Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 311. | Tempat umat beriman hendaknya diatur dengan sakama, sehingga mereka dapat berpartisipasi dengan semestinya dalam perayaan-perayaan kudus, baik secara visual maupun secara batin. Sebagaimana lazimnya, baiklah disediakan bangku atau tempat duduk lain bagi mereka. Tetapi kebiasaan menyediakan tempat duduk istimewa bagi orang-orang tertentu harus dihapus.[*] Khususnya dalam gereja-gereja yang dibangun baru, bangku atau tempat duduk lain itu hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga umat dengan mudah dapat melaksanakan tata gerak yang dituntut dalam aneka bagian perayaaan, dan tanpa hambatan dapat maju untuk menyambut Tubuh dan Darah Kristus. Hendaknya diusahakan, agar umat tidak hanya dapat melihat imam, diakon, dan lektor tetapi juga, dengan bantuan sarana teknologi modern, dapat mendengar mereka tanpa kesulitan. |
| 312. | Paduan suara merupakan bagian utuh dari umat yang berhimpun namun memiliki tugas yang khusus. Oleh karena itu, dengan memperhatikan tata ruang gereja, paduan suara hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga kedua ciri khas tersebut tampak dengan jelas. Juga agar paduan suara dapat menjalankan tugasnya dengan mudah, dan memungkinkan setiap anggota paduan suara berpartisipasi secara penuh dalam Misa, yaitu berpartisipasi secara sakramental.[*] |
| 313. | Organ dan alat-alat musik lain yang boleh digunakan dalam liturgi, hendaknya diatur pada tempat yang cocok, sehingga dapat menopang nyanyian baik paduan suara maupun umat, dan kalau dimainkan sendiri dapat didengar dengan baik oleh seluruh umat. Seyogyanya, sebelum digunakan khusus untuk liturgi, organ diberkati menurut tata cara yang diuraikan dalam buku Rituale Romanum.[*] Selama Masa Adven, organ dan alat musik lainnya hendaknya dimainkan secara sederhana sehingga mengungkapkan ciri khas masa ini; jadi, jangan terlalu meriah sehingga memberi kesan bahwa Natal telah tiba. Selama Masa Prapaskah, organ dan alat musik lainnya hanya boleh dimainkan untuk menopang nyanyian, kecuali pada Minggu Laetare (Minggu Prapaskah IV) dan hari raya serta pesta yang terjadi dalam masa ini. |
| 314. | Sesuai dengan tata bangun masing-masing gereja dan kebiasaan setempat, Sakramen Mahakudus hendaknya disimpan dalam tabernakel yang dibangun di salah satu bagian gereja. Tempat tabernakel itu hendaknya sungguh mencolok, indah, dan cocok untuk berdoa.[*] Seturut ketentuan, hendaknya hanya ada satu tabernakel dalam satu gereja. Tabernakel hendaknya dibangun permanen, dibuat dari bahan yang kokoh, tidak mudah dibongkar, dan tidak tembus pandang. Tabernakel hendaknya dilengkapi dengan kunci yang aman, sehingga setiap bahaya pencemaran dapat dihindarkan.[*] Seyogyanya, sebelum dikhususkan untuk penggunaan liturgis, tabernakel diberkati seturut tata cara yang diuraikan dalam buku Rituale Romanum.[*] |
| 315. | Sangatlah sesuai dengan makna simbolisnya, kalau tabernakel sebagai tempat menyimpan Sakramen Mahakudus tidak diletakkan di atas altar di mana dirayakan Ekaristi.[*] Oleh karena itu, sesuai dengan kebijakan uskup diosesan, tabernakel lebih baik ditempatkan: a. kalau di panti imam, terpisah dari altar yang digunakan untuk merayakan Ekaristi, dalam bentuk dan tempat yang serasi, tidak terkecuali pada altar lama yang tidak lagi digunakan untuk merayakan Ekaristi ( no.303 ); b. di kapel yang cocok untuk sembah sujud dan doa pribadi umat beriman;[*] dari segi tata bangun, kapel ini hendaknya terhubung dengan gereja dan mudah dilihat oleh umat. |
| 316. | Selaras dengan tradisi, di dekat tabernakel harus dipasang lampu khusus yang menggunakan bahan bakar minyak atau lilin. Lampu ini bernyala terus-menerus sebagai tanda dan ungkapan hormat akan kehadiran Kristus.[*] |
| 317. | Semua hal lain yang berkaitan dengan penyimpanan Sakramen Mahakudus dan ditetapkan oleh hukum, hendaknya selalu diperhatikan.[*] |
| 318. | Dalam liturgi yang dirayakan di dunia, Gereja mencicipi liturgi surgawi yang dirayakan di kota suci Yerusalem. Gereja ibarat peziarah yang berjalan menuju Yerusalem baru, tempat Kristus duduk disisi kanan Allah . Dengan menghormati para kudus, Gereja juga berharap agar diperkenankan menikmati persekutuan dengan mereka dan ikut merasakan kebahagiaan mereka.[*] Maka, sesuai dengan tradisi Gereja yang sudah sangat tua, ruang ibadat dilengkapi juga dengan patung Tuhan Yesus, Santa Perawan Maria, dan para kudus, agar dapat dihormati oleh umat beriman.[*] Di dalam gereja, patung-patung itu hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat membantu umat beriman menghayati misteri-misteri iman yang dirayakan di sana.Maka, harus diupayakan jangan sampai jumlahnya berlebihan, dan patung-patung itu hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak membelokkan perhatian uamt dari perayaan liturgi sendiri.[*] Tidak boleh ada lebih dari satu patung orang kudus yang sama. Pada umumnya, pemanfaatan patung dalam tata ruang dan tata hias gereja, hendaknya sungguh mempertimbangkan keindahan dan keagungan patung itu sendiri serta manfaatnya untuk kesalehan seluruh umat. |
| 319. | Seturut teladan Kristus, Gereja selalu menggunakan roti dan anggur dengan air untuk merayakan perjamuan malam Tuhan. |
| 320. | Roti yang digunakan untuk merayakan Ekaristi harus dari gandum, masih baru, dan menurut kebiasaan Gereja Latin roti itu tidak beragi. |