Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

351. Juga, untuk hal-hal yang kurang pentingpun hendaknya diusahakan agar memiliki mutu seni, yang memadukan kesederhanaan yang anggun dengan keindahan.

352.Secara pastoral perayaan liturgi akan lebih mengena, bila bacaan, doa, dan nyanyian dipilih sesuai dengan keperluan, taraf pendidikan, dan kemampuan rohani umat yang hadir. Oleh karena itu, hendaknya dimanfaatkan semua kemungkinan yang diberikan dalam memilih, sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Dalam merancang Misa, imam hendaknya lebih mengutamakan kepentingan rohani umat Allah daripada keinginannya sendiri. Rumus-rumus Misa hendaknya dipilih sesuai dengan pendapat dan persetujuan para pembantu dan petugas dalam liturgi, termasuk saran umat beriman mengenai bagian-bagian yang langsung menyangkut mereka.

Oleh karena ada banyak kemungkinan untuk memilih bagian-bagian Misa, maka diakon, lektor, pemazmur, komentator, dan paduan suara, sebelum perayan masing-masing harus tahu rumus manakah yang akan mereka bawakan, jangan sampai terjadi sesuatu tanpa persiapan. Sebab koordinasi yang baik dan penyelenggaraan yang serasi akan sangat menolong umat untuk terlibat dalam perayaan Ekaristi dan memetik manfaat yang lebih besar.

353.Pada hari raya imam wajib mengikuti penanggalan liturgi Gereja tempat ia merayakan Misa.

354.Pada hari-hari Minggu, hari-hari biasa dalam Masa Adven, Natal, Prapaskah, dan Paskah, hari-hari pesta dan peringatan wajib, hendaknya diindahkan petunjuk-petunjuk berikut:
a. Kalau Misa dirayakan bersama dengan jemaat, hendaknya imam mengikuti penanggalan liturgi Gereja.
b. Kalau Misa dirayakan tanpa jemaat, imam dapat mengikuti penanggalan liturgi Gereja atau penanggalannya sendiri.

355.Pada hari-hari peringatan fakultatif, aturannya sebagai berikut:
a. Pada hari-hari biasa dalam Masa Adven yang jatuh pada 17-24 Desember, hari-hari selama oktaf Natal dan Masa Prapaskah ( kecuali pada hari Rabu Abu dan hari-hari biasa selama Pekan Suci ), imam memakai rumus Misa hari biasa yang bersangkutan. Tetapi, kalau pada hari-hari tersebut dalam penanggalan liturgi tercantum suatu peringatan, imam boleh menggunakan doa pembukanya; hal ini tidak berlaku pada hari Rabu Abu atau hari-hari biasa selama Pekan Suci. Pada hari-hari biasa selama Masa Paskah, dan pada peringatan orang kudus dapat digunakan semua teks yang ditentukan untuk peringatan yang bersangkutan.
b. Pada hari-hari biasa dalam Misa Adven sebelum 17 Desember, dalam Masa Natal mulai 2 Januari, dan pada hari-hari biasa dalam Masa Paskah, imam boleh memilih rumus Misa hari biasa yang bersangkutan, rumus Misa orang kudus atau salah satu orang kudus yang diperingati pada hari yang bersangkutan atau yang namanya tercantum dalam martirologium pada tanggal itu.
c. Pada hari-hari biasa dalam Masa Biasa, rumus Misa boleh diambil dari hari biasa yang bersangkutan, dari peringatan fakultatif, dari seorang kudus yang namanya tercantum dalam martirologium pada tanggal itu, dari rumus Misa untuk pelbagai keperluan, atau Misa votif.

Kalau merayakan Misa umat, imam hendaknya mengutamakan kepentingan rohani umat. Janganlah ia memaksakan kesukaannya sendiri kepada mereka. Terutama harap diusahakan agar bacaan bersambung pada hari biasa tidak terlalu sering diputus-putus tanpa alasan yang kuat. Sebab Gereja ingin menghidangkan kepada umat beriman makanan sabda Allah dengan lebih berlimpah.[*]

Dengan dalih yang sama janganlah imam terlalu sering memakai rumus Misa arwah. Sebab setiap Misa dirayakan demi keselamtan manusia baik yang hidup maupun yang sudah meninggal. Lagipula dalam tiap Doa Syukur Agung sudah tercantum juga doa untuk arwah.

