Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA X/B/2018

Kej 3:9-15; 2 Kor 4:15-5:1; Mrk 3:20-35;

PENGANTAR
    Injil Markus untuk Hari Minggu ini mengandung empat berita :

1. Keluarga Yesus sangat prihatin mengenai sepak terjang Yesus (ay.20-21).

2. Ahli-ahli Taurat berpendapat bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa pemimpin setan : Beelzebul (ay. 22-27).

3. Yesus menegaskan bahwa segala dosa dapat diampuni, kecuali dosa melawan Roh Kudus (ay. 28-30).

4. Kata-kata penting Yesus tentang siapakah Ibu dan saudara-saudara-Nya yang sejati (ay.31-35).

HOMILI
    Injil Markus yang baru kita dengarkan hari ini, menunjukkan kepada kita siapa Yesus sebenarnya, dan memperlihatkan sikap dasar pribadi-Nya dan apa yang secara nyata telah dilakukan-Nya. Ternyata Yesus senantiasa memikirkan keadaan orang lain. Orang sakit, siapapun dan penyakit apapun disembuhkanNya. Dan Yesus juga mengusir setan dari orang yang dirasuki setan jahat. Tetapi karena hal-hal itu dilakukan pada hari Sabat, maka oleh orang-orang beragama Yahudi khususnya kaum Farisi dan ahli Kitab, perbuatan baik yang dilakukan Yesus dianggap sebagai bertentangan dengan kehendak Allah dan melawan tatanan atau peraturan masyarakat.

    Bukan hanya kaum Farisi dan para ahli kitab yang menentang-Nya. Ternyata dalam Injil Markus diberitakan, bahwa golongan keluarga Yesus sendiri pun, yaitu Maria Ibu-Nya dan saudara-saudara Yesus sangat prihatin mengetahui apa yang dilakukan Yesus dan dianggap bertentangan dengan wakil-wakil keagamaan Yahudi. Mereka pun datang untuk menjemput dan mengajak Yesus pulang ke Nasaret. Keluarga Yesus menganggap Yesus tidak "waras" lagi dan terus berkonflik dengan ahli-ahli Taurat. Tetapi karena sekian banyak orang yang hadir di rumah orang yang kerasukan setan, keluarga berhalangan menemui Yesus.

    Sementara ituYesus menegaskan kepada mereka, khususnya kepada ahli-ahli Taurat, bahwa Ia berbuat apapun yang baik, memberi makan kepada orang lapar, mengusir setan jahat, mengampuni dosa, menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati, semuanya itu dilakukan Yesus sebagai Penebus dengan kuasa Roh Kudus. Ahli-ahli Taurat menganggap bahwa apa yang dilakukan Yesus itu sebagai karya roh jahat. Ungkapan ahli-ahli Taurat Yahudi itu melawan Roh Kudus, yang menurut penegasan Yesus "tidak dapat diampuni selama-lamanya". Orang dianggap menghujat Roh Kudus apabila ia dengan bebas dan secara sadar menolak kuasa dan rahmat keselamatan ilahi, yang dilakukan oleh Yesus melalui kata-kata dan perbuatan-Nya. Harus selalu kita sadari, bahwa pengampunan dosa bukan karena Allah tidak mau dan tidak mampu mengampuni, melainkan karena orang itu sendirilah yang menolak pengampunan itu. Dengan demikian orang itu menjauhkan diri dari Allah dan menutup diri dari kerahiman Allah.

    Akhirnya Injil Markus hari ini mengungkapkan sikap dasar Yesus terhadap Maria Bunda-Nya dan saudara-saudara-Nya. Penuh keprihatinan, Maria dan keluarga Yesus ingin bertemu dan mengajak Yesus pulang dari Kaparnaum ke Nasaret untuk melepaskan-Nya dari pertentangan dan konflik dengan golongan masyarakat Yahudi, khususnya kaum Fasisi dan ahli-ahli Turat. Dan ketika orang memberitahukan kepada Yesus : "Lihat, Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar,dan berusaha menemui Engkau", jawablah Yesus dengan sangat mengherankan, kata-Nya: "Siapa Ibu-Ku dan siapakah saudara-saudara-Ku?" Dan sambil melihat kepada orang-orang di sekelilingnya Ia menambahkan : "Ini Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melalukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah Ibu-Ku!". Yesus menegaskan dengan jelas: Siapapun orangnya, yang melalukan kehendak Allah adalah saudara-saudari Yesus! Dalam ucapan-Nya tentang Maria, Yesus bukan merendahkan diri Maria, sebaliknya Ia menghormati dan menghargai Ibu-Nya, sebab Maria adalah teladan seseorang yang melaksanakan kehendak Allah!

    Dalam Injilnya Markus tidak mau mengurangi kedudukan dan peranan penting Maria dalam karya keselamatan Yesus! Ternyata, sungguh beriman merupakan suatu perjuangan. Tanpa kekecualian semua orang harus berjuang guna memahami kehendak dan rencana Allah. Maria tidak terkecuali. Apabila Maria pun mengalami pergulatan iman, maka kita pun khususnya tidak terkecuali! Kita harus selalu sadar akan peran Roh Kudus dalam hati kita,yang menunjukkan kita akan apa yang terjadi di sekeliling kita. Roh Kudus berkarya kapan saya dan di manapun juga, dan Roh juga berbuat melalui orang lain siapapun juga yang dikehendaki-Nya. Sadar akan hal ini, janganlah kita sampai lalai atau tidak suka, dan membuat kita bersikap, berbicara, dan berbuat dengan bertentangan dengan kehendak Allah. Bila kita berbuat baik kepada sesama, kita adalah saudara Yesus sebab kita melaksanakan kehendak Allah. Bukan atas dasar seketurunan, sedarah, sekedudukan, melainkan atas dasar iman dan kesediaan melaksanakan kehendak Allah.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/