Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No KGK: contoh masukkan no. KGK : 67, 834 atau 883-901, 1125-1140
Materi iman
Dokumen Gereja
Dok.: No. : Pilih Dokumen yg di tuju & masukkan no. dok. yg dicari - 0 (nol) daftar isi- (cat. kaki lihat versi Cetak)

 

 

Surat Bapa Uskup Untuk Keluarga

(Hari Raya Keluarga Kudus)

Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ   

1. Keluarga, keluarga Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang terkasih. Saya kali ini menulis kepada Anda dalam suasana prihatin. Saya prihatin dengan laporan dari Biro Pelayanan Buruh Lembaga Daya Dharma tentang adanya PHK/dirumahkan, yang sudah menimpa 14.000 orang lebih di wilayah kita. Padahal mereka itu menjadi tulang punggu bagi hidup keluarganya. Jumlah yang cukup banyak masih menunggu keputusan, dan mereka dapat sewaktu waktu kehilangan summber nafkah sehari hari. Entah berapa keluarga lagi yang menjadi miskin dan makin kekurangan karena suasana ekonomi umum yang sulit ini. Di dalam jumlah itu saya menemukan anda sebagai keluarga keluarga Katolik Keuskupan Agung Jakarta. Maka kalau saya sekarang menyampaikan ucapan "Selamat Natal 2008 dan Selamat Tahun Baru 2009" saya hanya dapat mengucapkan "Selamat" untuk hal yang paling pokok dan sangat mendasar bagi kita umat Katolik, yaitu "selamat" yang datang dari atas, berkat penebusan Tuhan Yesus Kristus.


2. Saya mengucapkan "selamat" kepada anda saat kita merayakan Pesta Kelahiran-Nya. Tahun Baru pun hanya memiliki arti baru karena hidup baru yang kita terima berkat "pengangkatan" kita menjadi anak anak Allah dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Untuk itu semua kita tetap bergembira meskipun kita sedang prihatin mengenai hidup kita di duia ini. Anda yang merayakan Natal dalam keadaan yang sulit ini dapat dengan konkret membayangkan Bapa Yosef dan Ibu Maria yang bahagia menyambut kelahiran PutraNya namun sekaligus dalam keprihatinannya, karena sedang dalam perjalanan yang asngat jauh. Ucapan "selamat" saya yang dalam arti demikian tadi sejalan dengan anjuran St. Paulus kepada umat di Tesalonika yang waktu itu sedang dalam banyak kesulitan. St. Paulus menulis antara lain demikian" "Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab inilah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kami" [1Tes 5:16-18]. Dalam ekadaan sulit apapun kita diharapkan senantiasa bersukacita karena keselamatan kita dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Tentu kita akan prihatin kalau tidak ada beras cukup. Tentu kita bingung kalau gas elpiji sulit didapatkan. Namun ada dasar ketenangan dan kegembiraan pokok yang membuat penderitaan tertahankan dan bahkan dalam iman masih dapat memuji Allah dan bersyukur karena keselamatan alam Tuhan Yesus Kristus yang kita miliki. Iman kita inilah yang selalu harus dijaga melebihi segala sesuatu. Kecuali bersuka cita, tentu tetap berdoa mohon kekuatan rahmat-Nya agar setia dalam iman. Semoga dalam situasi sulit ini anda mencari kekuatan dalam doa bersama keluarga. Tentu juga mohon rejeki sehari hari sepreti telah diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Tetapi diingatkan supaya  tidak lupa dalam doa itu mengucap syukur. Mengucap syukur senantiasa akan hal pokok dan mendasar yang telah kita terima, yaitu karunia iman akan Tuhan kita Yesus Kristus, iman yang menyelamatkan.

3. Setelah menyampaikan ucapan "Selamat" dalam arti yang paling mendasar, yaitu "selamat" berkat penebusan Tuhan Yesus Kristus, mari kita renungkan panggilan anda yang pokok dan mendasar sebagai keluarga Katolil. Keluarga kudus menerima panggilan khusus dari Allah. Panggilan hidup Keluarga Kudus sebenarnya intinya sejajar dengan panggilan anda sebagai Keluarga Katolik. Seperti Bapa Yosef dan Ibu Maria yang sudah dipertunangkan satu dengan yang lain, akhirnya disempurnakan Allah menjadi Keluarga Kudus, demikian pula anda yang disatukan dalam cinta insani, dijadikan keluarga beriman yang disatukan oleh Tuhan Yesus dalam Sakramen Pernikahan. Kalau Keluarga Kudus dikehendaki Allah menjadi Keluarga yang melahirkan dan selanjutnya mengasuh dan mendampingi Tuhan Yesus, Juru Selamat dan Pembaru hidup di dunia ini, demikian pula keluarga keluarga anda pun dipanggil untuk melahirkan, mengasuh dan mendidik mereka yang dipangggil Allah menjadi teman teman sekerja Tuhan Yesus sendiri. Mereka ini sebagai imam, biarawan biarawati dan awam akan dilibatkan dalam satu karya agung Tuhan Yesus Jusur selamat dan Pembaru Dunia. Kalau keluarga Kudus yang harus di asuh adalah Kanak Kanak Yesus, Kristus yang sejati, yang harus diasuh Keluarga Katolik adalah para "alter Christus" yaitu meerka yang karena sakramen baptis dan krisma menjadi "Kristus lain", orang orang yang dihidupi oleh Kristus dan telah menjadi Kristiani atau dijadikan makin serupa dengan Kristus. Suatu panggilan yang luhur dan mulia, besar pula tanggung jawabnya. Maka, persiapan untuk membangun Keluarga Kristiani yang baik dan sesuai panggilan mereka perlu diusahakan.

