Judul Buku : Telur Paskah yang Hilang
Publikasi : Obor, Maret 2008
Penulis : Gabriel, F.X.
Pengantar (oleh Rm. F.X. Didik Bagiyowinadi,Pr)
Adik-adik yang manis, apa yang paling mengesan bagimu saat menyambut dan merayakan Paskah? Berpantang jajan dan berpantang main game? Menyisihkan uang saku untuk derma Aksi Puasa? Ikut perarakan Minggu Palma? Berlatih menjadi petugas liturgi untuk Misa Paskah Anak-anak? Melihat Pastor membasuh kaki “para rasul”? Mencium salib saat Jumat Agung? Ikut menyalakan lilin dari api Lilin Paskah dan menyanyi ”Alleluya” dengan lantang? Mencari dan menemukan telur paskah? Atau menikmati pesta “babi-ayam-kambing” Paskah di rumah? Ya, semua ini akan menggoreskan kenangan indah saat merayakan Paskah. Tetapi yang lebih penting lagi tentu kita bersukacita karena Tuhan Yesus telah bangkit. Dia telah wafat di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Sekarang Dia telah bangkit dan hidup kembali. Maka Tuhan Yesus juga mengajak kita bangkit bersama-Nya untuk memulai hidup baru sebagai anak-anak terang.
Dalam buku kecil ini, disajikan pengalaman tiga temanmu bagaimana mereka mempersiapkan dan merayakan Paskah. Pertama, Rini menuturkan perjuangannya saat berpantang dan menyisihkan uang saku untuk Aksi Puasa. Berhasilkah Rini berpantang? Kedua, Ardi yang jengkel sama temannya sampai-sampai mau mogok latihan misdinar untuk Paskah. Apa jadinya bila misdinar mogok bertugas? Dan akhirnya, Joni yang kehilangan kesempatan mendapatkan Telur Paskah. Kenapa? Haruskah Paskah kali ini menjadi pengalaman pahit untuk Joni? Ingin tahu jawabnya, langsung simak aja kisah menarik mereka. Saya berharap kisah-kisah yang terangkai dalam buku kecil ini menjadi Kado Paskah yang mengesan bagi Adik-adik.
Maka tak lupa saya ucapkan Selamat Paskah untuk Adik-adik dan keluarga.
Kota Abadi Roma,
Hari Raya Kabar Sukacita 2009
Rm. F.X. Didik Bagiyowinadi,Pr
lihat buku-buku seri Katekese yang direkomendasikan