Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

148.Sambil membuka tangan imam memulai Doa Syukur Agung dengan bernyanyi atau berkata: Tuhan sertamu. Umat menjawab : Dan sertamu juga. Selanjutnya waktu mengucapkan Arahkanlah hatimu?imam mengangkat tangan. Umat menjawab : Sudah kami arahkan. Kemudian sambil merentangkan tangan imam melanjutkan: Marilah bersyukur ?.Umat menjawab: sudah layak dan sepantasnya . Kemudian sambil tetap merentangkan tangan imam membawakan prefasi. Pada akhir prefasi imam mengatupkan tangan lalu bersama dengan semua yang hadir melagukan atau mengucapkan Sanctus (Kudus) (bdk.no.79b).

149.Imam melanjutkan Doa Syukur Agung dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat pada masing-masing Doa Syukur Agung.

Bila seorang uskup memimpin perayaan Ekaristi di wilayah keuskupannya, sesudah kata-kata Bapa Suci?atau yang senada, ia menambahkan : Saya,hamba-Mu yang hina ini. Tetapi, kalau ia memimpin perayaan Ekaristi diluar keuskupannya, sesudah kata-kata Bapa Suci?atau yang senada, ia menambahkan saya, hamba-Mu yang hina ini, dan saudara saya?, uskup Gereja?ini.

Dalam setiap perayaan Ekaristi, uskup diosesan atau pejabat Gereja yang menurut hukum sederajat dengannya harus disebut sebagai berikut: Bapa Suci.., uskup kami? (atau Vikaris, Prelat, Prefek, Abbas kami?).

Dalam Doa Syukur Agung boleh juga disebut uskup koajutor dan uskup pembantu, tetapi tidak uskup luar keuskupan yang kebetulan hadir dalam perayaan Ekaristi. Kalau harus disebut beberapa nama, penyebutannya dilakukan secara kolektif : Uskup kami?dan para uskup pembantunya.

Semua rumusan itu hendaknya digubah dengan saksama supaya cocok untuk masing-masing Doa Syukur Agung.

150.Bila dianggap perlu, sesaat sebelum konsekrasi, putra altar dapat membunyikan bel sebagai tanda bagi umat. Demikian pula sesuai dengan kebiasaan setempat,pelayan dapat membunyikan bel pada saat hosti dan piala diperlihatkan kepada umat sesudah konsekrasi masing-masing. Kalau dipakai pedupaan seorang pelayan mendupai roti/piala pada saat diperlihatkan kepada umat sesudah konsekrasi masing-masing.

151.Sesudah konsekrari, setelah imam berkata Agunglah misteri iman kita, umat melagukan atau melambungkan salah satu aklamasi anamnesis yang dipilih dari rumus-rumus yang tersedia.

Pada akhir Doa Syukur Agung, imam mengambil piala dan patena dengan hosti diatasnya dan mengangkatnya sambil melagukan atau mengucapkan doksologi dengan pengantaraan Kristus, Umat menanggapi doksologi ini dengan aklamasi Amin. Kemudian imam meletakkan piala dan patena diatas korporale.

152.Sesudah Doa Syukur Agung selesai, dengan tangan terkatup imam mengucapkan pengantar doa Bapa Kami. Kemudian, sambil merentangkan tangan imam melambungkan doa Bapa Kami bersama dengan umat.

153.Sesudah Bapa kami, sambil merentangkan tangan, imam membawakan embolisme sendirian. Umat menanggapinya dengan aklamasi Sebab Engkaulah raja.

154.Kemudian, sambil merentangkan tangan, dengan suara lantang imam mengucapkan doa Tuhan Yesus Kristus bersabda ?? Sesudah itu, imam menghadap ke arah umat, dan mengucapkan salam-damai. ( Semoga ) Damai Tuhan ....., sambil membuka tangan, lalu mengatupkannya lagi. Umat menjawab : sekarang dan selama-lamanya. Kemudian, kalau perlu, imam menambahkan : Marilah kita saling menyampaikan salam-damai.

Imam dapat memberikan salam-damai kepada para pelayan, tetapi tidak meninggalkan panti imam, sehingga jalannya perayaan tidak terganggu. Demikian juga kalau, karena alasan yang kuat, ia ingin memberikan salam-damai kepada beberapa anggota jemaat. Pada saat yang sama, sesuai dengan keputusan Konferensi Uskup, semua saling menyatakan salam-damai, persekutuan, dan kasih. Sementara menyampaikan salam-damai, umat berkata Damai Tuhan, dan dijawab Amin

<<   >>