Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

 

 

logo

SURAT GEMBALA BAPAK USKUP
DI TAHUN KEPRIHATINAN KEMISKINAN 2009-2010

MARI BERSOLIDARITAS
"HIDUP YANG SALING MENGHIDUPKAN"




Para Ibu/Bapak/Suster/Bruder/Kaum Muda/Anak-anak dan Remaja yang terkasih,

1. Hari ini kita bersama-sama merayakan Hari Raya Pentakosta. Pada Hari Raya Pentakosta, Roh Kudus turun atas Para Rasul. Roh Kudus menerangi pikiran Para Rasul sehingga mereka ingat dan mengerti akan semua yang telah diajarkan Yesus. Roh Kudus juga memberi mereka kekuatan sehingga para murid itu berani pergi dan menjadi saksi Kristus ke seluruh dunia. Pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada hari raya Pentakosta dihayati sebagai buah sulung dari karya penebusan Kristus di atas kayu salib. Di dalam Roh Kudus, Allah hadir untuk menyertai, memberi kekuatan dan kuasa hikmat kepada umat yang percaya; sehingga umat percaya dimampukan untuk hidup kudus dan bersaksi di tengah-tengah dunia ini. Pentakosta ini menjadi kekuatan baru untuk tetap memilih hidup beradab dan tidak membiarkan masyarakat dihanyutkan kekuatan-kekuatan yang memerosotkan kemanusiaan. Ini pilihan sederhana. Tapi juga pilihan yang membuat Gereja tampil sebagai kumpulan orang-orang yang setia pada kemanusiaan dan hormat pada keilahian.

2. Atas dasar semangat Pentakosta ini, kita bersama-sama akan memasuki dan menggulirkan Tahun Keprihatinan Kemiskinan yang akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2009 ini. Selama satu tahun, 1 Juni 2008 - 31 Mei 2009 kita bersama-sama sudah merefleksikan dan menggeluti Tahun Keprihatinan Formalisme Agama. Hari ini kita menutup Tahun Keprihatinan Formalisme Agama. Kehidupan agama dan kehidupan iman kita akan kita wujudkan, tidak hanya dengan perkataan, melainkan juga dengan sikap hidup dan tindakan, "iman tanpa perbuatan adalah mati" (Yak2,20).

3. "Mari Bersolidaritas" adalah tema besar yang akan kita refleksikan dan kita geluti bersama-sama. Dasar solidaritas adalah belas kasih; pengakuan atas martabat pribadi dan perasaan yang muncul dari inti pribadi manusia ketika melihat kebutuhan orang lain. Dasar paling mendalam dari tindakan solidaritas adalah solidaritas Allah dengan manusia. Seluruh karya keselamatan Allah dapat dipahami sebagai ungkapan kesetiakawanan Allah dengan manusia. Solidaritas Allah dengan manusia inilah dasar solidaritas Gereja dengan orang-orang yang menderita, dengan orang-orang kecil, miskin dan tertindas.


Para Ibu/Bapak/Suster/BruderlKaum Muda/Anak-anak dan Remaja yang terkasih,

4. Kemiskinan adalah sesuatu yang sangat kongkret. Kemiskinan adalah kondisi keseharian yang dihadapi oleh umat manusia. Kemiskinan adalah soal yang kompleks. Keadaan ini tidak dikehendaki oleh si miskin, ini terjadi karena tidak bisa dihindari oleh orang miskin dengan kekuatan yang ada pada dirinya. Ketidakmampuan seseorang untuk mendapatkan makanan yang baik, tempat tinggal yang layak, pakaian yang layak, akses pelayanan kesehatan yang memadai, pendidikan yang diperlukan, pekerjaan yang bermartabat, maupun kebebasan untuk mengekspresikan identitasnya dan aspirasinya, itulah kemiskinan. Data yang dihimpun oleh Komisi PSE Purwokerto ada 4.714 (1.536 KK) orang yang mengalami situasi dan kondisi kemiskinan. Bagi merekalah, gerak dan arah pastoral Gereja Keuskupan Purwokerto di Tahun Keprihatinan Kemiskinan ini. Kita sebagai kesatuan Gereja dipanggil dan diajak untuk "Mari Bersolidaritas".

5. Dengan semangat "Mari Bersolidaritas", saya mengajak seluruh umat beriman di seluruh Keuskupan Purwokerto untuk bersama-sama membangun suatu keadaban baru yang memungkinkan orang berkembang sebagai manusia utuh. Membangun persaudaraan umat manusia, yang terjalin begitu rupa, sehingga tidak ada lagi yang terlantar dan yang acuh tak acuh, tidak ada yang kelaparan dan bergelimang dalam kelimpahan, tidak ada yang dihisap dan yang menghisap, tidak ada yang menindas dan tertindas. Membangun hidup manusia yang saling menghidupkan.


Para Ibu/Bapak/Suster/Bruder/Kaum Muda/Anak-anak dan Remaja yang terkasih,

6. Sebagai wujud kongkret dari "Mari Bersolidaritas", saya mengajak seluruh umat beriman di seluruh Keuskupan Purwokerto untuk bersama-sama membangun Gerakan Seratus Rupiah (GERAH) sepanjang satu tahun. Gerakan Seratus Rupiah ini menjadi wujud kasih bagi orang miskin demi pemulihan harkat dan martabat manusia sebagai Gambar dan Citra Allah. Dana yang terhimpun dari GERAH ini akan digunakan untuk memberdayakan hidup orang miskin, sehigga kita bersama-sama akan bisa menurunkan angka kemiskinan umat Katolik satu persen dalam setahun.

7. Selain Gerakan Seratus Rupiah yang saya canangkan sebagai gerakan bersama seluruh umat di Keuskupan Purwokerto, saya juga menghimbau agar kelompok¬-kelompok kategorial, komunitas-komunitas religius, lingkungan, stasi, atau paroki juga mengembangkan suatu gerakan atau kegiatan untuk mengisi Tahun Keprihatinan Kemiskinan ini, misalnya pengobatan masal bagi orang miskin, pasar murah, atau renovasi rumah tidak layak huni. Dengan demikian, kalau kita sebagai kesatuan Gereja sudah berpihak dan bersolidaritas dengan orang miskin, sebenarnya kita sudah berpihak pada manusia dan kemanusian. Akhirnya kemiskinan tidak akan ada lagi kalau ada solidaritas.

8. Akhir kata, marilah kita bersama-sama dengan semangat Pentakosta yang kita rayakan ini, kita masuki Tahun Keprihatinan Kemiskinan ini dengan gembira hati "Mari Bersolidaritas" dan sekaligus menutup Tahun Keprihatinan Formalisma Agama. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Purwokerto, 31 Mei 2009
Pada Hari Raya Pentakosta


Mgr Julianus Sunarka SJ
Uskup Purwokerto

sumber

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/