Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA V/B/2018

Ay 7:1-4.6-7; Kor 9:16-19.22-23; Mrk 1:29-39;

PENGANTAR
    Minggu lalu Injil Markus memperkenalkan Yesus sebagai seorang tokoh, yang mengajar dengan otoritas, dan memiliki kuasa mengusir roh jahat atau setan. Hari ini Markus menunjukkan apa yang selanjutnya dilakukan Yesus. Ia pergi ke rumah Petrus dan menyembuhkan ibu mertua Petrus yang sakit demam. Dan juga menyembuhkan orang-orang sakit lainnya, yang dibawa kepada-Nya dan juga mengusir setan. Sesudah malam hari beristirahat, pagi-pagi hari masih gelap Yesus pergi ke tempat sunyi untuk berdoa. Kemudian Ia bertolak pergi ke tempat-tempat lain mewartakan Kerajaan Allah. Demikianlah Yesus menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, berdoa dalam mewartakan Kerajaan Allah. Pelayanan jasmani memang tak terpisahkan dari pelayanan rohani satu sama lain.

HOMILI
    Apa pesan Yesus dalam Injil hari ini. Dari apa yang dilakukan Yesus hari ini, marilah kita merenungkan makna penyembuhan orang sakit. Sekarang ini meskipun belum merata dan belum dirasakan oleh semua orang, masyarakat kita mengalami perubahan dan perkembangan sosial positif yang menggembirakan, antara lain kemajuan di bidang kesehatan/bidang medis. Berkat adanya kemajuan pengetahuan dan teknik di bidang kesehatan, makin besarlah harapan orang sakit untuk sembuh kembali. Tetapi secara riil, bila dilihat dari segi lain, penyakit dan kematian belum selalu dapat diatasi atau dicegah sepenuhnya. Itulah kondisi kita sebagai manusia! Yang harus sembuh bukan hanya tubuh kita, tetapi juga jiwa kita! Nah, iman kita dapat meringankan kondisi manusiawi kita itu. Dengan iman yang mantap kita dapat memberi makna dan nilai penderitaan dan kematian orang beriman kristiani secara positif.

    Banyak orang berpendapat bahwa penyakit dan penderitaan berkaitan erat dengan dosa. Penyakit dan penderitaan dilihat sebagai akibat dosa. Tetapi kenyataannya banyak orang yang baik dan saleh menderita, dan banyak pula orang-orang yang berdosa justru dapat hidup dengan enak dan nyaman. Dalam ajaran dan penampilan-Nya Yesus mengubah pandangan tentang dosa dan penyakit atau penderitaan itu. Dalam Injil misalnya diceriterakan, bahwa ketika Ia mengusir setan dan menyembuhkan orang-orang sakit, di situ dikatakan : "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita" (Mat 8:17). Nah, di dalam Injil itu diwartakan kepada kita suatu kabar baru, kabar gembira. Apa kabar baru itu? Kabar baru itu ialah, bahwa salib di mana Yesus tergantung member arti yang baru tentang adanya penyakit dan penderitaan yang dialami manusia. Penyakit atau penderitaan bukan lagi kita alami sebagai hukuman, melainkan sebagai penebusan dan pembebasan, seperti dialami Yesus. Penyakit yang kita alami atau derita menyatukan kita dengan Yesus, yang menguduskan dan memurnikan jiwa kita. Kita masing-masing dan bersama-sama memang harus mengusahakan sebanyak mungkin penyembuhan dan pembebasan diri kita dari penyakit dan penderitaan. Namun dengan iman dan doa ikhtiar kita itu harus kita lihat dan kita hayati juga sebagai persiapan untuk menyambut kedatangan suatu saat, suatu hari, di mana air mata penderitaan kita tidak akan mengalir lagi. Di situ penyakit ataupun penderitaan tidak akan ada lagi. Kita akan bangkit seperti Yesus.

    Di depan Basilika Agung Santo Petrus di Roma, Paus Beato Yohanes Paulus II pernah ditembak untuk dibunuh oleh seorang sewaan Turki. Sesudah sebagai akibatnya beliau harus menanggung derita cukup lama, Paus Yohanes Paulus II ini menulis Surat Apostolik (semacam Ensiklik), yang berjudul "Salvifici Doloris", artinya "Penderitaan yang menyelamatkan". Di situ Paus menulis : "Menderita berarti dapat secara khusus menerima atau secara khusus menjadi terbuka terhadap karya kekuataan Allah, yang menyelamatkan, yang diberikan kepada umat manusia dalam Kristus" (SD 23).

    Keadaan sakit atau penderitaan membuka bagi kita suatu hubungan antara kita dan Yesus di salib, suatu hubungan komunikasi yang istimewa. Orang beriman yang sakit bukanlah seorang anggota Gereja yang pasif, sebaliknya warga Gereja yang sangat berharga! Sebab bagi Allah, bila kita sehari menderita dengan sabar dan tabah, itu dapat lebih berharga daripada kegiatan apapun dan betapa banyaknya pun, apabila semua itu dilakukan hanya untuk diri sen-diri! Orang sakit memang membutuhkan perhatian, pelayanan, perawatan dengan keahlian dan alat-alat medis. Namun ia juga lebih-lebih membutuhkan harapan. Tiada obat apapun akan meringankan dan menyembuhkan penyakit atau penderi-taan yang melebihi kata-kata dokter yang diucapkan kepada pasien : "Hatiku penuh harapan bahwa anda akan sembuh!" Ucapan penuh harapan dokter itu ibaratnya merupakan "oksigen" mujarab bagi si pasien! Orang sakit tak boleh diperlakukan sekadar sebagai obyek, jangan dibiarkan saja dan ditinggalkan sendirian. Kita ingat akan kata-kata Yesus, yang berbicara tentang pengadilan terkahir : "Ketika aku sakit, kamu melawat Aku" (Mt 25:36), tetapi juga : "Ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku" (Mat 25:43). Sikap dan perlakuan kita terhadap sesama adalah perlakuan kita terhadap Yesus Kristus sendiri!

    Bila ada orang sakit, kita harus mengusahakan pertolongan dokter, tetapi kita juga harus berdoa baginya. Dalam Injil juga diceriterakan, bahwa orang-orang sakit memang disembuhkan, tetapi itu karena ada orang yang menolong dan membawa mereka kepada Yesus. Orang-orang itu menolong orang sakit dengan memohon penyembuhan kepada Yesus. Dan doa sederhana yang dapat kita pakai ialah permohonan dua kakak beradik Marta dan Maria kepada Yesus, ketika Lasarus saudara mereka sakit : "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit" (Yoh 11:3). Doa itu sangat pendek, namun keluar dari hati penuh iman. Dan berhasil!

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/