Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXI/B/2018

Yos 24:1-2a.15-17.18b; Ef 5:21-23; Yoh 6:60-69;

PENGANTAR
    Injil hari ini adalah lanjutan Injil Yohanes hari Minggu yang lalu, di mana Yesus menegaskan kepada murid-murid-Nya, bahwa Ia sebagai Penyelamat mengobarkan diri-Nya, yakni tubuh dan darah-Nya sebagai roti bekal hidup dalam perjalanan menuju ke surga. Ia bersabda : "Barangsiapa makan roti ini, akan hidup selama-lamanya" (Yoh 6:58). Ternyata banyak orang di antara murid Yesus meninggalkan Yesus, sebab mereka menganggap ajaran-Nya itu keras. Marilah kita juga sebagai murid-muird-Nya menentukan reaksi kita terhadap kata-kata tegas Yesus, yang kita jumpai dalam perayaan Ekaristi ini.

HOMILI
    Dalam Injil Yohanes ditegaskan : "Banyak murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia" (Yoh 6:66). Bahkan seorang dari murid-Nya,yaitu Yudas Iskariot kemudian mengkhianati Yesus. Ternyata ketika makin diketahui dan disadari, bahwa menjadi pengikut Yesus makin jelas dan berat tuntutannya, makin banyak yang meninggalkan Dia! Mereka adalah banyak orang yang mengenal Yesus dan dikenal oleh Yesus. Maka keduabelas murid-Nya yang khusus dipanggil-Nya, dan secara terus terang Yesus bertanya kepada mereka: "Apakah kamu pun tidak mau pergi juga?" (Yoh 6:67).

    Menanggapi pertanyaan Yesus, Petrus atas nama keduabelas murid-Nya itu menjawab : "Tuhan, kepada siapa kami ini akan pergi? Sebab perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal" (Yoh 6:68). Untuk mengenal siapakah Yesus sebenarnya, kita diingatkan juga akan Injil Markus, di mana Yesus bertanya kepada murid-muird-Nya : "Kata orang, siapakah Aku ini?" Dan atas nama murid-murid lainnya Petrus menjawab: "Engkau adalah Mesias". Dari apa yang dikatakan Petrus, seperti tercatat dalam kedua Injil itu (Yohanes dan Matius), terjawablah pertanyaan mendasar yang harus dijawab dengan tepat dan benar: Siapakah Yesus Kristus itu sebenarnya?

    Apakah pesan Injil Yohanes, ditambahkan Injil Markus, bagi kita sekarang ini? Menyaksikan kemajuan luar biasa dewasa ini, khususnya teknologi di berbagai bidang, lebih-lebih di negara-negara yang sudah maju, tidak jarang ajaran Yesus Kristus yang sangat mendalam lewat Gereja dianggap sebagai aneh, janggal, bahkan dianggap sebagai tidak masuk akal. Kita harus selalu sadar, bahwa ajaran Kristus, yang telah lebih dari duapuluh abad diyakini dan diwartakan oleh Gereja, hanya dan harus ditanggapi dan diterima secara bebas. Namun seperti tercantum dalam Kitab Suci, dan kita terima serta pahami menurut Gereja, iman atau kepercayaan kita tidak boleh mengambil sikap acuh tak acuh. Iman tidak sama dengan akal budi, juga bukan menanggapi masalah keadaan hidup serba dengan perhitungan. Kita harus mendengarkan Yesus yang berkata : "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan Bapa-Ku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa yang di surga" (Mat 10:32-33).

    Kita semua ini didalam hidup kita sekarang inipun terdapat banyak tantangan dan pencobaan aneka ragam. Keadaan dan peristiwa yang berkembang di dunia Barat di bidang keagamaan, melalui pelbagai jalan, baik lewat kemajuan teknologi, perubahan kebudayaan, maupun melalui jalan berfikir dan bersikap dalam masyarakat, di dunia Timur pun tidak bebas dari pengaruh perkembangan yang terus berubah di dunia kita ini. Pembangunan tempat atau gedung ibadat seindah apapun tidak menjamin kestabilan serta pendalaman penghayatan iman kita. Orang lebih tertarik akan upacara yang serba megah dan hebat. Namun justru dalam kemegahan yang serba lahiriah itulah figur Yesus sebagai Guru kita tidak tampak dan tidak kita jumpai dan dengarkan ajaran-Nya.

    Yesus bukan menampilkan diri dalam masyarakat dalam keagungan dan kemegahan lahiriah menurut ukuran duniawi, melainkan menurut ukuran sungguh manusiawi, yaitu untuk berbuat sebaik mungkin terhadap sesama manusia, yang dipandang dan diperlakukan sebagai manusia yang bermartabat seperti diri-Nya depan Allah, Bapa-Nya.

    Kepada setiap orang, termasuk kepada kita semua, yang di zaman modern ini ragu-ragu dalam kepercayaan dan hidup keagamaan kita Yesus mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar ini : "Apakah kamu tidak mau pergi juga meninggalkan Aku?" Beranikah kita seperti Petrus menjawab kepada Kristus: "Tuhan, kepada siapa kami akan pergi, apabila tidak kepada-Mu?".

    Hidup sungguh mengikuti ajaran dan hidup Yesus seperti ditawakan oleh Gereja memang tidak mudah dan serba menyenangkan, bahkan seringkali dianggap sukar dipahami. Itulah yang sudah dialami murid-murid Yesus di zaman-Nya. Ada satu hal fundamental atau mendasar yang harus kita perhatikan, yakni bahwa untuk mencapai hidup kekal tidak ada jalan atau kemungkinan alternatif. Hanya melalui Yesus, sebab dalam perjalanan itu hanya ada satu bekal, yaitu Yesus, yang mengatakan : "Aku adalah Roti Hidup".

    Bahagialah orang yang mau mengikut Yesus, sungguh menjadi murid-Nya. Untuk mengikut Yesus kita harus mengenal Dia, sungguh mengenal jati diri-Nya. Dengan membaca Kitab Suci kita dapat bertemu dengan Dia dan mendengarkan sabda-Nya kepada kita. Dan perjumpaan serta hubungan kita dengan Yesus dapat lakukan terutama dengan penerimaan Ekaristi, yang adalah "roti dari surga", sebagai antisipasi persekutuan kasih dengan Dia yang kekal kelak di surga.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/