Dokumen Gereja
Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Cari Kata dalam Dokumen Gereja
www.imankatolik.or.id
Dokumen:
Nomor:
masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak)
Dokumen:
Kata:
masukkan kata yang akan dicari (catatan kaki lihat versi Cetak)

91.Perayaan Ekaristi adalah tindakan Kristus dan Gereja sebagai "sakramen kesatuan," yakni umat kudus yang berhimpun dan diatur di bawah para uskup. Oleh karena itu, perayaan Ekaristi berkaitan dengan seluruh Tubuh Gereja, mengungkapkan dan mempengaruhinya. Setiap orang yang turut merayakan Ekaristi mempunyai hak dan kewajiban untuk berpartisipasi secara aktif, masing-masing menurut cara yang sesuai dengan kedudukan dan tugasnya.[*] Dengan cara ini, umat kristen,"bangsa terpilih, imamat rajawi, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri", mengungkapkan keterpaduan dan tatanan hirarkisnya.[*] Jadi semua orang entah pelayan tertahbis, entah umat beriman lainnya, hendaknya melakukan tugas yang menjadi bagiannya, tidak lebih dan tidak kurang.[*]

92.Setiap perayaan Ekaristi yang sah diselenggarakan di bawah pimpinan uskup. Uskup dapat memimpinnya sendiri, atau mewakilkannya kepada para pembantunya, yakni imam-imam.[*]

Kalau uskup hadir dalam suatu Ekaristi yang dirayakan bersama dengan umat, paling tepat ia sendiri yang memimpin Ekaristi itu, sementara para imam mendampinginya sebagai konselebran. Maksud konselebrasi ini bukanlah untuk menanbah kemeriahan lahiriah perayaan, melainkan untuk memperlihatkan dengan lebih jelas misteri Gereja, yakni sebagai sakramen kesatuan.[*]

Kalau uskup tidak memimpin sendiri perayaan Ekaristi, tetapi menugaskan seorang imam lain, hendaknya ia sendiri memimpin bagian Liturgi Sabda , dan pada akhir Misa memberikan berkat. Dalam hal ini ia hendaknya mengenakan salib dada, stola, dan pluviale di atas alba.[*]

93.Dalam himpunan jemaat, imam, berkat tahbisannya, juga mempunyai kuasa untuk mempersembahkan kurban selaku pribadi Kristus.[*] Maka dari itu, imam mengetuai jemaat yang berhimpun, memimpinnya dalam doa, mewartakan kabar keselamatan, dan mengajak jemaat agar bersama dengannya mempersembahkan kurban kepada Allah Bapa dengan pengantaraan Kristus dalam Roh Kudus. Di samping itu, Ia membagikan roti kehidupan kepada saudara-saudara seiman dan menyambutnya bersama dengan mereka. Maka, bila imam merayakan Ekaristi wajiblah ia melayani Allah dan jemaat dengan pantas dan rendah hati. Seluruh sikapnya dan juga caranya membawakan sabda ilahi, harus menunjukan kepada umat bahwa Kristus benar-benar hadir di tengah mereka.

94.Di antara para pelayan ibadat, diakon, karena tahbisan kudus yang ia terima, menduduki urutan pertama sesudah imam. Sebab, sejak zaman para rasul, jabatan diakon sangat dihormati dalam Gereja.[*] Dalam Misa, tugas khusus diakon ialah membantu imam, membacakan injil, kadang-kadang menyampaikan homili, membawakan ujud-ujud doa umat, menyiapkan altar dan bahan persembahan, dan melayani komuni untuk umat, terutama komuni-anggur. Kadang-kadang pula ia memberikan petunjuk-petunjuk mengenai sikap tubuh dan tata gerak umat.

95.Umat beriman yang merayakan Misa merupakan umat kudus, umat yang dipilih Allah dan dianugerahi martabat imam dan raja. Mereka berkumpul untuk mengucap syukur dan mempersembahkan kurban murni kepada Allah tidak hanya dengan perantaraan tangan imam, melainkan juga bersama dengan imam; mereka pun belajar mempersembahkan diri.[*] Hendaknya mereka berusaha untuk menyatakan hal itu baik dalam sikap takwa yang mendalam, maupun dalam tindakan cinta kasih terhadap saudara-saudara yang mengikuti perayaan yang sama.

Oleh karena itu, mereka hendaknya menjauhkan segala sikap mementingkan diri sendiri dan menghindarkan perpecahan. Mereka harus sadar, bahwa mereka semua mempunyai satu Bapa di surga, sehingga seluruh umat itu bersaudara satu sama lain.

96.Hendaknya mereka merupakan satu tubuh dalam mendengarkan sabda Allah maupun dalam berdoa dan bernyanyi. Terutama mereka harus merupakan satu tubuh dalam mempersembahkan kurban dan dalam menyambut hidangan dari meja Tuhan. Kesatuan itu tampil indah, baik bila semua mengambil sikap tubuh yang sama, maupun bila mereka melaksanakan tata gerak yang sama.

97.Hendaknya umat beriman dengan senang hati melayani umat Allah, bila diminta untuk melakukan pelayanan atau tugas khusus dalam perayaan.

98.Akolit dilantik untuk melayani altar dan membantu imam serta diakon. Tugasnya yang utama ialah menyiapkan altar dan bejana-bejana kudus. Kalau diperlukan, ia boleh membagikan komuni kepada umat sebagai pelayan tak-lazim.[*]

Dalam melayani altar, akolit memiliki tugas-tugas khusus (bdk. no.187-193), yang harus ia laksanakan sendiri.

99.Lektor dilantik untuk mewartakan bacaan-bacaan dari Alkitab, kecuali Injil. Dapat juga ia membawakan ujud-ujud doa umat dan, kalau tidak ada pemazmur, ia dapat juga membawakan mazmur tangggapan.

Dalam perayaan Ekaristi, ia harus menjalankan sendiri tugas khusus itu (bdk. no.194-198), biarpun pada saat itu hadir juga pelayan-pelayan tertahbis.

100.Kalau akolit yang telah dilantik tidak hadir, pelayan awam dapat diberi tugas melayani altar dan membantu imam serta diakon. Mereka dapat membawa salib, lilin, pedupaan, roti, anggur, dan air. Mereka juga dapat diberi tugas membagikan komuni sebagai pelayan tak-lazim.[*]

<<   >>