4. Maka anda sendiri sebagai keluarga Katolik juga diharapkan terlibat dalam karya agung Yesus membarui cara hidup di dunia ini. Itu berarti dalam keluarga sendiri, hiduip dihayati dalam iman dan relasi satu sama lain berdasarkan kasih dan semangat persaudaraan sejati. Adalah panggilan anda juga membuat mereka yang ada disekitar anda sebagai tetangga atau saudara seiman, bersama anda membangun hidup dalam persaudaraan sejati dan peduli satu sama lain. Dengan membangun umat basis, anda sebagai kaum awam yang ada dan hidup ditengah dunia terlibat dalam karya agung Yesus, memperbaiki cara hdiup yang dikuasi oleh kuasa dosa seperti: persaingan, perselisihan atau bahkan permusuhan satu dengan yang lain. Anda mengubah dengan rahmat Allah menjadi cara hidup yang berahmat dan berkenan kepada Allah. Saat kita sedang dalam kesulitan ekonomi, dimana keluarga tetangga atau teman dalam umat basis kena PHK atau menjadi miskin, solidaritas anda yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dengan mengumpulkan dana atau sembako untuk membantu keluarga yang membutuhkan merupakan realisasi dari pembaruan cara hidup sesuai dengan yang diusahakan dan dipromosikan oleh Tuhan Yesus. Anda dan Gereja setempat terlibat dan berpartisipasi dalam karya agung Tuhan Yesus itu. Dalam surat St. Paulus kepada umat di Roma, disebuutkan bagaimana umat dari daerah Achaya dan Makedonia sedang mengumpulkan dana yang akan dibawa St. Paulus kepada Umat di Yerusalem. [bdk Rom 15:25-27]. Maksud St. Paulus juga dijelaskan. Meskipun bagi umat Achaya dan Makedonia merupakan kewajiban kasih, namun bagi St. Paulus apa yang dibuat umat Yunani diluar daerah Yahudi kepada umat Yahudi di Yerusalem yang miskin, sekaligus membangun hidup dalam persaudaraan sejati yang mengatasi perbedaan kaya-miskin, mauun melintasi perbedaan suku atau bangsa. Sudha waktunya anda, keluarga keluarga yang lebih mampu mengorganisir bantuan lewat Paroki, sehingga kalau dibutuhkan dapat cepat disalurkan. Apalagi sekarang musim hujan sudah tiba. Banjir musiman sudah mengancam.

5. Tidak hanya nilai kasih persaudaraan dan kepedulian yang menjadi tugas promosi anda bersama Kristus. Banyak nilai seperti: adil, jujur, benar yang masih perlu di promosikan untuk menggantikan kebiasaan hidup tidak adil., tidak jujur, palsu, penuh tipu daya, korup, curang, dll. yang mempengaruhi cara hidup banyak orang di tengah masyarakat. Hormat akan kehidupan apa pun, dan hormat akan hak hak azasi orang masih perlu disuburkan. Dengan demikian anda sungguh terlihat dalam karya Agung Yesus memulihkan cara hidup yang dikuasai dosa. Dalam hal menanamkan nilai nilai positif tadi soal pendidikan anak menjadi penting. Gereja mengajarkan dan mengharapkan agar orang tua menjadi pendidik utama bagi anak anaknya. Bentuk mendidik anak, misalnya: dengan menyediakan waktu berhandai handai antara bapak-ibu dengan anak, walau sebentar. Sebab dengan demikian, relasi batin terbentuk dan proses mewariskan nilai nilai dapat terlaksana. Bentuk mendidik anak untuk beriman seyogyanya terwujud, misalnya dalam doa bersama, betapapun pendeknya. Dengan demikian kepada anak anak diwariskan tradisi bahwa Tuhan ada di tengah keluiarga, bentuk mendidik anak secara sosial dapat diperlihatkan dengan setiap kali menyelesaikan perselisihan dalam keluarga secara damai. Dengan demikian upaya perukunan menjadi pengalaman harian. Penting untuk dititipkan sejak dini, bahwa panggilan hidup itu dapat menjadi imam, biarawan biarawati atau awam. Panggilan hidup sebagai keluarga yang begitu mullia tadi juga perlu disampaikan, sehingga persiapan perkawinan harus menjadi sangat serius dilakukan.

6. Akhirnya dengan semangat pastorak gembala baik, saya menganjurkan agar keluarga keluarga Katolik menjadi kekuatan satu terhadap yang lain. Sehingga tak ada satu keluarga pun yang "hilang" atau satu keluarga pun yang tanpa rejeki kehidupan. Sekali lagi asya sampaikan "Selamat Natal" dan "Selamat Tahun Baru" Semoga Keluarga Kudus memberkati anda.

Dari Uskupmu,
Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id