Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 29. | Bila Alkitab dibacakan dalam gereja, Allah sendiri bersabda kepada umat-Nya, dan Kristus sendiri mewartakan kabar gembira, sebab Ia hadir dalam sabda itu. Oleh karena itu, pembacaan Sabda Allah merupakan unsur yang sangat penting dalam liturgi. Umat wajib mendengarkannya dengan penuh hormat. Memang, Sabda Allh ditujukan kepada semua orang dari segala zaman dan dapat mereka pahami. Namun sabda itu akan dipahami secara lebih penuh dan lebih berhasil guna bila dijabarkan secara konkret. Ini dilakukan dalam homili, yang merupakan bagian dari perayaan liturgis.[*] |
| 30. | Di antara doa-doa yang dibawakan oleh imam, Doa Syukur Agung menduduki tempat utama. Doa itu merupakan puncak seluruh ibadat. Di samping itu, ada doa pembuka, doa persiapan persembahan, dan doa komuni. Doa-doa itu disampaikan oleh imam kepada Allah atas nama seluruh umat kudus dan semua yang hadir, dan melalui dia Kristus sendiri memimpin himpunan umat.[*] Oleh karena itu, doa-doa tersebut disebut "doa presidensial"( doa pemimpin ). |
| 31. | Sebagai pemimpin jemaat, imam berwenang menyampaikan sejumlah ajakan yang tercantum dalam tata perayaan yang bersangkutan. Sesuai ketentuan rubrik, pemimpin boleh menyesuaikannya supaya lebih selaras dengan daya tangkap umat beriman, Tetapi imam hendaknya selalu memperhatikan intisari ajakan yang diberikan dalam buku liturgis dan mengungkapkannya secara singkat. Begitu pula, wewenang imam pemimpinlah untuk mewartakan Sabda Allah dan memberikan berkat terakhir. Kecuali itu, imam dapat memberikan pengantar sangat singkat pada (1) pada Ritus Pembuka, yaitu sesudah salam dan sebelum ritus tobat; (2) pada Liturgi Sabda sebelum bacaan?bacaan; (3) pada Liturgi Ekaristi sebelum prefasi, tetapi tidak pernah dalam Doa Syukur Agung sendiri; dan (4) pada Ritus Penutup sebelum pengutusan. |
| 32. | Seturut hakikatnya , doa-doa "presidensial" harus dibawakan dengan suara lantang dan ucapan yang jelas, supaya mudah di tangkap oleh jemaat. Sebaliknya jemaat wajib mendengarkannya dengan penuh perhatian.[*] Oleh karena itu, sementara imam membawakan doa tak boleh di bawakan doa lain atau nyanyian. Juga tidak boleh dimainkan organ atau alat musik lainnya. |
| 33. | Sebagai pemimpin, imam melambungkan doa-doa atas nama Gereja dan atas nama jemaat yang berhimpun. Tatapi kadang-kadang ia berdoa juga untuk dirinya sendiri, supaya dapat melaksanakan tugasnya dengan khidmat dan penuh perhatian. Doa-doa pribadi semacam itu, yakni doa sebelum pemakluman Injil, doa pada persiapan persembahan, dan doa sebelum serta sesudah komuni imam, dia ucapakan dalam hati. |
| 34. | Seturut hakikatnya, Misa merupakan perayaan "jemaat".[*] Oleh karena itu, sangat pentinglah dialog antara pemimpin dan umat beriman yang berhimpun; begitu pula aklamasi-aklamasi sangat besar artinya.[*]Semua itu bukan hanya tanda lahiriah perayaan bersama, melainkan juga sarana untuk membina dan memperdalam kebersatuan anatara imam dan umat. |
| 35. | Aklamasi dan jawaban-jawaban umat beriman terhadap salam dan doa-doa imam menciptakan tingkat partisipasi aktif yang harus ditunjukan jemaat dalam setiap bentuk Misa. Dengan demikian, tindakan seluruh jemaat dapat diungkapkan secara jelas dan ditingkatkan.[*] |