Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

163.Sesudah pelayan komuni selesai, imam kembali ke altar. Kalau kebetulan anggur kudus masih tersisa, imam langsung meminumnya sampai habis. Tetapi, kalau hosti kudus masih tersisa, imam dapat memakannya atau menyimpannya dalam tabernakel.

Imam kembali ke altar dan mengumpulkan remah-remah hosti, kalau ada, lalu pergi ke sisi altar atau ke meja-samping dan membersihkan patena atau sibori di atas piala. Akhirnya, imam membersihkan piala sambil berdoa dalam hati: Ya Tuhan, semoga anugerah-Mu yang tadi kami sambut?., dan mengeringkannya dengan purifikatorium. Kalau bejana-bejana dibersihkan di altar, maka kemudian dibawa oleh putra altar ke meja samping. Tetapi boleh juga bejana-bejana itu, terutama kalau jumlahnya banyak, dibiarkan di altar atau di meja-samping; semua di tutup rapi dan diletakkan di atas korporale. Baru sesudah Misa, bila umat sudah pulang, bejana-bejana itu dibersihkan oleh akolit.

164.Setelah bejana-bejana dibersihkan, imam pergi ke tempat duduk, dan diadakan saat hening selama beberapa saat atau dilambungkan mazmur, madah, atau kidung pujian lain (bdk.no. 88).

165.Kemudian, sambil berdiri di depan tempat duduk atau di belakang altar, imam menghadap ke arah umat dan sambil membuka tangan berkata: Marilah kita berdoa, lalu mengatupkan tangan. Semua berdoa sejenak dalam hati, kecuali kakalu saat hening sudah dilaksanakan langsung sesudah komuni. Lalu, sambil merentangkan tangan imam mengucapkan doa komuni, dan, pada akhir doa, umat menyerukan aklamasi Amin.

166.Pengumuman untuk umat, kalau ada, dibacakan sesudah doa komuni.

167.Kemudian sambil membuka tangan imam memberi salam kepada umat : Tuhan sertamu, dan umat menjawab : Dan sertamu juga. Imam kembali mengatupkan tangan, lalu langsung menempelkan tangan kiri pada dada, mengangkat tangan kanan dan berkata : Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, dan sambil memberkati umat ia meneruskan : Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. Umat menjawab: Amin.

Pada hari dan kesempatan tertentu rumus berkat itu didahului oleh rumus berkat meriah atau doa untuk jemaat sebagaimana terdapat dalam Lampiran Misale atau pada rumus Misa yang bersangkutan.

Seorang uskup memberkati umat dengan rumus khusus sambil membuat tiga kali tanda salib atas umat.

168.Langsung sesudah berkat, imam mengatupkan tangan dan berkata : Perayaan Ekaristi sudah selesai. Umat menjawab : Syukur kepada Allah. Kemudian imam melanjutkan: Pergilah! Saudara diutus, dan umat menjawab: Amin.

169.Akhirnya sesuai ketentuan imam menghormati altar dengan menciumnya dan setelah membungkuk khidmat bersama para pelayan awam, ia meninggalkan ruang ibadat.

170.Kalau langsung sesudah Misa diadakan perayaan liturgi lain, maka Ritus penutup, yaitu salam, berkat, dan pengutusan umat ditiadakan.

171.Kalau diakon membantu dalam perayaan Ekaristi hendaknya ia mengenakan busana liturgis diakon dan melaksanakan tugasnya sebagai berikut:
a. membantu dan mendampingi imam;
b. membantu di altar: melayani piala dan Misale;
c. memaklumkan injil dan dengan arahan dari imam, menyampaikan homili (bdk.no.66)
d. memandu umat beriman dengan petunjuk-petujuk yang jelas dan memaklumkan ujud-ujud doa umat;
e. membantu imam membagikan Tubuh dan Darah Kristus, dan membersihkan serta merapikan kembali bejana-bejana kudus;
f. mengambil alih tugas pelayan-pelayan lain, kalau mereka berhalangan.

<<   >>