Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 34. | Kepada para Diakon "ditumpangkan tangan bukanya supaya mereka menerima imamat melainkan untuk menjadikan mereka pelayan", sebagai orang yang berkelakuan baik, mereka harus bertindak sedemikian rupa sehingga dengan bantuan Allah mereka dapat dikenal sebagai murid-murid sejati dari dia "yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani", dan yang berada ditengah-tengah para muridnya "sebagai seorang yang melayani" dikuatkan oleh karunia Roh kudus yang telah mereka terima melalui penumpangan tangan, mereka ditentukan untuk melayani umat Allah, dalam persatuan dengan uskup dan para imamnya, Karena itu pun mereka harus memandang uskup sebagai seorang bapak dan mendampingi dia serta pada imam "dalam pelayanan sabda, altar dan amal kasih". |
| 35. | Jangankah mereka mengabaikan, sesuai perkataan sang Rasul, untuk "memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci, dan mewartakan iman itu dengan perkataan dan karya sesuai dengan injil serta tradisi Gereja", dalam semangat pelayanan sepenuh hati, setia dan rendah hati terhadap Liturgi Suci sebagai sumber dan puncak hidup Gerejani, "sehingga semuanya yang melalui iman dan baptisan dijadikan anak-anak Allah, boleh bersatu seraya memuji Allah di tengah Gereja, untuk mengambil bagian dalam kurban dan menyantap perjamuan Tuhan", Maka hendaknya semua Diakon. menurut peranannya, berusaha agar Liturgi Suci dirayakan sesuai dengan penetapan-penetapan buku-buku liturgi yang telah disahkan. |
| 36. | Perayaan Misa, sebagai karya Kristus serta Gereja, merupakan pusat seluruh hidup kristiani, baik untuk Gereja universal maupun untuk Gereja partikular, dan juga untuk tiap-tiap orang beriman, yang terlibat didalamnya "pada cara-cara yang berbeda-beda sesuai dengan keaneka-ragaman jenjang, pelyanan dan partisipasi nyata," Dengan cara ini umat kristiani, "bangsa terpilih, imamat, rajawi, bangsa yang kudus, miliki Allah sendiri", menunjukan jenjang-jenjangnya menurut susunan hirarki yang rapih. "Karena imamat kaum beriman dan imamat misterial atau hiraskis sekalipun berbeda menurut intinya dan bukan hanya menurut tingkatanya-tertuju satu sama lain, karena keduanya, pada caranya sendiri, mengambil bagian dalam imamat tunggal Kristus". |