Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XIV/C/2019

Yes 66:10-14c; Gal 6:14-18; Luk 10:1-9;

PENGANTAR
    Yesus mengutus tujuh puluh (dua) murid ke seluruh jurusan untuk mempersiapkan kedatangan-Nya ke daerah-daerah dan tempat-tempat, yang akan dikunjungi-Nya. Mereka itu adalah utusan. Yesus Kristus sendirilah yang akan datang sebagai Raja untuk mendirikan Kerajaan-Nya. Kerajaan Allah bukanlah hasil usaha manusia, melainkan karya Allah. Manusia hanyalah bertugas sebagai penolong. Namun dihargai dan diminta oleh Allah sendiri lewat Yesus. Dan semua orang harus ikut mengambil bagian dalam mendirikan Kerajaan-Nya itu.

HOMILI
    Dalam melaksanakan perutusan-Nya sebagai Mesias, Yesus ternyata membutuhkan bantuan manusia. Dan tidak sedikit! "Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit!" Ternyata fungsi manusia begitu dihargai Allah, sehingga Yesus minta dan memanggil kita manusia sebanyak mungkin sebagai pekerja-pekerja ke tuaian itu. Sebenarnya kekurangan imam dan petugas Gereja lainnya adalah tidak mungkin bagi Allah. Tetapi bila dalam kenyataannya ada kekurangan imam, maka sebabnya ialah sikap orang-orang, yang tidak menanggapi panggilan Tuhan kepada mereka secara serius. Doa mohon panggilan untuk ikut mengambil bagian dalam karya keselamatan manusia adalah sungguh keinginan Yesus sendiri, yang harus ditanggapi secara serius! Dan menurut Injil, tugas yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya terdiri dari dua hal ini : mewartakan Kerajaan Allah, dan menyembuhkan orang sakit. Panggilan oleh Yesus dikatakan dengan bahasa alkitabiah. Tetapi dalam istilah yang sederhana itu terungkaplah tugas yang sangat penting dan luas: memperhatikan dan mengolah jiwa dan raga, perawatan jiwa dan pertolongan kepada masyarakat, serta perhatian kepada orang yang sehat maupun sakit.

    Untuk melaksanakan tugas atau perutusan tersebut, Yesus juga menyebut syarat-syaratnya. "Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala." Kita dipanggil bukan untuk berjuang dengan kekerasan lawan kekerasan, menggunakan tipuan dengan tipuan, dengan menggunakan saham atau modal uang yang serba besar, ataupun dengan organisasi yang lebih kuat, melainkan lebih dengan menggunakan senjata perdamaian, kesabaran dan pengorbanan. Dari syarat-syarat itu ternyata, bahwa utusan-utusan Kristus di dunia ini tidak harus sama dalam segala hal seperti orang-orang lain di dunia ini. Ada perbedaan antara orang-orang yang hanya lebih mementingkan duniawi lainnya, dan orang-orang yang juga hidup di dunia, namun sesuai dengan iman mereka juga sekaligus mementingkan juga panggilan surgawinya. Di dunia ini di antara negara-negara di dunia ini, Gereja sebagai lembaga atau negara bukan hadir seperti negara-negara lain yang berkuasa. Secara duniawi Gereja tergantung dari diri sendiri, ibaratnya tersamping sebagai kekuatan dunia, dan hanya dilindungi dan ditanggung oleh kekuatan dan kekuasaan Allah.

    Karena itu Yesus mengatakan : "Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut". Pada dasarnya landasan untuk pelaksanaan tugas utusan Yesus bukan berupa keyakinan manusiawi. Bukan berupa kepastian untuk menyiapkan bekal-bekal yang serba cukup. Bukan pula dengan memperhitungkan situasi yang serba aman. Mengapa? Karena pada hakikatnya pelayanan jiwa (cura animarum) tidak tergantung pada persediaan dan kelengkapan materiil atau duniawi. Murid-murid Yesus sebagai utusan-Nya harus bersikap biasa saja seperti apa adanya, dan bergaul dengan sesama secara jujur, tanpa perhitungan dan dibuat-buat. Kita sebagai manusia adalah alat Allah dan harus rela membiarkan diri untuk digunakan-Nya menurut keadaan kita masing-masing.

    Yesus juga berbicara tentang dua hal atau sikap dasar setiap orang, yang mau menjadi murid-Nya : menerima ataukah menolak? Ada orang-orang yang mau menerima panggilan Yesus, untuk ikut mendirikan Kerajaan-Nya. Tetapi ada pula yang menganggap dirinya sebagai pengikut Kristus, namun nyatanya tidak mendengarkan panggilan-Nya untuk ikut mengambil bagian dalam karya-Nya.

    Yesus memanggil kita, umat kristiani, mengambil bagian dalam karya pewartaan kabar gembira yaitu Injil, yang disebut evangelisasi. Pewartaan kabar gembira Yesus bukan hanya berupa ajaran dengan kata-kata belaka, namun juga disertai perbuatan di segala lapangan hidup. Gereja kita sungguh membutuhkan terutama kaum muda untuk panggilan menjadi imam atau memasuki kehidupan dan karya religius sebagai biarawan-biarawati. Khususnya di paroki-paroki yang besar jumlah umatnya diperlukan kesadaran akan urgensi panggilan pelayanan Gereja. Seperti disampaikan oleh Paus Fransiskus dalam anjuran apostoliknya "Sukacita Injil". Kita semua bersukacita menerima kabar gembira, tetapi justru sukacita Injil inilah yang harus mendorong kita semua tanpa kecuali, untuk meneruskan sukacita itu kepada semua orang. Sukacita injili itu dapat kita sampaikan kepada sesama kita dengan meneruskan kerahiman Allah, yang dalam diri Yesus membangun Kerajaan-Nya. Kita ikut memperhatikan, mendekati dan menolong sesama kita, siapapun juga, yang membutuhkan perwujudan kasih Allah, khususnya kepada kaum kecil dan berkekurangan. Setiap orang kristiani sejati harus mengambil keputusan secara tegas, yaitu mau mengikuti ataukah tidak mau mengikuti panggilan Tuhan, untuk mewartakan dan melaksanakan kabar gembira Yesus dalam aneka macam dan bentuknya. Putusan dasar yang kita ambil dan kita laksanakan dalam hidup sekarang ini, menentukan sifat hidupnya kelak yang kekal. Kita selalu perlu menyadari dan melaksanakan putusan kita dalam menjawab panggilan Tuhan, apabila kita sungguh mau menjaga otentisitas jatidiri atau identitas kita sebagai orang kristiani sejati.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/