Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 161. | Kalau komuni dibagikan hanya dalam rupa roti, imam mengangkat sedikit dan menunjukkan hosti kepada masing-masing orang yang menyambut sambil berkata : Tubuh Kristus. Masing-masing orang menjawab : Amin, lalu menyambutnya entah dengan lidah entah dengan tangan. Begitu diterima, hosti hendaknya langsung dimakan. Kalau komuni diterimakan dalam rupa roti dan anggur, hendaknya diperhatikan petunjuk-petunjuk di bawah (bdk.no.284-287). |
| 162. | Imam-imam lain yang kebetulan hadir dalam perayaan Ekaristi dapat membantu melayani komuni umat. Kalau imam-imam seperti itu tidak ada, padahal jumlah umat yang menyambut besar sekali, imam dapat memanggil pelayan komuni tak-lazim untuk membantu, yakni: akolit yang dilantik secara liturgis atau juga anggota jemaat yang sudah dilantuk secara liturgis untuk tugas ini.[*] Dalam keadaan darurat, imam dapat menugaskan anggota jemaat yang pantas hanya untuk kesempatan yang bersangkutan. Pelayan-pelayan seperti ini hendaknya tidak menghampiri altar sebelum imam menyambut Tubuh dan Darah Tuhan. Mereka selalu menerima dari tangan imam bejana kudus yang berisi Tubuh atau Darah Kristus untuk dibagikan kepada umat beriman. |
| 163. | Sesudah pelayan komuni selesai, imam kembali ke altar. Kalau kebetulan anggur kudus masih tersisa, imam langsung meminumnya sampai habis. Tetapi, kalau hosti kudus masih tersisa, imam dapat memakannya atau menyimpannya dalam tabernakel. Imam kembali ke altar dan mengumpulkan remah-remah hosti, kalau ada, lalu pergi ke sisi altar atau ke meja-samping dan membersihkan patena atau sibori di atas piala. Akhirnya, imam membersihkan piala sambil berdoa dalam hati: Ya Tuhan, semoga anugerah-Mu yang tadi kami sambut?., dan mengeringkannya dengan purifikatorium. Kalau bejana-bejana dibersihkan di altar, maka kemudian dibawa oleh putra altar ke meja samping. Tetapi boleh juga bejana-bejana itu, terutama kalau jumlahnya banyak, dibiarkan di altar atau di meja-samping; semua di tutup rapi dan diletakkan di atas korporale. Baru sesudah Misa, bila umat sudah pulang, bejana-bejana itu dibersihkan oleh akolit. |
| 164. | Setelah bejana-bejana dibersihkan, imam pergi ke tempat duduk, dan diadakan saat hening selama beberapa saat atau dilambungkan mazmur, madah, atau kidung pujian lain (bdk.no. 88). |
| 165. | Kemudian, sambil berdiri di depan tempat duduk atau di belakang altar, imam menghadap ke arah umat dan sambil membuka tangan berkata: Marilah kita berdoa, lalu mengatupkan tangan. Semua berdoa sejenak dalam hati, kecuali kakalu saat hening sudah dilaksanakan langsung sesudah komuni. Lalu, sambil merentangkan tangan imam mengucapkan doa komuni, dan, pada akhir doa, umat menyerukan aklamasi Amin. |
| 166. | Pengumuman untuk umat, kalau ada, dibacakan sesudah doa komuni. |
| 167. | Kemudian sambil membuka tangan imam memberi salam kepada umat : Tuhan sertamu, dan umat menjawab : Dan sertamu juga. Imam kembali mengatupkan tangan, lalu langsung menempelkan tangan kiri pada dada, mengangkat tangan kanan dan berkata : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, dan sambil memberkati umat ia meneruskan : Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. Umat menjawab: Amin. Pada hari dan kesempatan tertentu rumus berkat itu didahului oleh rumus berkat meriah atau doa untuk jemaat sebagaimana terdapat dalam Lampiran Misale atau pada rumus Misa yang bersangkutan. Seorang uskup memberkati umat dengan rumus khusus sambil membuat tiga kali tanda salib atas umat. |
| 168. | Langsung sesudah berkat, imam mengatupkan tangan dan berkata : Perayaan Ekaristi sudah selesai. Umat menjawab : Syukur kepada Allah. Kemudian imam melanjutkan: Pergilah! Saudara diutus, dan umat menjawab: Amin. |
| 169. | Akhirnya sesuai ketentuan imam menghormati altar dengan menciumnya dan setelah membungkuk khidmat bersama para pelayan awam, ia meninggalkan ruang ibadat. |
| 170. | Kalau langsung sesudah Misa diadakan perayaan liturgi lain, maka Ritus penutup, yaitu salam, berkat, dan pengutusan umat ditiadakan. |