Kalau suatu Peringatan Fakultatif Santa Perawan Maria atau seorang kudus tertentu sangat digemari oleh umat, hendaknya sekurang-kurangnya satu Misa dirayakan dengan memakai rumus itu, agar harapan wajar umat beriman terpenuhi.

Kalau boleh memilih antara peringatan yang ada dalam penangalan umum dan yang ada dalam penanggalan khusus keuskupan atau tarekat, maka, menurut tradisi Gereja, peringatan khusus itu mendapat prioritas.

356.Dalam memilih bagian-bagian Misa, baik yang berkaitan dengan masa liturgi maupun dengan rumus para kudus, hendaknya diikuti pedoman berikut :

357.Untuk hari Minggu dan hari raya ditentukan tiga bacaan, yaitu satu bacaan dari "Kitab para nabi" satu dari "Kitab para rasul" dan satu Injil. Maksudnya ialah untuk membimbing umat agar memahami kesinambungan karya keselamatan, seturut rencana Allah yang mengagumkan . Ketiga bacaan itu harus diikuti dengan saksama.

Untuk hari-hari pesta ditentukan dua bacaan. Tetapi, kalau, seturut kaidah, suatu pesta ditingkatkan menjadi hari raya, maka ditambahkan satu bacaan lagi, yang diambil dari rumus umum orang kudus yang bersangkutan.

Untuk peringatan orang kudus, biasanya digunakan bacaan-bacaan yang ditentukan untuk hari biasa yang bersangkutan, kecuali kalau untuk peringatan orang kudus itu tersedia bacaan-bacaan khusus. Biasanya, bacaan-bacaan khusus itu disediakan untuk menyoroti segi tertentu dari kehidupan rohani atau kegiatan orang yang kudus yang bersangkutan. Penggunaan bacaan-bacaan seperti itu tidak diwajibkan, kecuali kalau ada alasan pastoral yang mendesak.

358.Dalam Buku Bacaan Misa Harian disediakan bacaan-bacaan untuk setiap hari sepanjang tahun. Maka, hendaknya bacaan-bacaan itu digunakan pada hari yang bersangkutan, kecuali kalau pada hari itu ada hari raya atau pesta, atau ada peringatan-peringatan yang memiliki bacaan khusus dari Perjanjian Baru, dimana disebut nama orang kudus yang dirayakan.

Kadang-kadang bacaan bersambung sepanjang pekan terputus oleh suatu hari raya, pesta atau perayaan khusus lain. Kalau demikian, imam hendaknya memperhatikan semua bacaan dalam pekan itu, lalu menentukan bacaan manakah yang dapat dilewati, mana yang sebaiknya digabungkan dengan bacaan lain, supaya bacaan bersambung berjalan terus dan umat tidak dirugikan.

Dalam Misa dengan kelompok khusus imam dapat memilih bacaan-bacaan yang lebih sesuai dengan kelompok itu, asal bacaan-bacaan itu diambil dari Buku Bacaan Misa yang telah disahkan.

359.Dalam Buku Bacaan Misa disediakan khazanah bacaan yang lebih kaya untuk Misa Ritual dan Misa untuk Pelbagai keperluan.

Daftar bacaan tersebut disusun dengan maksud, supaya pewartaan sabda Allah lebih terarah. Dengan demikian umat dididik untuk lebih memahami misteri yang mereka rayakan dan mencintai sabda Allah dengan lebih nyata.

Oleh karena itu, bacaan-bacaan yang akan dimaklumkan dalam perayaan liturgi hendaknya dipilih atas dasar pertimbangan pastoral.

360.Kadang-kadang untuk bacaan yang sama disediakan kutipan panjang dan kutipan singkat; pemilihannya harus didasarkan pada pertimbangan pastoral. Dalam keadaan seperti itu, hendaknya sungguh dipertimbangkan kemampuan umat untuk mendengarkan dengan baik entah kutipan panjang entah kutipan singkat, juga hendaknya diperrtimbangkan hak mereka untuk mendengarkan kutipan yang lebih lengkap yang akan dijelaskan lewat homili.

<<   >>