Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
Materi iman

 

 

Bahan Ibadat Tambahan dari Korea

Bahan Ibadat Tambahan dari Korea

Dengarkanlah Doa Kami (Woo-Ri Gi-Do, Nyanyian Korea)

 

Ya Allah, dengarkanlah doa kami.
Engkau tahu apa yang kami butuhkan
dan Engkau mendengarkan kami.
Berilah kami damai-Mu.

 

Doa untuk Perdamaian dan Penyatuan Kembali Semenanjung Korea, 2006

Kami berharap
kesatuan kembali negeri ini akan teguh dan indah.
Kamu berharap
kesatuan ini akan menyembuhkan sejarah kepedihan dan penderitaan kami.
Anugerahkanlah kesatuan kepada bangsa kami,
dan berikanlah pengharapan kepada seluruh dunia...
Tuhan,
dalam Dikau, kami memimpikan suatu mimpi besar,
mimpi yang Kauimpikan pada kayu salib di masa lampau itu.
Mimpi besar setiap orang,
dan mimpi agung seluruh sejarah,
yang ada di dalam Hati-Mu
adalah mimpi kami juga.

 

Doa Paskah Gereja-Gereja Korea Selatan dan Korea Utara, April 2007

O Tuhan,
Engkau telah mengalahkan kematian
dan bangkit kepada kehidupan! (“Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33)
Kami memuji Engkau, ya Tuhan kami,
karena Engkau telah bangkit,
karena, akhirnya, Engkau mengalahkan salib,
karena Engkau meninggalkan kubur kosong,
dan bangkit dengan mulia.

O Tuhan kami yang telah bangkit,
air mata-Mu di Getsemani telah membuat bunga-bunga musim semi bermekaran,
kepedihan-Mu di Golgota telah memancarkan terang ke tengah kegelapan;
Engkau telah mengubah kesedihan di luar kubur menjadi suka cita;
Engkaulah Harapan abadi seluruh umat manusia.
Kini, kami letih
karena dirundung kegelapan perpecahan yang berkepanjangan;
kami terus-menerus memanggul salib
sambil berkelana menyusuri negeri ini
ibarat menyusuri suatu padang gurun;
kami menapaki jalan yang penuh duri tajam
sampai datangnya fajar baru.

Di sini,
hari ini,
dengan melintasi setiap lembah
yang membentang di sepanjang tanah air kami,
Gereja-Gereja utara dan selatan berhimpun menjadi satu,
orang-orang Kristiani selatan dan utara berpadu dalam kehangatan hati,
memuji Engkau, ya Allah,
atas datangnya fajar Paskah yang baru.

Ya Allah,
agar supaya kami dapat menjadi saksi yang hidup tentang kebangkitan,
biarlah tangan-tangan kami
yang berlumuran darah
karena menancapkan paku kebencian
dan menghunjamkan tombak penghukuman,
menjadi tangan-tangan
yang membebat luka,
yang terulur untuk membangun rekonsiliasi.

Ya Allah,
di lorong penderitaan ini,
bantulah kami
memulihkan suara penghiburan,
dan memantapkan kembali langkah perdamaian.
Dan, akhirnya,
bantulah kami menyadari
bahwa kami dapat mengubah sejarah kematian.

Maka, ya Tuhan,
sebagaimana salib dan kebangkitan itu satu,
sebagaimana Sungai Daedong di Utara dan Sungai Han di Selatan bermuara di laut yang sama,
semoga kebebasan kami yang serba tidak lengkap
menjadi penyatuan kembali yang  sempurna,
yang membentang dari Gunung Halla di Selatan
sampai Gunung Baekdu di Utara,
dari Kaesong di Barat
sampai Pegunungan Keumgang di Timur.

Dan, selanjutnya, ya Tuhan,
semoga salam Paskah-Mu 
“Damai sejahtera bagimu,” (Yoh. 20:19,21,16)
melampaui batas-batas tanah kami
dan menjangkau seluruh Asia serta seluruh dunia.
Satukanlah kami semua
dalam damai, pekik suka cita, tawa ria,
dan pelukan persahabatan.
Semoga hari-hari tidak pasti
yang menyelubungi kampung global ini
berubah menjadi Hari Ketiga
yang penuh pengharapan.
Semua ini kami panjatkan
dalam nama Yesus Kristus yang telah bangkit
yang menuntun tanah air kami
menuju satu negara, satu ciptaan baru.

Doa Bersama ini disusun bersama oleh Dewan Nasional Gereja-Gereja Korea (NCCK) dan Federasi Kristiani Korea (KCF).

 

Salib

Karya: Yun Dongju, Seorang penyair dan martir yang berjuang untuk kemerdekaan Korea dalam masa kolonial Jepang. Ia dihukum mati pada tahun 1945.

Berkas-berkas sinar mentari
yang terus mengikuti langkahku
sampai semenit yang lalu
kini terhenti pada salib
yang bertengger di puncak gereja.

Aku bertanya-tanya
bagaimana mereka dapat mendaki
suatu puncak yang begitu tinggi.
Aku mondar-mandir tanpa henti,
sambil bersiul-siul riang,
tak terdengar lonceng gereja berdentang.

Dan kalau sebuah salib pernah diberikan kepadaku,
sama seperti kepada orang yang sedang menghadapi ajal,
kepada Yesus Kristus yang berbahagia,
aku akan mengucurkan diam-diam
darah yang bermunculan ibarat sekuntum bunga,
yang turun membasahi leherku,
di kolong langit yang menjadi gelap.

 

Marilah Kita Bersatu

Bapa yang kudus,
lindungilah mereka dengan kuasa nama-Mu –
nama yang telah Kauberikan kepada-Ku –
supaya mereka dapat menjadi satu
sama seperti kita adalah satu.

Sebagaimana Engkau mengutus Aku ke dunia,
Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.
Bagi mereka Aku menguduskan diri-Ku,
supaya mereka pun dapat sungguh-sungguh dikuduskan.
Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku.

Semoga mereka diantar kepada kesatuan yang sempurna
agar dunia tahu bahwa Engkau telah mengutus Aku
dan telah mengasihi mereka
sama seperti Engkau telah mengasihi Aku.

Link Terkait :

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id