Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 37. | Seluruh umat beriman, dibebaskan dari dosa-dosanya dan dijadikan bagian dari Gereja melalui pembaptisan, ditentukan, melalui materai sacramental, akan pelaksanaan ibadat suci menurut agama kristiani demikian rupa sehingga berdasarkan imamat rajawi itu, sambil bertekun dalam doa dan pujian kepada Allah, mereka dapat mempersembahkan diri sebagai persembahan yang hidup dan kudus, yang berkenan kepada Allah-hal yang dibuktikan kepadan orang lain karma karya-karyanya, sambil memberi kesaksian tentang Kristus diseluruh bumi dan memberikan suatu jawaban kepada orang yang bertanya tentang harapan akan hidup abadi yang ada pada diri mereka, Maka itu partisipasi kaum beriman awam pun dalam Ekaristi dan dalam perayaan-perayaan Gerejani lain, tidak boleh merupakan suatu kehadiran melulu, apalagi suatu kehadiran pasif, melainkan sebaliknya harus sungguh dipandang sebagai suatu ungkapan dan kesadaran akan martabat pembaptisan. |
| 38. | Oleh sebab itu ajaran yang dipegang teguh oleh Gereja tentang makna Ekaristi bukan saja sebagai perjamuan melainka juga bahkan terutama sebagai kurban, dengan setepatnya dilihat sebagai salah satu pintu masuk utama bagi semua orang beriman akan partisipasi penuh dalam Sakramen sebesar ini. "Karena, bila dilucuti dari segi kurban, maka misteri ini hanya diartikan dan dipentingkan tidak lebih daripada sebuah perjamuan persaudaraan". |
| 39. | Demi memajukan dan memperjelas partisipasi aktif, maka dalam pembaharuan buku-buku litrugi yang sesuai dengan ikhtiar konsili dicanangkan belum lama ini, dicantumkan aklamasi?aklamasi oleh umat, jawaban-jawaban tertentu, lagu-lagu mazmur, antiphon dan kidung, selain itu pun diberi perhatian kepada gerak gerik dan aksi tertentu juga disediakan rubric-rubrik untuk peranan umat, sSelain itu diberi banyak kemudahan untuk kreaktivitas yang tepat, yang tujuannya ialah penyesuaian setiap perayaan pada kebutuhan para hadirin, pada pengertian mereka, persiapan batin dan bakatnya:semuanya dalam batas norma-norma liurgi yang berlaku, Dalam pilihan lagu-lagu serta doa-doa dan bacaan-bacaan, melalui homili, persiapan doa umat, penjelasan-penjelasan yang sewaktu-waktu dapat diberikan, dan melalui dekorasi gedung gereja sesuai dengan masa, maka tersedialah peluang yang luas untuk memasukan pada seitap perayaan sekedar variasi, melalui kekayaan tradisi litrugi pun menjadi lebih terang, dan dengan cara itu sambil berpegang pada tuntunan-tuntunan pastoral perayaan akan dengan penuh perhatian diresapi unsur-unsur khas yang akan menunjang penghayatan oleh para hadirin. namun demikian, perlu diingat bahwa daya perayaan-perayaan liturgis bukannya berasal dari mengubah-ngubahkan tata cara sesering mungkin, melainkan dari penghayatan yang makin mendalam akan sabda Allah dan misteri yang sedang dirayakan. |