Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

181.Sesudah salam damai: (Semoga) Damai Tuhan kita Yesus Kristus?yang dijawab umat: Sekarang dan selama-lamanya, diakon dapat mengajak umat untuk saling memberi salam damai. Ia menghadap ke arah umat dan dengan tangan terkatup berkata: Marilah kita saling memberikan salam damai. Diakon menerima salam damai dari imam dan dapat meneruskannya kepada pelayan-pelayan lain yang ada di dekatnya.

182.Sesudah imam menyambut Tubuh dan Darah Kristus, diakon menyambut Tubuh dan Darah Kristus dari tangan imam sendiri. Setelah itu diakon membantu imam melayani komuni untuk umat. Kalau umat menyambut Tubuh dan Darah Kristus, maka diakon melayani komuni Darah Kristus, dan begitu komuni selesai dengan hormat diakon menghabiskan Darah Kristus yang tersisa. Dalam hal ini, ia dapat dibantu oleh diakon dan imam-imam lain.

183.Sesudah umat menyambut Tubuh (dan Darah) Kristus, diakon dan imam kembali ke altar. Diakon mengumpulkan remah-remah hosti yang masih tersisa. Lalu ia membawa piala dan bejana-bejana kudus lainnya ke meja samping. Disana, ia membersihkan bejana-bejana kudus iu dan merapikannya kembali seperti biasa. Sementara itu imam pergi ke tempat duduknya. Boleh juga bejana-bejana yang harus dibersihkan itu ditinggalkan di meja samping diatas korporale, ditutup dengan sehelai kain. Baru sesudah Misa selesai, semua itu dibersihkan oleh diakon.

184.Sesudah doa komuni, diakon membacakan pengumuman-pengumuman singkat untuk umat, kecuali kalau imam sendiri ingin melakukan hal itu.

185.Kalau digunakan rumus berkat meriah atau doa untuk jemaat, lebih dulu diakon berkata kepada umat: Membungkuklah untuk menerima berkat. Sesudah imam memberikan berkat, diakon menghadap ke arah umat dan, sambil mengatupkan tangan, berkata: perayaan Ekaristi sudah selesai. Umat menjawab: Syukur kepada Allah. Kemudian, diakon mengutus umat dengan berkata: Pergilah! Saudara diutus. Dan umat menjawab: Amin.

186.Kemudian, bersama dengan imam, diakon menghormati altar dengan menciumnya. Sesudah itu, diakon dan imam membungkuk khidmat, lalu mereka berarak meninggalkan ruang ibadat dengan urutan seperti waktu berarak masuk.

187.Tugas akolit beraneka ragam; bisa terjadi bahwa beberapa dari antaranya harus dilaksanakan pada saat yang sama. Maka baiklah tugas-tugas itu dibagikan diantara sejumlah akolit. Tetapi, kalau hanya ada satu akolit, maka tugas pelayanan yang paling penting harus dia laksanakan sendiri, sedangkan tugas-tugas lain diserahkan kepada beberapa pelayan lain.

188.Dalam perarakan masuk menuju altar, akolit dapat membawa salib, diapit dua pelayan yang membawa lilin bernyala. Sesampai di altar, ia memajang salib di dekat altar sedemikian rupa sehingga salib itu menjadi salib altar; kalau tidak, ia memajang salib di tempat lain yang pantas. Kemudian ia pergi ke tempat duduknya di panti imam.

189.Selama seluruh perayaan, akolit harus siap melayani imam atau diakon, kapan pun diperlukan, yakni memegang buku atau membantu mereka dalam hal-hal lain yang diperlukan. Karena itu, akolit sebaiknya mengambil tempat yang memungkinkan ia dengan lancar melayani imam / diakon baik waktu mereka ada di tempat duduk maupun waktu ada di altar.

190.Bila tidak ada diakon, sesudah doa umat akolit mengatur korporale, purifikatorium, piala, dan Misale di atas altar, sementara imam tetap duduk di tempatnya. Lalu, kalau perlu, ia membantu imam menerima bahan persembahan umat dan membawa roti serta anggur ke altar untuk diserahkan kepada imam. Kalau diadakan pendupaan, akolit membuka pedupaan bagi imam dan mendampingi dia ketika mendupai bahan persembahan, salib, dan altar. Kemudian, akolit mendupai imam dan umat.

<<   >>