Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA II/B/2018

1Sam 3:3b-10.19; 1 Kor 6:13c-15a.17-20; Yoh 1:35-42;

PENGANTAR
    Setelah kita beberapa minggu lewat Kitab Suci diajak memahami dan bersuaha menghayati makna perayaan Natal, Maria Bunda Allah, Penampakan Tuhan, kita sekarang diajak Gereja memasuki Hari-Hari Minggu BIASA. Di balik susunan perayaan liturgis itu terungkap ajakan Gereja kepada kita, untuk berikhtiar secara nyata, praktis serta realistis menghayati ajaran Kristus yang terdapat dalam peristiwa Natal. Kelahiran Yesus Kristus bagi hidup kita sebagai seorang kristiani adalah panggilan menjadi murid Yesus sejati secara nyata dalam hidup kita sehari-hari (hidup "biasa"). Nah, Injil hari ini memberitahukan kepada kita, apa syarat atau tuntutan yang diminta Yesus untuk menjadi murid-Nya. Marilah bacaan-bacaan hari ini kita dengarkan dengan seksama.

HOMILI
    Dalam bacaan-bacaan hari ini kita mendengar ceritera tentang panggilan Samuel (Bac.I) dan Andreas serta Simon Petrus saudaranya (Injil Yoh 1:35-42). Membaca ceritera itu saya teringat akan ayah saya, yang ketika ia ditangkap Pemerintah Jepang (1942) bersama beberapa guru katolik dan juga imam-imam katolik, baik misionaris Belanda maupun imam Indonesia, dan dimasukkan ke penjara karena iman. Bapak saya itu wafat di penjara. Saya mendengar dari ibu saya kata-kata ayah yang disampaikan kepada ibu ini : "Hanya bila kita hidup dan melakukan tugas kewajiban kita dengan masalah-masalahnya, keberhasilan dan kegagalan, pengalaman dan kebingungan hidup menurut ajaran Kristus sepenuhnya dan tidak separo-separo ataupun secara bersyarat, dengan demikianlah kita dapat menjadi murid Kristus dan orang katolik sejati!". Itulah syarat menjadi murid Kristus!

    Nabi Samuel maupun Rasul Rasul Andreas dan Simon Petrus mengalami tuntutan dan menghayati syarat kemuridan Yesus itu dalam hidup mereka. Eli, seorang imam Perjanjian Lama, yang berusia lanjut dan hampir buta sangat prihatin, karena anak-anaknya yang adalah juga imam, tidak setia kepada Allah dalam tugas mereka. Ketika mendekati akhir tugas imamatnya itu, maka Allah memanggil Samuel, untuk mengganti dan memulai pelaksaan periode baru tugas imamatnya. Tetapi Samuel membutuhkan pertolongan untuk mengenal panggilannya. Eli yang berusia tinggi itu menolong Samuel mendengarkan suara Tuhan. Dan ketika tahu dan yakin, bahwa Tuhanlah yang memanggil dirinya, Samuel menerima panggilannya menjadi nabi agung, yang membimbing umat Allah dalam arah dan gerak hidupnya sesuai dengan kehendak-Nya.

    Apa pesan ceritera tentang Samuel ini bagi kita? Bila kita menghadap Tuhan dalam doa dan mendengarkan sabda-Nya, dalam lubuk hati kita yang paling dalam kita harus berdoa: "Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu ini mendengarkan". Jangan sampai doa kita itu berubah menjadi : "Dengarkanlah, ya Tuhan, hamba-Mu mau berbicara"!

    Gereja, yaitu kita semua, harus sungguh menjadi umat Allah yang mendengarkan. Sebab kita adalah umat yang beriman. Dan beriman berarti selalu mau mendengarkan suara atau sabda Allah. Iman yang tidak mendengarkan, bukanlah iman sesungguhnya! Peristiwa adanya pertentangan, kekerasan, ketidakadilan, kemiskinan, korupsi, dan begitu banyak masalah lain lagi dalam masyarakat, tetapi juga dalam keluarga dan komunitas, semua itu pada dasarnya disebabkan oleh keengganan atau ketidakmauan mendengarkan orang lain. Betapa buruknya sikap orang beriman, yang tak mau mendengarkan sabda Tuhan!

    Tuhan bersabda, dan Gereja meneruskan sabda-Nya itu. Tetapi Allah bukan hanya bersabda. Allah juga mendengarkan manusia, khususnya mendengarkan orang-orang yang jujur, tulus, adil, dan teristimewa kaum janda, yatim piatu, kaum kecil, mereka yang menderita. Mereka yang tidak punya suara! Nah, bila demikian, itulah tugas panggilan Gereja, yaitu kita semua!

    Dalam Injil hari ini Yesus bertanya : "Apakah yang kamu cari?". Jawaban mereka : "Rabi, di manakah Engkau tinggal?". Dalam bahasa al- kitabiah Yohanes istilah "tinggal" mempunyai arti mendalam. Artinya: murid-murid-Nya itu ingin mengetahui dan mengalami kehidupan pribadi Yesus. Maka jawaban Yesus: "Marilah, datanglah dan lihatlah". Untuk mengenal Yesus mereka harus mengikuti Dia! Andreas memenuhi undangan Yesus, dan sesudah tinggal bersama Yesus, Andreas bertemu dengan Simon Petrus saudaranya dan berkata : "Kami telah menemukan Mesias". Lalu Andreas membawa Simon Petrus kepada Yesus.

    Apa pesan pengalaman Andreas dan Simon Petrus kepada kita? Kita tidak pernah dipanggil hanya untuk kepentingan kita sendiri! Lewat Samuel dalam Perjanjian Lama Israel bukan hanya dipanggil untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk segala bangsa. Demikian juga Gereja dipanggil untuk kepentingan seluruh dunia, bukan hanya untuk kepentingannya sendiri. Seperti Andreas dan Simon Petrus, dipanggil menjadi murid-murid Yesus. Dan syarat menjadi murid Yesus ialah bersedia mendengarkan ajaran Yesus dan dipanggil untuk hidup serta berbuat sesuai dengan ajaran-Nya itu.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/