Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

361.Kadang-kadang disediakan teks alternatif, entah satu entah lebih. Dalam menentukan pilihan hendaknya dipertimbangkan mana yang paling mengesan untuk umat yang hadir. Beberapa bahan pertimbangan misalnya karena suatu teks lebih mudah ditangkap, atau lebih sesuai dengan jemaat yang berhimpun, atau demi manfaat pastoral umat, perlu mengulang atau mengganti teks yang sudah ditentukan untuk suatu perayaan atau disarankan sebagai alternatif.

Situasi seperti itu bisa muncul kalau teks yang sama harus dibacakan lagi selang beberapa hari, misalnya pada suatu hari Minggu dan pada hari biasa dalam pekan yang bersangkutan, atau kalau dikhawatirkan bahwa suatu kutipan akan menciptakan kesulitan di pihak umat beriman. Akan tetapi, hendaknya diperhatikan, jangan sampai dalam pemilihan teks bacaan ada kutipan-kutipan Alkitab yang selalu disingkirkan.

362.Dalam nomor-nomor tersebut di atas diberikan banyak kemungkinan untuk memilih teks bacaan yang paling sesuai. Namun, dalam keadaan tertentu, Konferensi Uskup dapat memberikan keleluasaan lebih besar lagi untuk memilih bacaan, asal bacaan-bacaan itu diambil dari Buku Bacaan Misa atau Alkitab yang disahkan.

363.Dalam setiap Misa digunakan doa-doa yang khusus disediakan untuk perayaan yang bersangkutan, kecuali kalau ada ketentuan-ketentuan lain.

Pada peringatan orang kudus, digunakan doa pembuka ( kolekta ) khusus untuk hari yang bersangkutan atau, kalau tidak ada, di pilih teks yang cocok dari rumus umum yang bersangkutan. Doa persiapan persembahan dan doa komuni, kalau tidak ada yang khusus, diambil dari rumus umum atau dari hari biasa dalam pekan/masa liturgi yang bersangkutan.

Pada hari-hari biasa sepanjang tahun doa-doa dapat diambil dari hari Minggu sebelumnya, dari salah satu hari Minggu lain dalam Masa Biasa, atau juga dari rumus Misa untuk pelbagai keperluan yang tersedia dalam Misale. Boleh Juga, dari rumus-rumus Misa tersebut hanya diambil doa pembukanya.

Dengan demikian tersedia khazanah doa yang sangat kaya, sehingga kehidupan umat beriman dapat dipupuk dengan makanan rohani yang lebih berlimpah.

Untuk masa-masa liturgi yang khusus, doa-doa yang tersedia dalam Misale, sudah disesuaikan dengan ciri khas masa liturgi dan kebutuhan umat yang bersangkutan.

364.Dalam Tata Perayan Ekaristi disediakan banyak sekali rumus prefasi. Maksudnya ialah supaya dalam Doa Syukur Agung segi syukur lebih ditekankan, dan masing-masing segi dalam misteri keselamatan lebih diuraikan.

365.Dalam memilih Doa Syukur Agung yang tersedia dalam Tata Perayaan Ekaristi hendaknya diperhatikan petunjuk-petunjuk berikut :
a. Doa Syukur Agung I, atau kanon Romawi, dapat digunakan kapan saja. Doa Syukur Agung I terutama dianjurkan pada hari-hari yang memiliki Communicantes [*] khusus, atau dalam Misa-misa yang memiliki Hanc igitur[*] khusus.Doa Syukur Agung I juga cocok pada pesta para rasul dan orang-orang kudus yang namanya disebut dalam Doa Syukur Agung ini; juga pada hari-hari Minggu kecuali kalau, karena pertimbangan pastoral, lebih disarankan Doa Syukur Agung II.
b. Doa Syukur Agung II, karena sifatnya yang khusus, lebih cocok untuk hari-hari biasa dan untuk kesempatan-kesempatan tertentu.[*] Memang Doa Syukur Agung ini memiliki prefasi sendiri; tetapi dapat juga digunakan prefasi lain, terutama prefasi-prefasi yang merangkum misteri keselamatan, seperti prefasi-prefasi hari Minggu biasa. Dalam Misa arwah, sebelum Ingatlah (pula) saudara-saudara kami?, dapat disisipkan doa khusus untuk orang yang sudah meninggal.
c. Doa Syukur Agung III dapat digunakan dengan prefasi manapun. Doa Syukur Agung ini sangat cocok untuk hari Minggu dan pesta-pesta. Kalau Doa Syukur Agung III ini digunakan dalam Misa Arwah, doa Sudilah pula?,dapat diganti dengan doa khusus untuk arwah.
d. Doa Syukur Agung IV mempunyai prefasi yang tetap. Dalam Doa Syukur Agung ini dipaparkan seluruh sejarah keselamatan. Doa Syukur Agung ini dapat digunakan dalam setiap Misa yang tidak mempunyai prefasi khusus dan pada hari Minggu dalam Masa Biasa. Karena susunannya yang istimewa, dalam Doa Syukur Agung IV ini tidak dapat disisipkan doa arwah khusus.

366.Nyanyian-nyanyian yang terdapat dalam Tata Perayaan Ekaristi, misalnya Anak domba Allah, tidak boleh diganti dengan nyanyian lain.

367.Dalam memilih nyanyian pembuka, mazmur tanggapan, persiapan persembahan, dan komuni hendaknya diperhatikan petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam kaitan dengan masing-masing nyanyian (bdk.no.40-41, 47-48, 61-64, 87-88).

368.Bagi orang-orang beriman yang cukup matang, liturgi sakramen dan pemberkatan menyucikan hampir setiap peristiwa kehidupan dengan rahmat ilahi yang mengalir dari misteri Paskah.[*] Perayaan Ekaristi merupakan sakramen yang termulia diantara sakramen-sakramen lainnya. Maka dari itu dalam Misale disediakan banyak rumus Misa dan doa yang dapat digunakan untuk pelbagai kesempatan dalam kehidupan kristen, untuk keperluan umat manusia, Gereja Universal dan umat setempat.

369.Mengingat keleluasaan yang cukup besar dalam memilih bacaan dan doa, maka hendaknya rumus Misa untuk pelbagai kesempatan tidak terlalu sering dipakai, artinya hanya bila situasi sungguh menuntutnya.

370.Dalam semua perayaan Ekaristi pada kesempatan-kesempatan khusus boleh dipakai bacaan-bacaan dan mazmur tanggapan dari hari biasa, asal cocok dengan perayaan.

<<   >>