Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

151.Sesudah konsekrari, setelah imam berkata Agunglah misteri iman kita, umat melagukan atau melambungkan salah satu aklamasi anamnesis yang dipilih dari rumus-rumus yang tersedia.

Pada akhir Doa Syukur Agung, imam mengambil piala dan patena dengan hosti diatasnya dan mengangkatnya sambil melagukan atau mengucapkan doksologi dengan pengantaraan Kristus, Umat menanggapi doksologi ini dengan aklamasi Amin. Kemudian imam meletakkan piala dan patena diatas korporale.

152.Sesudah Doa Syukur Agung selesai, dengan tangan terkatup imam mengucapkan pengantar doa Bapa Kami. Kemudian, sambil merentangkan tangan imam melambungkan doa Bapa Kami bersama dengan umat.

153.Sesudah Bapa kami, sambil merentangkan tangan, imam membawakan embolisme sendirian. Umat menanggapinya dengan aklamasi Sebab Engkaulah raja.

154.Kemudian, sambil merentangkan tangan, dengan suara lantang imam mengucapkan doa Tuhan Yesus Kristus bersabda ?? Sesudah itu, imam menghadap ke arah umat, dan mengucapkan salam-damai. ( Semoga ) Damai Tuhan ....., sambil membuka tangan, lalu mengatupkannya lagi. Umat menjawab : sekarang dan selama-lamanya. Kemudian, kalau perlu, imam menambahkan : Marilah kita saling menyampaikan salam-damai.

Imam dapat memberikan salam-damai kepada para pelayan, tetapi tidak meninggalkan panti imam, sehingga jalannya perayaan tidak terganggu. Demikian juga kalau, karena alasan yang kuat, ia ingin memberikan salam-damai kepada beberapa anggota jemaat. Pada saat yang sama, sesuai dengan keputusan Konferensi Uskup, semua saling menyatakan salam-damai, persekutuan, dan kasih. Sementara menyampaikan salam-damai, umat berkata Damai Tuhan, dan dijawab Amin

155.Kemudian, imam mengambil hosti kudus, memecah-mecahnya diatas patena, dan memasukkan sepotong kecil di dalam piala sambil berdoa dalam hati : Semoga Tubuh dan Darah?...Sementara itu, paduan suara dan seluruh umat melagukan Anakdomba Allah (bdk.no,83).

156.Lalu, sambil mengatupkan tangan , imam berdoa dalam hati: Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup?..atau: Ya Tuhan Yesus Kristus , semoga Tubuh dan Darah-Mu?..

157.Sesudah doa itu imam berlutut, lalu mengambil hosti kudus, mengangkatnya sedikit di atas patena atau si atas piala, dan sambil menghadap ke arah umat ia berkata: Inilah Anakdomba Allah?.Bersama dengan umat ia lalu melanjutkan : Ya Tuhan, saya tidak pantas?.

158.Sambil menghadap ke arah altar imam lalu berdoa dalam hati: Semoga Tubuh Kristus selalu melindungi aku, dan dengan khidmat ia menyambut Tubuh Kristus. Kemudian ia mengambil piala, berdoa dalam hati: Semoga Darah Kristus selalu melindungi aku, dan dengan khidmat menyambut Darah Kristus.

159.Ketika imam menyambut Tubuh Kristus, dimulailah nyanyian komuni (bdk.no.86).

160.Sesudah itu imam menganbil patena atau sibori dan menuju tempat umat akan menyambut Tubuh ( dan Darah ) Kristus.

Umat tidak diperkenankan mengambil sendiri roti kudus atau piala, apalagi saling memberikannya antarmereka. Umat menyambut entah sambil berlutut entah sambil berdiri, sesuai ketentuan Konferensi Uskup. Tetapi, kalau menyambut sambil berdiri, dianjurkan agar sebelum menyambut Tubuh ( dan Darah ) Tuhan mereka menyatakan tanda hormat yang serasi, sebagaimana ditentukan dalam kaidah-kaidah mengenai komuni.

<<   >>