Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PASKAH II/2018

Kis 4:32-35; 1Yoh 5:1-6; Yoh 20:19-31;

PENGANTAR
    Dalam masa Paskah ini kita mendengarkan tiga bacaan Kitab Suci, yang mendorong kita untuk hidup dengan semangat Paskah. Bacaan I (Kis) menggambarkan pengikut-pengikut Yesus atau Gereja Perdana yang hidup sehati dan sejiwa. Bacaan II (1Yoh) menegaskan bahwa orang yang sungguh beriman akan Yesus dapat mengalahkan tantangan dunia. Dan akhirnya Bacaan ketiga, Injil Yohanes, menekankan lagi bahwa Yesus telah bangkit, dan dalam keadaan-Nya yang baru Ia datang lagi untuk memberikan tugas kepada murid-murid-Nya untuk ikut mengambil bagian dalam karya keselamatan-Nya dengan kekuatan Roh Kudus, yang diberikan kepada mereka.

HOMILI
    Dalam Kisah Rasul sebagai bacaan pertama terungkap akibat atau hasil positif kebangkitan Yesus yang dibuktikan dengan penampakaan-Nya. Yakin akan kehadiran-Nya kembali di antara mereka, mereka yakin pula akan ajaran dan teladan yang telah dibuktikan dalam hidup-Nya. Mereka menjadi "sehati sejiwa", segala milik masing-masing selanjutnya menjadi milik bersama. Tak ada orang berkekurangan. Mereka menjadi keluarga besar yang sungguh berjiwa kristiani sejati.

    Surat Yohanes pertama sebagai bacaan kedua menegaskan, bahwa semua yang lahir dari Allah mengalahkan dunia, karena Allah menguasai dunia. Kita hanya sungguh mengasihi Allah apabila kita sungguh-sungguh mau melaksanakan perintah-perintah-Nya. Mengasihi Allah berarti juga sungguh mengasihi sesama kita, sebab mereka pun adalah anak-anak Allah. Seperti Yesus telah mengalahkan dunia dengan kasih-nya dengan mengorbankan darah-Nya, demikian kita pun terpanggil untuk berani mengalahkan kekerasan dunia kita ini, dalam segala bentuknya, dengan menanggapinya dengan kasih seperti Kristus. Kasih murni tidak pernah membalas kekerasan dengan kekerasan.

    Akhirnya dalam Injil Yohanes sebagai bacaan ketiga kita diperkenalkan dengan pribadi Tomas, seorang dari keduabelas murid Yesus,yang juga disebut Didimus. Dalam penampakan diri Yesus yang pertama kepada para rasul, Tomas ini tidak ikut menyaksikan sendiri. Karena itu dengan tulus ia menegaskan, bahwa ia tidak percaya akan Yesus yang telah bangkit, sebab ia tidak menyaksiakannya sendiri. Sampai tahap tertentu sikap Tomas yang jujur itu dapat dimengerti. Sebab Yesus bangkit dan menampakkan diri dengan tubuh fisik dalam keadaan sebelum kematian-Nya. Tetapi tubuh-Nya yang bangkit itu tidak terikat lagi oleh kondisi fisik-biologis seperti lainnya lagi. De facto seperti diceriterakan dalam Injil Yohanes, Yesus sekarang dapat muncul dan hilang lagi melalui pintu-pintu yang tertutup (lih. Yoh 19:20). Karena itu dari kita dituntut untuk mengakui dan percaya, bahwa Allah mampu dan berkuasa untuk bertindak atau berbuat dengan cara yang mengatasi pengalaman dan kemampuan hidup kita sebagai manusia.

    Di sini tampaklah bahwa Yesus selalu setia akan janji-Nya kepada murid-murid-Nya. Maka sesudah bangkit dan sebelum meninggalkan mereka, Ia memberi kuasa kepada mereka untuk meneruskan karya keselamatan yang dilaksanakan-Nya, yakni karya Allah yang maharahim. Nah, salah satu karya keselamatan, karya kerahiman yang dipercayakan pelaksanaan-Nya kepada para rasul ialah pengampunan dosa. Seperti diceriterakan dalam Injil Yohanes, Yesus yang telah bangkit, sebelum meninggalkan para rasul-Nya, Ia menghembuskan Roh Kudus kepada mereka, yang diberi tugas meneruskan perutusan-Nya, yaitu terutama mengampuni dosa-dosa. Pengampunan dosa yang dilaksanakan Yesus telah dilaksanakan lewat penderitaan, kematian, dan juga dengan kebangkitan-Nya kembali. Dan kemudian memberikan kuasa Roh Kudus itu kepada para rasul untuk ikut melaksasakan pengampunan dosa. Dan semuanya itu merupakan ungkapan atau bukti nyata kerahiman Allah. Itulah pula sebabnya mengapa Hari Minggu II Paskah ini oleh Gereja disebut juga sebagai Hari Kerahiman Ilahi. Apa yang disebut kebahagiaan kekal ialah berada kekal disurga dengan Allah. Tetapi itu hanya mungkin, apabila manusia menyadari dan mengakui dosa-dosanya. Barangsiapa tidak menyadari dan mengakui dosa-dosanya tidak akan dapat diampuni.

    Sebagai pelengkap, rasul Tomas dapat kita lihat sebagai teladan pribadi yang mengalami, bahwa beriman atau sungguh percaya bukanlah hal yang mudah. Beriman adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Ketaatan akan iman bukanlah sekadar pemberian belaka. Tomas adalah orang yang ingin yakin dengan pasti. Tetapi ia juga sanggup menghadapi tuntutan yang harus dituntut dari padanya. Tetapi sesudah yakin, ia juga berani dan sanggup menghadapi tuntutan iman,yang haru dipenuhinya. Dan kesetiaannya sebagai rasul dibuktikan dan diakhirinya dengan kematiannya sebagai martir atau saksi iman di India.

    Marilah kita mohon kepada Tuhan, agar dengan perantaraan St.Tomas Rasul, iman kita akan kebangkitan Yesus Kristus,yang hadir di antara kita dalam perayaan Ekaristi ini dan juga ditengah masyarakat kita sekarang ini selalu makin diperdalam dan diperteguh selalu.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/