Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 211. | Setibanya di depan altar, para konselebran dan selebran utama membungkuk khidmat, kemudian semua menghormati altar dengan menciumnya, lalul pergi ke tempat duduk masing-masing. Bila tata cara menyarankan dipakai dupa, selebran utama lebih dulu mendupai salib dan altar, baru kemudian pergi ke tempat duduk. |
| 212. | Selama liturgi sabda para konselebran tetap tinggal pada tempat masing-masing; mereka duduk atau berdiri mengikuti selebran utama. Bila Misa konselebran dipimpin uskup dan tidak ada diakon, Injil dimaklumkan oleh salah seorang imam konselebran. Dalam hal ini, sebelum memaklumkan Injil, ia lebih dulu minta berkat dari uskup. Akan tetapi, hal ini tidak dilakukan kalau selebtran utama itu seorang imam. |
| 213. | Homili biasanya disampaikan oleh selebran utama atau oleh salah seorang konselebran. |
| 214. | Persiapan Persembahan (bdk.no.139-145) dilakukan oleh selebran utama. Para konselebran tetap duduk pada tempatnya. |
| 215. | Sesudah selebran utama memanjatkan doa persiapan persembahan, para konselebran mendekat ke altar dan berdiri di sekelilingnya. Tetapi harus diusahakan agar mereka tidak menghambat jalannya perayaan; juga tidak menghalangi pandangan jemaat beriman agar mereka dapat menyaksikan dengan jelas kegiatan kudus yang dilaksanakan di altar. Hendaknya mereka tidak menghalangi jalan diakon kalau ia harus menghampiri altar untuk melaksanakan tugasnya. Meskipun dalam suatu Misa konselebrasi hadir banyak imam, diakon tetap melaksanakan pelayanannya di altar, yakni pelayanan yang menyangkut piala dan Misale. Tetapi sedapat mungkin diakon berdiri sedikit di belakang para konselebran. |
| 216. | Prefasi dilagukan atau diucapkan hanya oleh selebran utama. Kudus dilagukan atau diucapkan oleh semua imam konselebran, bersama dengan umat dan paduan suara. |
| 217. | Sesudah Kudus, Doa Syukur Agung diteruskan oleh para imam konselebran dengan cara seperti diterangkan di bawah. Kalau tidak ada petunjuk khusus, maka hanya selebran utama melakukan tata gerak yang disarankan dalam Doa Syukur Agung. |
| 218. | Dalam bagian-bagian yang diucapkan oleh semua konselebran bersama-sama, terutama kata-kata konsekrasi, yang memang harus diucapkan oleh semua, hendaknya para konselebran memakai suara lembut, supaya suara selebran utama terdengar dengan jelas. Dengan demikian umat dapat mengikuti doa-doa itu tanpa kesulitan. |
| 219. | Dalam Doa Syukur Agung I atau Kanon Romawi, doa Maka ya Bapa yang maharahim,?...diucapkan hanya oleh selebran utama sambil merentangkan tangan. |
| 220. | Doa untuk orang yang masih hidup Ingatlah, ya Tuhan, ?.dan doa Dalam persatuan dengan seluruh Gereja?., seyogyanya masing-masing dibawakan oleh seorang konselebran. Ia harus mengucapkannya sendirian dengan suara lantang, sambil merentangkan tangan. |