Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 171. | Kalau diakon membantu dalam perayaan Ekaristi hendaknya ia mengenakan busana liturgis diakon dan melaksanakan tugasnya sebagai berikut: a. membantu dan mendampingi imam; b. membantu di altar: melayani piala dan Misale; c. memaklumkan injil dan dengan arahan dari imam, menyampaikan homili (bdk.no.66) d. memandu umat beriman dengan petunjuk-petujuk yang jelas dan memaklumkan ujud-ujud doa umat; e. membantu imam membagikan Tubuh dan Darah Kristus, dan membersihkan serta merapikan kembali bejana-bejana kudus; f. mengambil alih tugas pelayan-pelayan lain, kalau mereka berhalangan. |
| 172. | Dalam perarakan masuk, sambil membawa Kitab Injil (Evangeliarium) yang sedikit diangkat, diakon berjalan di depan imam atau disampingnya. |
| 173. | Setibanya didepan altar, kalau membawa Kitab Injil, diakon tidak ikut memberi penghormatan tetapi langsung ke altar untuk menempatkan Kitab Injil diatas altar. Sesudah itu, bersama dengan imam, ia mencium altar. Akan tetapi, kalau tidak membawa Kitab Injil, diakon membungkuk khidmat ke arah altar bersama imam, dan bersama dia pula mencium altar. Bila dalam perayaan Ekaristi ini dipakai dupa, maka diakon membantu imam mengisi pedupaan dan mendampinginya mendupai salib serta altar. |
| 174. | Sesudah itu, bersama dengan imam diakon menuju tempat duduk. Ia duduk disamping imam dan membantu dia, kalau diperlukan. |
| 175. | Kalau dalam perayaan Ekaristi dipakai dupa, waktu bait pengantar Injil dilagukan, diakon membantu imam mengisi pedupaan. Kemudian ia membungkuk khidmat di depan imam dan meminta berkat dengan kata-kata: Bapa, mohon berkat. Imam memberkatinya sambil berkata: Semoga Tuhan menyertai saudara?Diakon membuat tanda salib dan menjawab: Amin. Sesudah itu diakon membungkuk ke arah altar, mengambil Kitab Injil dari altar, lalu pergi ke mimbar sambil membawa Kitab Injil yang sedikit diangkat. Para putra altar yang membawa pedupaan serta lilin bernyala berjalan di depan diakon. Sesampainya di mimbar, diakon, sambil membuka tangan memberi salam kepada umat sambil berkata: Tuhan sertamu. Kemudian sambil berkata: Inilah Injil Yesus Kristus, diakon membuat tanda salib dengan ibu jari pada Injil yang akan diwartakan, lalu pada dahi, mulut dan dadanya. Lalu ia mendupai Kitab Injil dan mewartakan Injil. Sesudah pembacaan, diakon menyerukan aklamasi Demikianlah sabda Tuhan, dan semua menjawab: Terpujilah Kristus. Lalu ia mencium Kitab Injil sambil berkata dalam hati Tuhan, karena pewartaan Injil ini, hapuskanlah dosa kami. Kemudian ia kembali ketempat duduk di samping imam selebran. Kalau yang memimpin Ekaristi seorang uskup, diakon membawa Kitab Injil kepadanya untuk dicium, atau diakon sendiri menciumnya sambil berkata dalam hati: Tuhan, karena pewartaan Injil ini, hapuskanlah dosa kami. Dalam perayaan meriah, kalau dianggap baik, uskup dapat memberkati umat dengan Kitab Injil. Akhirnya, diakon membawa Kitab Injil ke meja samping atau ke tempat lain yang anggun dan serasi. |
| 176. | Kalau lektor yang terampil dan terlantik tidak hadir, diakon dapat juga membawakan bacaan-bacaan sebelum Injil. |
| 177. | Sesudah doa umat dibuka oleh imam, diakon membawakan ujud-ujud doa umat dari mimbar, sesuai dengan ketentuan. |
| 178. | Sesudah doa umat selesai, waktu persiapan persembahan, imam tetap duduk di kursinya. Diakon menyiapkan altar dibantu oleh akolit; tetapi pengaturan bejana-bejana kudus dilaksanakan oleh diakon sendiri. Waktu imam menerima bahan persembahan umat,diakon juga membantunya. Kemudian ia menyerahkan kepada imam patena dengan roti yang akan dikonsekrasikan. Sesudah itu diakon menuangkan anggur dan sedikit air ke dalam piala, sambil berkata dalam hati: Sebagaimana dilambangkan?, lalu menyerahkannya kepada imam. Namun dapat juga diakon menyiapkan piala, yaitu mengisinya dengan anggur dan air, pada meja samping. Bila dipakai dupa , diakon mendampingi imam waktu mendupai bahan persembahan, salib dan altar. Kemudian ia atau akolit mendupai imam dan umat. |
| 179. | Selama Doa Syukur Agung diakon berdiri di samping imam, sedikit dibelakangnya, sehingga kalau perlu ia dapat membantu melayani piala dan Misale. Mulai dari epiklesis sampai saat imam memperlihatkan piala kepada umat sesudah konsekrasi, seturut ketentuan, diakon berlutut. Kalau ada beberapa diakon, pada saat konsekrasi, salah satu dapat mengisi pedupaan dan mendupai hosti serta piala pada saat diperlihatkan kepada umat. |
| 180. | Waktu doksologi pada akhir Doa Syukur Agung diakon berdiri disamping imam. Ia mengangkat piala, sementara imam mengangkat patena dengan hosti, sampai umat selesai melambungkan aklamasi Amin meriah. |