Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 141. | Di altar, imam menerima patena dengan roti dari pelayan yang membantunya, lalu dengan kedua belah tangan mengangkatnya sedikit diatas altar sambil mengucapkan dalam hati doa : Terpujilah Engkau. Setelah itu patena dengan roti diletakkan diatas korporale. |
| 142. | Kemudian, imam pergi ke sisi altar. Putra altar menyampaikan ampul berisi anggur, lalu imam menuangkan anggur ke dalam piala. Kemudian putra altar menyampaikan ampul berisi air, lalu imam menuangkan sedikit air ke dalam piala sambil berkata dalam hati: sebagimana dilambangkan?.Setelah kembali ke tengah dengan kedua tangan imam mengambil piala, mengangkatnya sedikit di atas altar sambil berdoa dengan suara lembut: Terpujilah Engkau. Lalu piala diletakkan di atas korporale, dan bila dianggap perlu ditutup dengan palla.[*] Tetapi, kalau tidak ada nyanyian persiapan persembahan, dan alat musik pun tidak dimainkan, waktu mengangkat roti dan anggur imam boleh mengucapkan rumus Terpujilah Engkau dengan suara lantang, dan umat menanggapinya dengan aklamasi: Terpujilah Allah selama-lamanya . |
| 143. | Setelah piala diletakkan di atas altar, imam membungkuk khidmat dan berdoa dalam hati: Dengan rendah hati dan tulus,?? |
| 144. | Bila dipakai dupa, imam lalu mengisi pedupaan, dan mendupai bahan persembahan, salib, dan altar. Kemudian, seorang pelayan mendupai imam dari sisi altar. Akhirnya pelayan yang sama mendupai umat. |
| 145. | Sesudah doa Dengan rendah hati dan tulus?..atau sesudah pendupaan, imam membasuh tangan pada sisi altar. Waktu air dituangkan atas tangannya oleh seorang pelayan, imam berdoa dalam hati Ya Tuhan, bersihkanlah. |
| 146. | Kemudian imam kembali ketengah, dan menghadap kearah umat. Sambil membuka tangan ia mengajak umat berdoa : Berdoalah, saudara-saudara? Umat berdiri dan menanggapi ajakan imam dengan berdoa : Semoga persembahan ini. Sesudah itu sambil merentangkan tangan imam membawakan doa persiapan persembahan yang ditutup oleh umat dengan seruan Amin. |
| 147. | Kemudian imam membuka Doa Syukur Agung. Sesuai petunjuk rubrik, imam memilih salah satu Doa Syukur Agung yang terdapat dalam Misale Romawi, atau yang disahkan oleh Takhta Suci. Sedari hakikatnya, Doa Syukur Agung dibawakan hanya oleh imam, berkat kuasa tahbisan yang ia terima. Umat memadukan diri dengan imam lewat iman dan doa batin, serta lewat bagian-bagian Doa Syukur Agung yang ditentukan bagi mereka. Bagian-bagian ini meliputi jawaban-jawaban dalam dialog pembuka prefasi, Kudus, aklamasi anamnesis, Aklamasi Amin meriah pada akhir doksologi penutup, juga lewat aklamasi-aklamasi lain yang disahkan oleh Konferensi Uskup dan diketahui oleh Takhta Suci. Sangatlah tepat kalau imam melagukan bagian-bagian Doa Syukur Agung yang dilengkapi dengan lagu. |
| 148. | Sambil membuka tangan imam memulai Doa Syukur Agung dengan bernyanyi atau berkata: Tuhan sertamu. Umat menjawab : Dan sertamu juga. Selanjutnya waktu mengucapkan Arahkanlah hatimu?imam mengangkat tangan. Umat menjawab : Sudah kami arahkan. Kemudian sambil merentangkan tangan imam melanjutkan: Marilah bersyukur ?.Umat menjawab: sudah layak dan sepantasnya . Kemudian sambil tetap merentangkan tangan imam membawakan prefasi. Pada akhir prefasi imam mengatupkan tangan lalu bersama dengan semua yang hadir melagukan atau mengucapkan Sanctus (Kudus) (bdk.no.79b). |
| 149. | Imam melanjutkan Doa Syukur Agung dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat pada masing-masing Doa Syukur Agung. Bila seorang uskup memimpin perayaan Ekaristi di wilayah keuskupannya, sesudah kata-kata Bapa Suci?atau yang senada, ia menambahkan : Saya,hamba-Mu yang hina ini. Tetapi, kalau ia memimpin perayaan Ekaristi diluar keuskupannya, sesudah kata-kata Bapa Suci?atau yang senada, ia menambahkan saya, hamba-Mu yang hina ini, dan saudara saya?, uskup Gereja?ini. Dalam setiap perayaan Ekaristi, uskup diosesan atau pejabat Gereja yang menurut hukum sederajat dengannya harus disebut sebagai berikut: Bapa Suci.., uskup kami? (atau Vikaris, Prelat, Prefek, Abbas kami?). Dalam Doa Syukur Agung boleh juga disebut uskup koajutor dan uskup pembantu, tetapi tidak uskup luar keuskupan yang kebetulan hadir dalam perayaan Ekaristi. Kalau harus disebut beberapa nama, penyebutannya dilakukan secara kolektif : Uskup kami?dan para uskup pembantunya. Semua rumusan itu hendaknya digubah dengan saksama supaya cocok untuk masing-masing Doa Syukur Agung. |
| 150. | Bila dianggap perlu, sesaat sebelum konsekrasi, putra altar dapat membunyikan bel sebagai tanda bagi umat. Demikian pula sesuai dengan kebiasaan setempat,pelayan dapat membunyikan bel pada saat hosti dan piala diperlihatkan kepada umat sesudah konsekrasi masing-masing. Kalau dipakai pedupaan seorang pelayan mendupai roti/piala pada saat diperlihatkan kepada umat sesudah konsekrasi masing-masing. |