Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
Materi iman

  peta alkitab  
  audio alkitab  
   
   

 

 

Surat dari Jepang

Alexander Denny Wahyudi, SX

 

Surat dari Romo Deni Wahyudi: Jepang
Kumamoto, 5 Desember 2008

Sebelum mengakhiri tahun 2008 ini, saya ingin sedikit berbagi pengalaman dengan kalian. Setelah 10 bulan di Ancona, Italia untuk belajar sedikit bahasa Italia, akhirnya hari Minggu, 3 Agustus 2008 saya bersama Pastor Xaverian asal Mexico, Felipe Lopez Orozco tiba di Osaka, Jepang. Dua minggu pertama kami tinggal di rumah propinsialat SX di Izumi Sano, Osaka. Di sana kami diajak mengunjungi beberapa kota terkenal yaitu Kobe (ada sisa-sisa gempa bumi dahysat beberapa tahun lalu), Kyoto dengan kuil Shintonya, Nara dengan kota kunonya, dst…sempat berfoto ria dan kuposting di Multiply saya (<<==Klik)

Syukur kepada Allah bahwa hidup dan kehidupan yang telah saya jalani di sini penuh dengan rahmat Tuhan dan penerimaan baik dari para konfrater kita di Jepang ini. Sekarang ini ada 34 Xaverian yang berkarya di Jepang yaitu 2 asal Spanyol, 1 Brazil, 1 Mexico dan aku dari Indonesia, selebihnya dari Italia. Maka, bahasa yang dipakai diantara kami adalah bahasa Italia. Pengalamanku tinggal di Italia sangat membantuku untuk berkomunikasi dengan bahasa Bapa Pendiri kita. Saya senang sekali dapat memahaminya lebih dari sebelumnya. Dalam skala persentase, pemahaman saya akan bahasa Italia ini adalah 10% sebelum saya tinggal di Italia dan setelah tinggal di Italia 90%. Memang tidak mudah untuk studi bahasa dengan sempurna maka saya pun menyadari bahwa setidaknya saya mampu berbicara dan memahami orang lain…sudah cukup buat saya…dan ini sangat berguna untuk saya di Jepang ini.

Di Jepang ini saya tinggal di satu paroki bersama 3 pastor lain yaitu Danilo Marchetto (56 thn, teman sekelas Pastor Rino Benzoni dan Pastor Luigi Menegazzo) sebagai kepala paroki, P. Michele asal Brasil (kelahiran thn 1977-baru setahun lebih dikit studi bahasa Jepang), P. Felipe (asal Mexico kelahiran tahun 1972, 7 tahun berkarya di seminari menengah SX di Arandas, Mexico). Paroki tempat kami tinggal ini memiliki sekitar 300 orang. Misa di gedung gereja Shimasaki hari Minggu pagi jam 9 biasa dihadiri sekitar 80 orang dan mayoritas ibu-ibu senior alias lansia. Di dekat gereja ini ada satu susteran FMM yang memiliki Taman Kanak-kanak dan rumah sakit termasuk untuk orang lepra. Ada sekitar 50 suster dan mayoritas lansia juga. Misa harian dirayakan di kapel susteran dengan bahasa Jepang. Saya dan Felipe biasa misa di kapel kecil di paroki ini sedangkan P.Danilo dan P.Michele bergiliran memimpin misa harian di susteran. Sejak sebulan lalu saya dalam misa harian saat berdua dengan P.Felipe, saya merayakannya dengan bahasa Jepang. Karena saya sudah dapat membaca tulisan Hiragana Jepang, maka pelan-pelan saya mempraktekannya dalam misa harian itu, hanya kami berdua tanpa umat. Tiap Minggu ketiga saya dapat giliran memimpin misa bahasa Inggris di paroki Musashigaoka di mana berkarya Pastor Renato Filippini,sx. Biasa misa ini dihadiri para ibu Philipina yang tinggal dan menikah dengan orang Jepang. Ada sekitar 40 sd 60 orang termasuk anak-anak mereka.

Kami belajar bahasa Jepang secara privat di satu sekolah bernama YWCA (Youth Women Christian Association), sekitar 5 km dari paroki ini. 4 kali seminggu kami ke sekolah ini dan tiap pelajaran dari jam 10 pagi sd 12 siang. Selebihnya belajar sendiri mengerjakan PR dari buku-buku yang ada. Banyak sarana yang ada untuk belajar bahasa ini maka saya pun harus giat menggunakan waktu dan sarana sebaik mungkin. Dua tahun pertama ini adalah tahun untuk studi bahasa Jepang secara formal di sekolah ini. Setelah itu baru penempatan di salah satu tempat di mana SX berkarya yaitu di zona Kansai (Osaka dsk) atau di Kyushu ini. Mayoritas kita berkarya di paroki dengan satu pastor tiap paroki dan biasanya merangkap paroki lain.

Satu pengalaman indah buat saya yaitu HUT pertamaku di Jepang, Senin 24 November 2008, dirayakan dengan misa beatifikasi 188 martir Jepang (Petrus Kibe dkk) di stadion baseball Nagasaki. Kami turut berpartisipasi dengan umat paroki ini dan 30 ribu umat Katolik Jepang serta sekitar 500 imam. Jepang memiliki 450 ribu umat Katolik Jepang dan 500 ribu umat Katolik non-Jepang (Brasil, Mexico, Peru dan Amerika Latin lain serta Philipina). Saat misa beatifikasi itu hujan rintik-rintik dan sedikit dingin dan berjalan dengan khidmat dengan bahasa Jepang dan sesekali bahasa Italia.

Kumamoto City tempat aku tinggal ini sungguh indah karena ada satu castle kuno di tengah kota dan dikelilingi oleh bukit-bukit. Castle Kumamoto ini menjadi setting film the Last Samurai. Shinmeizan tempat Pastor Franco Sottocornola, sx berdialog antar agama sekitar 30 menit dari Kumamoto. Januari yang akan datang saya akan ke Osaka untuk memperbaharui paspor saya di konsulat RI. Pertama kali melapor diri di konsulat ini Agustus lalu, saya disambut baik oleh konjennya yang adalah orang Katolik yaitu Bapak Mozes Tandung Lelating.

Hobby saya bersepeda di Indonesia ternyata juga digemari orang Jepang. Banyak dijumpai di kota-kota sini, orang Jepang dengan baju modis baik cowok maupun cewek bersepeda ria, bahkan dengan dasi dan jas masuk kantor. Model sepeda mereka banyak yang mirip dengan sepeda lipat saya. Maka saya pun baru mendapat sepeda lipat ini yang nanti akan saya pakai dari Kumamoto ke Osaka….terlebih dulu dilipat masuk tas dan bagasi bus, baru setelah tiba di Namba, Osaka, saya gunakan. Dengan bis dari Kumamoto – Osaka perjalanan ditempuh sekitar 9,5 jam. Dengan bis malam ini saya akan berangkat sendiri karena ketiga pastor sx lain akan naik plane dari Fukuoka. Kami akan mengikuti ceramah tentang Confusianisme yang ditangani oleh P.Tiziano Tosolini,sx di rumah regionalat SX di Izumi Sano, Osaka.
Akhir kata, Selamat Advent menuju Natal 2008 dan Tahun Baru 2009
Satu dalam doa, iman-harapan-kasih,


Kumamoto, 5 Desember 2008
Alexander Denny Wahyudi, SX Kumamoto, Japan

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/