Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 208. | Jika dala Misa konselebrasi tak ada diakon, tugas-tugas khusus diakon diambil alih oleh beberapa imam konselebran. Kalau para pelayan lain juga tidak hadir, tugas-tugas mereka dapat diserahkan kepada anggota jemaat yang layak; kalau tidak, tugas-tugas itu diambil alih oleh beberapa imam konselebran. |
| 209. | Imam-imam konselebran mengenakan busana liturgis di sakristi atau di suatu tempat lain. Pakaiannya sama dengan pakaian untuk Misa yang dirayakan oleh satu imam. Tetapi kalau ada alasan wajar, misalnya bila jumlah imam besar dan jumlah busana liturgis kurang, maka cukuplah selebran utama mengenakan kasula, sedangkan imam-imam lain hanya mengenakan alba dengan stola di atasnya. |
| 210. | Bila segala sesuatu sudah siap, maka seperti biasanya diadakan perarakan masuk menuju altar. Para imam konselebran berjalan di depan selebran utama. |
| 211. | Setibanya di depan altar, para konselebran dan selebran utama membungkuk khidmat, kemudian semua menghormati altar dengan menciumnya, lalul pergi ke tempat duduk masing-masing. Bila tata cara menyarankan dipakai dupa, selebran utama lebih dulu mendupai salib dan altar, baru kemudian pergi ke tempat duduk. |
| 212. | Selama liturgi sabda para konselebran tetap tinggal pada tempat masing-masing; mereka duduk atau berdiri mengikuti selebran utama. Bila Misa konselebran dipimpin uskup dan tidak ada diakon, Injil dimaklumkan oleh salah seorang imam konselebran. Dalam hal ini, sebelum memaklumkan Injil, ia lebih dulu minta berkat dari uskup. Akan tetapi, hal ini tidak dilakukan kalau selebtran utama itu seorang imam. |
| 213. | Homili biasanya disampaikan oleh selebran utama atau oleh salah seorang konselebran. |
| 214. | Persiapan Persembahan (bdk.no.139-145) dilakukan oleh selebran utama. Para konselebran tetap duduk pada tempatnya. |
| 215. | Sesudah selebran utama memanjatkan doa persiapan persembahan, para konselebran mendekat ke altar dan berdiri di sekelilingnya. Tetapi harus diusahakan agar mereka tidak menghambat jalannya perayaan; juga tidak menghalangi pandangan jemaat beriman agar mereka dapat menyaksikan dengan jelas kegiatan kudus yang dilaksanakan di altar. Hendaknya mereka tidak menghalangi jalan diakon kalau ia harus menghampiri altar untuk melaksanakan tugasnya. Meskipun dalam suatu Misa konselebrasi hadir banyak imam, diakon tetap melaksanakan pelayanannya di altar, yakni pelayanan yang menyangkut piala dan Misale. Tetapi sedapat mungkin diakon berdiri sedikit di belakang para konselebran. |
| 216. | Prefasi dilagukan atau diucapkan hanya oleh selebran utama. Kudus dilagukan atau diucapkan oleh semua imam konselebran, bersama dengan umat dan paduan suara. |