Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

288.Untuk merayakan Ekaristi, umat Allah biasanya berhimpun dalam gereja. Kalau tidak ada gereja, atau kalau gereja tidak memadai, mereka berhimpun di suatu tempat lain yang pantas untuk misteri yang seagung itu. Maka dari itu, hendaknya ruang gereja atau tempat lain itu sungguh-sungguh sesuai untuk perayaan kudus yang dilangsungkan di dalamnya, dan sungguh-sungguh memungkinkan partisipasi umat beriman dalam perayaan tersebut. Rumah ibadat dan segala perlengkapannya hendaknya sungguh pantas, indah, serta merupakan tanda dan lambang alam surgawi.[*]

289.Dari sebab itu, Gereja selalu mengharapkan sumbangan para seniman dan memberikan keleluasaan kepada kesenian segala bangsa serta daerah.[*] Memang, Gereja berusaha memelihara karya seni dari abad-abad yang lalu,[*] dan menyesuaikan seperlunya dengan tuntutan zaman, namun ia berusaha juga memajukan bentuk-bentuk baru yang serasi dengan semangat zamannya.[*]

Oleh karena itu, dalam mendidik para seniman dan dalam memilih karya-karya seni untuk gereja, hendaknya dituntut yang sungguh bermutu. Sebab seni itu harus membantu memperdalam iman dan kesucian, harus selaras dengan kebenaran yang mau diungkapkan dan mencapai tujuan yang dimaksud. [*]

290.Semua gereja hendaknya didedikasikan atau, sekurang-kurangnya, diberkati. Katedral dan gereja-gereja paroki harus didedikasikan dengan ritus meriah.

291.Untuk mendirikan gereja baru, atau memperbarui gereja lama, atau mengubah konstruksi gereja, hendaknya lebih dulu diminta nasihat kepada Komisi Liturgi dan Komisi Kesenian keuskupan. Uskup diosesan hendaknya memanfaatkan nasihat komisi-komisi tersebut, bila ia harus memberikan petunjuk, mengesahkan rencana untuk bangunan baru, atau mengambil keputusan lain di biadang ini.[*]

292.Hiasan gereja hendaknya bermutu, anggun tetapi tetap sedehana. Bahan untuk hiasan hendaknya asli. Seluruh perlengkapan gereja hendaknya mendukung pendidikan iman umat dan martabat ruang ibadat.

293.Perancangan gereja dan lingkungan sekitarnya hendaknya serasi dengan situasi setempat dan sesuai pula dengan tuntutan zaman. Maka dari itu, tidak cukup kalau hanya syarat-syarat mininal untuk perayaan ibadat dipenuhi. Hendaknya juga diusahakan agar umat beriman, yang secara teratur berhimpun di situ, merasa nyaman.

294.Umat Allah yang berhimpun untuk Misa mempunyai susunan organik dan hirarkis. Hal itu tampak dalam bermacam-macam tugas dan aneka ragam tindakan yang dilakukan dalam masing-masing bagian perayaan liturgi. Oleh karena itu, tata ruang gereja haruslah disusun sedemikian rupa, sehingga mencerminkan susunan umat yang berhimpun, memungkinkan pembagian tempat sesuai dengan susunan itu, dan mempermudah pelaksanaan tugas masing-masing anggota jemaat.

Umat beriman dan paduan suara hendaknya mendapat tempat yang memudahkan mereka berpartisipasi secara aktif di dalam liturgi.[*]

Imam, diakon, dan pelayan-pelayan lain hendaknya mengambil tempat di panti imam. Di sini pula hendaknya disiapkan tempat duduk untuk para konselebran; tetapi, kalau jumlah konselebran besar, hendaknya tempat duduk mereka diatur dibagian lain gereja, tetapi masih dekat dengan altar.

Jadi, tata ruang gereja harus menunjukkan susunan hirarkis umat dan keanekaragaman tugas-tugas. Meskipun demikian, tata ruang gereja harus tetap mewujudkan kesatuan, supaya dengan demikian tampaklah kesatuan seluruh umat kudus. Penataan dan keindahan ruang serta semua perlengkapan gereja hendaknya menunjang suasana doa dan mengantar umat kepada misteri-misteri kudus yang dirayakan di sini.

<<   >>