Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXIII/A/2017

Yeh 33:7-9; Rom 13:8-10; Mat 18:15-20;

PENGANTAR
    Minggu yang lalu dalam Injil Matius (16:21-27) Yesus berkata: "Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya dan mengikuti Aku". Dan dalam Injil Matius hari ini (Mat 18:15-20) Yesus memberitahu kepada kita bagaimana kita antara lain dapat mengikuti Dia, artinya melakukan apa yang dilakukan Yesus yaitu mengampuni orang lain.

HOMILI
    Paus Fransiskus, Wakil Kristus, sebagai Gembala Agung umat Kristiani mengingatkan kita, bahwa Allah adalah mahakasih dan maharahim. Dan kerahiman Allah itu, seperti diajarkan dan dilaksanakan oleh Yesus Putera-Nya, antara lain tampak dalam kesediaan-Nya untuk menolong dan menolong orang berdosa dengan mengampuninya. Dalam Gereja, yang didirikan oleh Yesus, kerahiman Tuhan yang berupa pengampunan dosa, dilaksanakan dalam sakramen pengampunan dosa.

    Minggu yang lalu, juga dalam dalam Injil Matius, Yesus memberikan kuasa kepada Petrus untuk melepaskan atau tetap mengikat ikatan dosa manusia. Dengan demikian kerahiman Allah, yang berupa pengampunan dosa-dosa kita sebagai pelanggaran kehendak Allah, sekarang dan kapan pun tetap terbuka dan dapat kita terima. Itulah suatu sakramen pengampunan, suatu sakramen rekonsiliasi antara Allah dan manusia. Suatu sakramen kerahiman Allah.

    Hanya Allah yang dapat mengampuni dosa kita. Karena Yesus adalah Putera Allah, maka Ia mempunyai kuasa di dunia untuk mengampuni dosa dengan kekuatan ilahi. Dan kuasa yang diberikan Yesus kepada Petrus adalah kuasa untuk melepaskan atau tetap mengikat suatu ikatan hubungan antara Allah dan dan juga hubungan antar sesame manusia. Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) ada tertulis sebagai berikut :

    "Kata-kata mengikat dan melepaskan berarti: siapa pun yang akan kamu kucilkan dari persekutuan, maka Allah pun akan mengucilkannya dari persekutuan dengan diri-Nya; siapa pun yang akan kamu terima kembali dalam persekutuanmu, maka Allah pun akan menerimanya kembali dalam persekutuan dengan diri-Nya. Perdamaian dengan Gereja tidak dapat dipisahkan dari perdamaian dengan Allah" (KGK no.1445).

    Kuasa yang diberikanYesus kepada Petrus juga diberikan kepada dewan para rasul, atau keduabelas rasul, di mana Yesus adalah Kepala-Nya. Dan selanjutnya juga diberikan kepada para imam. Sebab Yesus mengadakan sakramen pengampunan guna menolong dan menyelamatkan warga-warga Gereja yang berdosa. Khususnya bagi mereka, yang sejak permandiannya telah jatuh kedalam dosa berat. Karena dosanya itu mereka kehilangan rahmat baptisannya, dan terluka dalam persekutuan mereka dengan Gereja sebagai Tubuh Kristus (lih. KGK no. 1446).

    Patut kita ketahui dan selalu sadari, bahwa mengampuni atau memaafkan dosa atau kesalahan bukanlah sekadar melupaka napa yang telah dilakukan terhadapkita. Ibaratnya kita hanya berpikir : "Apa yang sudah terjadi sudah kulapakan. Itu sudah lewat!" Padahal mengampuni atau memaafkan secara benar ialah, bahwa kita harus mau dan bertekad untuk tetap berjalan maju ke depan untuk berkembang menjadi orang dewasa menurut teladan Yesus.

    Apabila kita menyimpan kemarahan atau sakit hati kita, maka kita akan dilumpuhkan oleh kejahatan, yang telah kita alami. Dan bila sikap tidak mau menganpuni atau rasa benci maupun dendam dalam hati terpelihara di dalam diri kita, maka kita tidak akan mampu memaafkan sesame kita, siapa pun orangnya itu! Demikianlah, apabila kita tidak maudan tidak mampu menagampuni/memaafkan orang lain, maka martabat kita sebagai manusia, yaitu menrut citra Allah yang mahakasih, dan maharahim akan kehilangan nilainya yang sejati. Kemanusiaan kita menjadi kemanusiaan palsu.

  Marilah kita sungguh serius berusaha untuk mengampuni/memaafkan! Marilah kita mohon kepada Tuhan agar menghilangkan kekerasan dan kebekuan hati kita, agar supaya kita dapat menemukan kegembiraan murni dan sejati, yakni dapat dan mau memaafkan sesama kita tanpa perbedaan! Bukan sekadar melupakannya, melainkan sungguh merupakan kehendak dan niat yang jujur dan tulus untuk mengampuni/memaafkan sesama kita, seperti Allah dalam diri Yesus selalu bersedia mengampuni segala dosa kita.

    Mengampuni/memaafkan, nah, itulah cara murni dan hakiki untuk mengikutYesus, seperti ditegaskan Yesus kepada murid-murid Nya. Inilah cara hidup sejati bagi pengikut Yesus dan akan selalu diberkati Tuhan. Inilah arti kunci Kerajaan Surga, yang diserahkan Yesus kepada Petrus dan para rasul. Dan kunci itu diteruskan kepada segenap imam, yang merupakan Dewan Imam, yang didirikan oleh Kristus sendiri, untuk membuka jalan baru untuk bertemu dengan Kristus di dalam Gereja-Nya.

    Marilah kita semua sebagai pengikut Yesus yang setia sungguh berikhtiar sekuat mungkin, untuk hidup berdamai dengan sesama sebagai saudara, dengan saling mengasihi namun juga dengan saling mengampuni atau memaafkan dengan tulus hati.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/