Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PASKAH IV/C/2019 MINGGU PANGGILAN

Kis 13:14.43-52; Why 7:9.-17; Yoh 10:27-30;

PENGANTAR
    Pada Hari Minggu ini Yohanes di dalam Injilnya yang sangat pendek memperkenalkan kepada kita Yesus, yang bersabda "Aku memberikan hidup yang kekal kepada domba-domba-Ku". Karena itu Gereja mengingatkan kita semua sebagai umat kristiani untuk mengikut Yesus menurut panggilan-Nya, masing-masing menurut pilihannya sendiri, tetapi khususnya untuk panggilan gerejawi.

HOMILI
    Karena hari ini adalah Hari Minggu Panggilan, maka sebagai pengikut Kristus kita diingatkan kembali akan baptis kita! Sebab atas dasar baptis itulah kita disadarkan, bahwa segenap umat kristiani dipanggil untuk hidup menuju kesucian dan pelayanan. Paus Paulus VI mengatakan : "Kesucian adalah panggilan untuk zaman kita, bagi kita semua". Dan Paul Yohanes Paulus II serta Paus Fransiskus berkali-kali berseru kepada segenap umat, khususnya kaum muda untuk memper-sembahkan hidup kita untuk pelayanan sebagai pengikut Yesus Kristus. Karena itu sebagai orang beriman kita harus tahu dan sadar, bahwa semua panggilan kristiani kita bersumber pada baptis.

    Apakah sebenarnya makna rohani istilah "panggilan"? Pertama, lewat penerimaan baptis setiap orang kristiani menerima panggilan oleh Kristus. Kedua, oleh Kristus kita dipanggil untuk hidup suci dan bersedia untuk melayani. Ketiga, panggilan itu dapat kita hayati secara sendirian, baik sebagai laki-laki ataupun perempuan; atau dengan hidup berkeluarga; atau dengan hidup membiara ataupun ditahbiskan sebagai imam. Menurut keadaan dan sifat hidup masing-masing, kita mengungkapkan kasih kita kepada Allah dan sesama. Orang-orang yang hidup sendirian ingin makin memusatkan pelayanan hidupnya sebagai orang kristiani dengan komitmen yang lebih utuh. Orang-orang yang menikah dan berkeluarga, ingin menanggapi panggilan mereka oleh Allah sebagai laki-laki dan perempuan, untuk selalu saling mengasihi sebagai suami isteri dan anak-anaknya. Sedangkan mereka yang memilih hidup membiara dan yang ditahbiskan menjadi iman, mereka itu ingin hidup dan berjalan menyertai umat Allah sebagai bruder, suster dan imam guna membantu umat Allah agar dapat hidup tetap setia, dan berkembang dalam iman menuju kepada kesucian kristiani sejati.

    Yesus dalam Injil Yohanes yang sangat pendek hari ini bersabda : "Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan mereka mengikut Aku". Kita ini adalah domba-domba Yesus Gembala kita. Kerapkali secara jujur harus bertanya kepada diri kita masing-masing : "Sejauh manakah aku ini sadar untuk selalu hidup bersama dengan Kristus, Gembala kita?" Apakah kita selalu peka mendengarkan suara-Nya di dalam hidup kita? Apabila Allah mengundang kita untuk melaksanakan suatu tugas, sebagai suatu komitmen menurut kedudukan kita sebagai orang yang sendirian, sebagai orang berkeluarga, atau sebagai bruder atau suster, ataupun sebagai imam, apakah kita ini selalu siap dan bersedia untuk melaksanakannya dengan setia?

    Memikirkan hal panggilan ini, kita diingatkan akan sejarah Paroki MBK kita ini. Inisiatif untuk mendirikan suatu paroki, yang kini disebut Paroki Maria Bunda Karmel atau Paroki Tomang, dimulai tahun 1972, 47 tahun yang lalu. Sekarang ini jumlah umat Paroki MBK mendekati 16.000 orang. Sebagai paroki yang di antara 66 paroki di Keuskupan Agung Jakarta termasuk yang besar jumlah umatnya. Kegembiraan inipun patut dikaitkan dengan fakta, bahwa pada tahun 1993 Paroki MBK "melahirkan" Paroki Maria Kusuma Karmel (MKK), yang sekarang juga besar jumlah umatnya. Kita harus bersyukur kepada Tuhan atas anugerah pertambahan jumlah umat begitu besar di paroki kita. Di samping itu kita bersyukur juga atas kemampuan umat warga Paroki MBK untuk mencukupi diri sendiri dalam kebutuhan jasmani untuk dapat hidup, bergerak dan berkembang secara berdikari. Bahkan rela serta mampu ikut memikirkan dan membantu keperluan umat Allah di sejumlah Keuskupan, Paroki ataupun Lembaga lainnya. Mari kita beryukur kepada Tuhan atas kasih dan kerahiman-Nya lewat Paroki kita!

    Namun, di samping itu jangan sampai kita sendiri pun lupa akan kebutuhan mutlak untuk paroki kita ini, yakni adanya kaum muda yang sadar, rela dan siap untuk menjawab panggilan Yesus, Sang Gembala, untuk menjadi imam sebagai gembala bagi umat-Nya, dan juga untuk merelakan diri hidup sebagai biarawan atau biarawati ataupun imam, untuk ikut melayani sesama umat Allah tanpa pamrih dan secara lebih total!

    Seacra cuma-cumalah Tuhan memberikan anugerah-Nya penuh kasih kepada kita. Tetapi Ia sekaligus memanggil kita untuk ikut mengambil bagian dalam kerahiman-Nya kepada sesama kita, khususnya untuk melayani kebutuhan Gereja, yang telah didirikan-Nya. Paroki kita membutuhkan tenaga-tenaga pelayan gerejawi. Bukankah anugerah dan panggilan yang diberikan Allah secara cuma-cuma harus kita jawab dan kita terima secara rela dan cuma-cuma juga?

    Segenap kaum muda-mudi dan segenap orang tua terkasih, marilah kita sebagai domba-domba yang setia selalu mendengarkan suara Yesus, Gembala kita, yang telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita. Kita harus menjawab panggilan yang disampaikan kepada kita menurut kepekaan hati nurani kita masing-masing. Itulah ungkapan bukti kesetiaan dan kesadaran kita sebagai umat Allah yang telah dibaptis menjadi pengikut Kristus. Gereja mengingatkan kita, bahwa Hari Minggu ini adalah Hari Minggu Panggilan. Memang panggilan untuk aneka pelayanan baik untuk Gereja dan masyarakat, namun khususnya untuk pelayanan gerejawi.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/