Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU ADVEN III/B/2017

Yes 61:1-2a.10-11; 1Tes 5:16-24; Yoh 1:6-8.19-28;

PENGANTAR
    Teks Misa Kudus pada Hari Minggu Adven III ini dimulai dengan Antifon Pembukaan ini: "Bersukacitalah selalu dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan : bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat" (Flp 4:4-5). Seperti Injil Markus pada Hari Minggu Adven II yang lalu, demikian juga Injil Yohanes Penulis Injil pun memperkenalkan tokoh Yohanes Pemandi kepada kita. Perutusan Yohanes Pemandi ialah mempersiapkan kedatangan Almasih sebagai Terang. Yohanes Pemandi sendiri menegaskan, bahwa ia bukanlah Terang itu! Almasih yang datang sebagai Terang adalah Yesus.

HOMILI
    Yohanes menganggap dirinya pun lebih rendah daripada hamba. "Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak pantas" (Yoh 1:26-27). Yohanes Pemandi itu menurut Injil Matius (4:12), Markus (1:14) dan Lukas 3:19) dipenjara oleh Raja Herodes Antipas, sebab ia menegur Raja itu karena telah mengambil Herodias, istri saudaranya, dan karena kejahatan-kejahatan lain. Karena itu ia dibunuh!

    Menurut Injil Lukas, di dalam penjara ketika Yohanes itu sendirian dan menjelang waktu ia akan dibunuh atas perintah Herodes, ia menyuruh beberapa orang bertanya kepada Yesus: "Apakah Engkau yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan seorang lain?" (Luk 7:19). Tidak mustahil bahwa Yohanes Pembaptis itu menggambarkan Almasih sebagai seorang tokoh agung sebagai pembaharu sosial masyarakat, yang menyolok. Namun nyatanya Yesus sebagai Almasih datang dengan cara yang lain sekali dan bukan seperti diharapkannya. Karena itu Yohanes Pemandi mengutus dua orang dari murid-muridnya mencari keterangan dari Yesus.

    Kepada kedua utusan Yohanes Pemandi itu, Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan menunjukkan apa yang terjadi di sekeliling mereka, dan melihat sendiri apa yang telah dilakukan-Nya di tengah masyarakat. Yang buta melihat lagi, yang lumpuh dapat berjalan, yang sakit sembuh, dan yang tuli mendengar lagi. Kabar Gembira atau Injil ternyata sudah diwartakan kepada kaum kecil dan miskin! Yesus mengusir setan, Ia mengampuni orang berdosa. Itulah makjizat terbesar yang mengatasi segala-galanya! Itulah hiburan terbesar bagi umat manusia di depan Tuhan! Itulah yang dilakukan Yesus sebagai Kristus, yaitu sebagai Penebus.

    Bukankah kita pun sebagai murid Yesus sering bertanya kepada diri kita sendiri: "Apakah hidupku sebagai pengikut Kristus patut atau layak disebut sungguh kristiani?" "Apakah Yesus bagiku sungguh merupakan jawaban terhadap aneka kejahatan dan kegelapan di dunia masyarakat yang kita alami sendiri di dalam hidup kita ini?".

    Banyak orang datang kepada Yohanes Pembaptis dan bertanya: "Apa yang harus kami lakukan?" Ternyata Yohanes tidak memberi nasihat supaya mereka meninggalkan dunia mereka, meskipun dunia itu bisa dilihat dan diartikan secara aneka ragam! Lukas menulis jawaban Yesus sebagai berikut: "Barangsiapa mempunyai dua hilai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian"(Luk 3:10-11). Jadi apa yang diwartakan Yohanes untuk mempersiapkan kedatangan Yesus sebagai Almasih ialah : menjadi orang yang murah hati, dermawan, adil, lurus hati, jujur, tahu berterima kasih dan berbelaskasih.

    Hidup dan perutusan figur atau tokoh Yohanes Pemandi ini kiranya merupakan teladan bagi kita, kalau kita mau mempersiapkan diri, namun juga mengajak sesama untuk menyambut kedatangan Penebus kita, dan melaksanakan apa yang dilakukannya. Kita harus selalu mau dan berani tampil dalam masyarakat dengan wajah Kristus di depan masyarakat. Yohanes Pemandi harus memberi keberanian dan kekuatan kepada kita untuk membawa terang bagi orang lain. Kalau perlu, yakni demi kasih, kepentingan dan kebaikan orang lain, berani mengingatkan kesalahan sesama kita, namun atas dasar kasih. Kita harus juga bersedia tabah dan sabar untuk berusaha dan menunggu, namun juga tetap bergembira, seperti ditegaskan oleh Paulus kepada umat di Tesalonika : "Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa! Tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus" (1 Tes 5:16-18).

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/