Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

154.Kemudian, sambil merentangkan tangan, dengan suara lantang imam mengucapkan doa Tuhan Yesus Kristus bersabda ?? Sesudah itu, imam menghadap ke arah umat, dan mengucapkan salam-damai. ( Semoga ) Damai Tuhan ....., sambil membuka tangan, lalu mengatupkannya lagi. Umat menjawab : sekarang dan selama-lamanya. Kemudian, kalau perlu, imam menambahkan : Marilah kita saling menyampaikan salam-damai.

Imam dapat memberikan salam-damai kepada para pelayan, tetapi tidak meninggalkan panti imam, sehingga jalannya perayaan tidak terganggu. Demikian juga kalau, karena alasan yang kuat, ia ingin memberikan salam-damai kepada beberapa anggota jemaat. Pada saat yang sama, sesuai dengan keputusan Konferensi Uskup, semua saling menyatakan salam-damai, persekutuan, dan kasih. Sementara menyampaikan salam-damai, umat berkata Damai Tuhan, dan dijawab Amin

155.Kemudian, imam mengambil hosti kudus, memecah-mecahnya diatas patena, dan memasukkan sepotong kecil di dalam piala sambil berdoa dalam hati : Semoga Tubuh dan Darah?...Sementara itu, paduan suara dan seluruh umat melagukan Anakdomba Allah (bdk.no,83).

156.Lalu, sambil mengatupkan tangan , imam berdoa dalam hati: Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup?..atau: Ya Tuhan Yesus Kristus , semoga Tubuh dan Darah-Mu?..

157.Sesudah doa itu imam berlutut, lalu mengambil hosti kudus, mengangkatnya sedikit di atas patena atau si atas piala, dan sambil menghadap ke arah umat ia berkata: Inilah Anakdomba Allah?.Bersama dengan umat ia lalu melanjutkan : Ya Tuhan, saya tidak pantas?.

158.Sambil menghadap ke arah altar imam lalu berdoa dalam hati: Semoga Tubuh Kristus selalu melindungi aku, dan dengan khidmat ia menyambut Tubuh Kristus. Kemudian ia mengambil piala, berdoa dalam hati: Semoga Darah Kristus selalu melindungi aku, dan dengan khidmat menyambut Darah Kristus.

159.Ketika imam menyambut Tubuh Kristus, dimulailah nyanyian komuni (bdk.no.86).

160.Sesudah itu imam menganbil patena atau sibori dan menuju tempat umat akan menyambut Tubuh ( dan Darah ) Kristus.

Umat tidak diperkenankan mengambil sendiri roti kudus atau piala, apalagi saling memberikannya antarmereka. Umat menyambut entah sambil berlutut entah sambil berdiri, sesuai ketentuan Konferensi Uskup. Tetapi, kalau menyambut sambil berdiri, dianjurkan agar sebelum menyambut Tubuh ( dan Darah ) Tuhan mereka menyatakan tanda hormat yang serasi, sebagaimana ditentukan dalam kaidah-kaidah mengenai komuni.

161.Kalau komuni dibagikan hanya dalam rupa roti, imam mengangkat sedikit dan menunjukkan hosti kepada masing-masing orang yang menyambut sambil berkata : Tubuh Kristus. Masing-masing orang menjawab : Amin, lalu menyambutnya entah dengan lidah entah dengan tangan. Begitu diterima, hosti hendaknya langsung dimakan.

Kalau komuni diterimakan dalam rupa roti dan anggur, hendaknya diperhatikan petunjuk-petunjuk di bawah (bdk.no.284-287).

162.Imam-imam lain yang kebetulan hadir dalam perayaan Ekaristi dapat membantu melayani komuni umat. Kalau imam-imam seperti itu tidak ada, padahal jumlah umat yang menyambut besar sekali, imam dapat memanggil pelayan komuni tak-lazim untuk membantu, yakni: akolit yang dilantik secara liturgis atau juga anggota jemaat yang sudah dilantuk secara liturgis untuk tugas ini.[*] Dalam keadaan darurat, imam dapat menugaskan anggota jemaat yang pantas hanya untuk kesempatan yang bersangkutan.

Pelayan-pelayan seperti ini hendaknya tidak menghampiri altar sebelum imam menyambut Tubuh dan Darah Tuhan. Mereka selalu menerima dari tangan imam bejana kudus yang berisi Tubuh atau Darah Kristus untuk dibagikan kepada umat beriman.

<<   >>