghalangi pandangan jemaat beriman agar mereka dapat menyaksikan dengan jelas kegiatan kudus yang dilaksanakan di altar. Hendaknya mereka tidak menghalangi jalan diakon kalau ia harus menghampiri altar untuk melaksanakan tugasnya.

Meskipun dalam suatu Misa konselebrasi hadir banyak imam, diakon tetap melaksanakan pelayanannya di altar, yakni pelayanan yang menyangkut piala dan Misale. Tetapi sedapat mungkin diakon berdiri sedikit di belakang para konselebran.

216.Prefasi dilagukan atau diucapkan hanya oleh selebran utama. Kudus dilagukan atau diucapkan oleh semua imam konselebran, bersama dengan umat dan paduan suara.

217.Sesudah Kudus, Doa Syukur Agung diteruskan oleh para imam konselebran dengan cara seperti diterangkan di bawah. Kalau tidak ada petunjuk khusus, maka hanya selebran utama melakukan tata gerak yang disarankan dalam Doa Syukur Agung.

218.Dalam bagian-bagian yang diucapkan oleh semua konselebran bersama-sama, terutama kata-kata konsekrasi, yang memang harus diucapkan oleh semua, hendaknya para konselebran memakai suara lembut, supaya suara selebran utama terdengar dengan jelas. Dengan demikian umat dapat mengikuti doa-doa itu tanpa kesulitan.

219.Dalam Doa Syukur Agung I atau Kanon Romawi, doa Maka ya Bapa yang maharahim,?...diucapkan hanya oleh selebran utama sambil merentangkan tangan.

220.Doa untuk orang yang masih hidup Ingatlah, ya Tuhan, ?.dan doa Dalam persatuan dengan seluruh Gereja?., seyogyanya masing-masing dibawakan oleh seorang konselebran. Ia harus mengucapkannya sendirian dengan suara lantang, sambil merentangkan tangan.

221.Doa Maka kani mohon, ya Tuhan, diucapkan hanya oleh selebran utama sambil merentangkan tangan.

222.Dari doa Ya Tuhan, kami mohon sampai dengan Allah yang mahakuasa, utuslah malaikat-Mu. selebran utama melakukan tata gerak yang disarankan sementara semua konselebran mengucapkan doa bersama-sama dengan cara sebagai berikut :
a. Waktu mengucapkan doa Ya Tuhan kami mohon?. Semua imam mengulurkan tangan kanan ( dengan telapak ke bawah ) ke arah persembahan.
b. Waktu mengucapkan Pada hari sebelum menderita dan Demikian pula?para konselebran mengatupkan tangan.
c. Bila dianggap baik, waktu mengucapkan kata-kata Tuhan
{ Inilah Tubuh-Ku / Inilah Darah-Ku }, para konselebran mengulurkan tangan kanan ( dengan telapak keatas ) ke arah roti dan piala. Waktu hosti dan piala diperlihatkan, mereka memandangnya, kemudian menghormatinya dengan membungkuk khidmat.
d. Waktu mengucapkan doa Oleh karena itu, ya Tuhan, dan Sudilah memandang persembahan ini semua imam merentangkan tangan.
e. Waktu mengucapkan doa Allah yang mahakuasa, utuslah malaikat-Mu ?sampai pada kata-kata :.yang mengambil bagian dalam perjamuan altar ini para konselebran mengatupkan tangan sambil membungkuk. Kemudian, mereka tegak kembali, dan pada kata-kata: dipenuhi dengan rahmat dan berkat surgawi mereka membuat tanda salib pada diri sendiri.

223.Doa untuk orang yang sudah meninggal Ingatlah juga ya Tuhan seyogyanya diserahkan kepada seorang konselebran yang mengucapkannya sendirian dengan suara lantang sambil merentangkan tangan.

224.Waktu mengucapkan doa Perkenankanlah juga kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa ini semua konselebran menepuk dada.

225.Dengan pengantaraan Dia Engkau menciptakan diucapkan oleh selebran utama sendirian.

226.Dalam Doa Syukur Agung II, Sungguh kuduslah Engkau ya Bapa?. Diucapkan hanya oleh selebran utama sambil merentangkan tangan.

227.Doa-doa dari Maka kami mohon:.sampai dengan Kini kami ikut ambil bagian . Diucapkan oleh semua konselebran bersama-sama dengan cara yang berikut :
a. Waktu mengucapkan Kami mohon: .... semua imam mengulurkan tangan kanan
(dengan telapak ke bawah) ke arah persembahan.
b. Waktu mengucapkan Sebab pada malam Ia diserahkan,dan Demikian pula, mengakhiri perjamuan, semua imam mengatupkan tangan.
c. Bila di rasa baik, waktu mengucapkan kata-kata Tuhan { Inilah Tubuh-Ku ?./ Inilah Darah-Ku }, para konselebran mengulurkan tangan kanan ( dengan telapak ke atas ) ke arah roti dan piala. Waktu hosti dan piala diperlihatkan, mereka memandangnya, kemudian menghormatinya dengan membungkuk khidmat.
d. Waktu mengucapkan doa Dengan mengenangkan ..dan Kini kami ikut ambil bagian? semua imam merentangkan tangan.

228.Doa untuk orang yang masih hidup Bapa, perhatikanlah Gereja-Mu?serta doa untuk orang-orang yang telah meninggal Selamatkanlah hamba-Mu?seyogyanya masing-masing diserahkan kepada seorang konselebran, yang mengucapkannya sendirian dengan suara lantang sambil merentangkan tangan.

229.Dalam Doa Syukur Agung III, Sungguh kuduslah Engkau, ya Bapa ? diucapkan hanya oleh selebran utama sambil merentangkan tangan.

230.Doa-doa dari Maka sudilah, ya Bapa sampai dengan Kami mohon, terimalah persembahan Gereja-Mu ini ?diucapkan oleh semua imam bersama-sama dengan cara sebagai berikut :
a. Waktu mengucapkan Maka sudilah, ya Bapa.semua imam mengulurkan tangan kanan ( dengan telapak ke bawah ) ke arah persembahan.
b. Waktu mengucapkan Sebab pada malam dikhianati dan Demikian pula, mengakhiri perjamuan semua imam mengatupkan tangan.
c. Bila di rasa baik, waktu mengucapkan kata-kata Tuhan { Inilah Tubuh-Ku ?./ Inilah Darah-Ku }, para konselebran mengulurkan tangan kanan ( dengan telapak ke atas ) ke arah roti dan piala. Waktu hosti dan piala diperlihatkan, mereka memandangnya, kemudian menghormatinya dengan membungkuk khidmat.
d. Waktu mengucapkan doa Bapa, kami mengenang Yesus Kristus, Dan Kami mohon, terimalah persembahan Gereja-Mu ini, semua imam merentangkan tangan.

231.Doa-doa permohonan Semoga kami disempurnakan oleh-Nya,?dan Ya Bapa, semoga berkat kurban pendamai ini?.seyogyanya masing-masing diserahkan kepada seorang konselebran, yang mengucapkannya sendirian dengan suara lantang sambil merentangkan tangan.

232.Dalam Doa Syukur Agung IV, doa Kami memuji Engkau, ya Bapa yang kudus?sampai dengan kata-kata ?.Roh Kudus itu ? menyucikan dunia diucapkan hanya oleh selebran utama sambil merentangkan tangan.

<<   >>