Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 246. | Kalau komuni Darah Kristus dilaksanakan dengan minum langsung dari piala, maka dapat diikuti salah satu cara di bawah ini : a. Selebran utama mengambil pialadan berdoa dalam hati: Semoga Darah Kristus selalu melindungi aku. Sesudah minum sedikit, piala diberikan kepada diakon atau seorang imam konselebran. Kemudian selebran utama membagikan komuni kepada umat (bdk.no.160-162). Para konselebran menghampiri altar satu persatu, atau, kalau ada dua piala, berdua-dua, berlutut,, lalu menyambut Darah Kristus. Sesudah menyambut, mereka langsung membersihkan bibir piala, lalu kembali ke tempat duduk. b. Selebran utama tetap berdiri pada tempatnya menghadap ke arah altar dan menyambut Darah Kristus. Para konselebran juga tetap berdiri pada tempatnya masing-masing dan menerima piala dari tangan diakon atau salah seorang konselebran. Piala juga dapat diedarkan dari konselebran yang satu kepada yang lain. Setiap kali seorang konselebran minum dari piala, hendaknya bibir piala itu dibersihkan, entah oleh orang yang minum itu sendiri, entah oleh orang yang menyerahkannya. Sesudah menyambut, masing-masing kembali ke tempat duduk. |
| 247. | Pada altar, diakon dengan khidmat meminum seluruh Darah Kristus yang tersisa, kalau perlu, dibantu oleh beberapa konselebran. Kemudian ia membawa piala itu ke meja-samping, dan disana ia atau akolit yang sudah dilantik membersihkan serta merapikannya kembali seperti biasa (bdk.no.183). |
| 248. | Para konselebran dapat juga menyambut Darah Kristus di altar langsung sesudah menyambut Tubuh Kristus. Kalau begitu, selebran utama menyambut Tubuh dan Darah Kristus seperti dalam Ekaristi yang dipimpin oleh satu imam (bdk.no.158). Tetapi dalam menyambut Darah Kristus ia mengikuti salah satu cara yang telah ditentukan untuk para konselebran. Setelah selebran utama menyambut, piala diletakkan di sisi altar di atas sebuah korporale. Para konselebran satu per satu maju ke tengah, berlutut, lalu menyambut Tubuh Kristus. Kemudian mereka pergi ke sisi altar dan menyambut Darah Kristus menurut cara yang ditentukan untuk perayaan Ekaristi yang bersangkutan. Komuni untuk diakon dan pembersihan piala dilangsungkan seperti tersebut di atas. |
| 249. | Jika, dalam konselebrasi, komuni-dua-rupa dilaksanakan dengan mencelupkan hosti ke dalam piala, maka selebran utama menyambut Tubuh dan Darah Kristus seperti biasa. Tetapi ia hendaknya memperhatikan, agar dalam piala itu ada cukup banyak anggur untuk komuni para konselebran. Diakon atau salah seorang konselebran meletakkan piala di tengah atau di sisi altar di atas sebuah korporale. Patena dengan hosti-hosti ditempatkan di samping piala. Kemudian para konselebran maju ke altar satu per satu, berlutut, lalu mengambil hosti dan mencelupkannya sedikit ke dalam piala. Dengan tangan kiri mereka memegang patena di bawah hosti, dan menyambut. Sesudah menyambut, mereka kembali ke tempat duduk masing-masing. Diakon juga menyambut dengan mencelupkan hosti ke dalam piala. Salah seorang konselebran berkata: Tubuh dan Darah Kristus. Diakon menjawab : Amin, lalu meyambut. Kemudian, diakon minum seluruh Darah Kristus yang tersisa, kalau perlu dibantu oleh beberapa konselebran. Lalu ia membawa piala itu ke meja-samping. Di sana ia atau akolit yang sudah dilantik membersihkan dan mengeringkan piala itu, lalu merapikannya kembali seperti biasa. |
| 250. | Semua hal lain sampai akhir Misa biasanya dilaksanakan oleh selebran utama sendiri ( bdk.166-169 ). Para konselebran tetap pada tempat masing-masing . |
| 251. | Sebelum meninggalkan panti imam, semua konselebran membungkuk khidmat ke arah altar, tetapi, seturut ketentuan, hanya selebran utama yang menghormati altar dengan menciumnya. |
| 252. | Untuk Misa yang dirayakan oleh seorang imam dan dilayani hanya oleh seorang pelayan, diikuti Tata Perayaan Ekaristi dengan jemaat (bdk.no,120-169). Dalam hal ini pelayan mengambil alih semua bagian umat. |