Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id |
|---|---|
| 358. | Dalam Buku Bacaan Misa Harian disediakan bacaan-bacaan untuk setiap hari sepanjang tahun. Maka, hendaknya bacaan-bacaan itu digunakan pada hari yang bersangkutan, kecuali kalau pada hari itu ada hari raya atau pesta, atau ada peringatan-peringatan yang memiliki bacaan khusus dari Perjanjian Baru, dimana disebut nama orang kudus yang dirayakan. Kadang-kadang bacaan bersambung sepanjang pekan terputus oleh suatu hari raya, pesta atau perayaan khusus lain. Kalau demikian, imam hendaknya memperhatikan semua bacaan dalam pekan itu, lalu menentukan bacaan manakah yang dapat dilewati, mana yang sebaiknya digabungkan dengan bacaan lain, supaya bacaan bersambung berjalan terus dan umat tidak dirugikan. Dalam Misa dengan kelompok khusus imam dapat memilih bacaan-bacaan yang lebih sesuai dengan kelompok itu, asal bacaan-bacaan itu diambil dari Buku Bacaan Misa yang telah disahkan. |
| 359. | Dalam Buku Bacaan Misa disediakan khazanah bacaan yang lebih kaya untuk Misa Ritual dan Misa untuk Pelbagai keperluan. Daftar bacaan tersebut disusun dengan maksud, supaya pewartaan sabda Allah lebih terarah. Dengan demikian umat dididik untuk lebih memahami misteri yang mereka rayakan dan mencintai sabda Allah dengan lebih nyata. Oleh karena itu, bacaan-bacaan yang akan dimaklumkan dalam perayaan liturgi hendaknya dipilih atas dasar pertimbangan pastoral. |
| 360. | Kadang-kadang untuk bacaan yang sama disediakan kutipan panjang dan kutipan singkat; pemilihannya harus didasarkan pada pertimbangan pastoral. Dalam keadaan seperti itu, hendaknya sungguh dipertimbangkan kemampuan umat untuk mendengarkan dengan baik entah kutipan panjang entah kutipan singkat, juga hendaknya diperrtimbangkan hak mereka untuk mendengarkan kutipan yang lebih lengkap yang akan dijelaskan lewat homili. |
| 361. | Kadang-kadang disediakan teks alternatif, entah satu entah lebih. Dalam menentukan pilihan hendaknya dipertimbangkan mana yang paling mengesan untuk umat yang hadir. Beberapa bahan pertimbangan misalnya karena suatu teks lebih mudah ditangkap, atau lebih sesuai dengan jemaat yang berhimpun, atau demi manfaat pastoral umat, perlu mengulang atau mengganti teks yang sudah ditentukan untuk suatu perayaan atau disarankan sebagai alternatif. Situasi seperti itu bisa muncul kalau teks yang sama harus dibacakan lagi selang beberapa hari, misalnya pada suatu hari Minggu dan pada hari biasa dalam pekan yang bersangkutan, atau kalau dikhawatirkan bahwa suatu kutipan akan menciptakan kesulitan di pihak umat beriman. Akan tetapi, hendaknya diperhatikan, jangan sampai dalam pemilihan teks bacaan ada kutipan-kutipan Alkitab yang selalu disingkirkan. |
| 362. | Dalam nomor-nomor tersebut di atas diberikan banyak kemungkinan untuk memilih teks bacaan yang paling sesuai. Namun, dalam keadaan tertentu, Konferensi Uskup dapat memberikan keleluasaan lebih besar lagi untuk memilih bacaan, asal bacaan-bacaan itu diambil dari Buku Bacaan Misa atau Alkitab yang disahkan. |
| 363. | Dalam setiap Misa digunakan doa-doa yang khusus disediakan untuk perayaan yang bersangkutan, kecuali kalau ada ketentuan-ketentuan lain. Pada peringatan orang kudus, digunakan doa pembuka ( kolekta ) khusus untuk hari yang bersangkutan atau, kalau tidak ada, di pilih teks yang cocok dari rumus umum yang bersangkutan. Doa persiapan persembahan dan doa komuni, kalau tidak ada yang khusus, diambil dari rumus umum atau dari hari biasa dalam pekan/masa liturgi yang bersangkutan. Pada hari-hari biasa sepanjang tahun doa-doa dapat diambil dari hari Minggu sebelumnya, dari salah satu hari Minggu lain dalam Masa Biasa, atau juga dari rumus Misa untuk pelbagai keperluan yang tersedia dalam Misale. Boleh Juga, dari rumus-rumus Misa tersebut hanya diambil doa pembukanya. Dengan demikian tersedia khazanah doa yang sangat kaya, sehingga kehidupan umat beriman dapat dipupuk dengan makanan rohani yang lebih berlimpah. Untuk masa-masa liturgi yang khusus, doa-doa yang tersedia dalam Misale, sudah disesuaikan dengan ciri khas masa liturgi dan kebutuhan umat yang bersangkutan. |
| 364. | Dalam Tata Perayan Ekaristi disediakan banyak sekali rumus prefasi. Maksudnya ialah supaya dalam Doa Syukur Agung segi syukur lebih ditekankan, dan masing-masing segi dalam misteri keselamatan lebih diuraikan. |