Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 302. | Hendaknya dipertahankan tradisi Gereja untuk memasang relikui orang kudus, juga yang bukan martir, di dalam atau dibawah altar yang akan didedikasikan. Namun harus dijamin bahwa relikui itu asli. |
| 303. | Bila membangun gereja baru, lebih baik dibangun hanya satu altar sehingga dalam himpunan jemaat beriman altar tunggal itu sungguh menjadi tanda Kristus yang satu dan Ekaristi Gereja yang satu. Akan tetapi, dalam gereja-gereja yang sudah ada, kalau tempat altar menyulitkan partisipasi umat dan tidak dapat dipindah tanpa merusak nilai seninya, hendaklah dibangun altar permanen baru. Altar baru ini hendaknya memiliki nilai seni yang sama dengan altar lama, dan didedikasikan dengan semestinya. Hanya pada altar inilah perayaan-perayaan liturgis dilaksanakan. Agar tidak mengganggu perhatian umat ke altar baru, altar lama hendaknya tidak dihias secara berlebihan. |
| 304. | Untuk menghormati perayaan-kenangan akan Tuhan serta perjamuan Tubuh dan Darah-Nya, pantaslah altar ditutup dengan sehelai kain altar berwarna putih. Bentuk, ukuran, dan hiasannya hendaknya cocok dengan altar itu. |
| 305. | Dalam menghias altar hendaknya tidak berlebihan. Selama Masa Adven penghiasan altar dengan bunga hendaknya mencerminkan ciri khas masa ini ( masa penantian penuh sukacita), tetapi tidak boleh mengungkapkan sepenuhnya sukacita kelahiran Tuhan. Selama Masa Prapaskah altar tidak dihias dengan bunga, kecuali pada Minggu Laetare (Minggu Prapaskah IV), hari raya dan pesta yang terjadi pada masa ini. Hiasan bunga hendaknya tidak berlebihan dan ditempatkan di sekitar altar, bukan di atasnya. |
| 306. | Di atas altar hendaknya ditempatkan hanya barang-barang yang diperlukan untuk perayaan Misa, yakni sebagai berikut : a. dari awal perayaan sampai pemakluman Injil: Kitab Injil; b. dari persiapan persembahan sampai pembersihan bejana-bejana: piala dengan patena, sibori, kalau perlu; dan akhirnya korporale, purifikatorium, dan Misale. Di samping itu, mike yang diperlukan untuk memperkeras suara imam hendaknya diatur secara cermat. |
| 307. | Lilin diperlukan dalam setiap perayaan liturgi untuk menciptakan suasana khidmat dan untuk menunjukkan tingkat kemeriahan perayaan (bdk.no.117). Lilin itu seyogyanya ditaruh di atas atau di sekitar altar, sesuai dengan bentuk altar dan tata ruang panti imam. Semuanya harus ditata secara serasi, dan tidak boleh menghalangi pandangan umat, sehingga mereka dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di altar atau yang diletakkan di atasnya. |
| 308. | Juga di atas atau di dekat altar hendaknya di pajang sebuah salib dengan sosok Kristus tersalib. Salib itu harus mudah dilihat oleh seluruh umat. Salib seperti itu akan mengingatkan umat beriman akan sengsara Tuhan yang menyelamatkan. Maka, seyogyanya salib itu tetap ada di dekat altar, juga di luar perayaan-perayaan liturgi. |